Mengapa saya tidak bisa melakukan streaming untuk setiap film yang pernah dibuat?

Dilihat 302 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Ini bukan hanya sekedar  masalah teknis tentang bagaimana menyelesaikan proses streaming dari film yang telah dibuat, tapi ini menyangkut masalah hukum. Masalahnya tidak sesederhana ini, Anda membeli dvd lalu melakukan proses streaming, bukan seperti itu. Ada kerangka hukum yang disebut hak cipta. Ketika seorang penulis/pemilik karya menciptakan suatu karya seni, mereka memiliki hak untuk menentukan bagaimana karya seni tersebut akan digunakan - hak cipta untuk suatu karya seseorang baru disahkan setelah 1 januari 1978, jangka waktunya berlaku sepanjang hidup penciptanya ditambah 70 tahun. Jika suatu karya digunakan untuk disewa, maka jangka waktu berlaku hak tersebut adalah 95 tahun sejak karya tersebut mulai pertama kali dipublikasikan (waktu terpendek) atau 120 tahun sejak karya tersebut dibuat.


  1. Copyright bukanlah merupakan aturan "baru". Di AS, hal ini telah disahkan dalam Konstitisi AS sebagai kekuatan kongres yang tercantum pada pasal 1 bagian 8, bulan Juni tahun 1788. " Kongres harus memiliki kekuatan untuk mempromosikan kemajuan ilmu pengetahuan dan suatu karya seni, dengan cara memberikan hak yang eksklusif mengenai batasan waktu kepada para pencipta dan para penemu (ilmu pengetahuan dan karya seni ) tersebut". Ketika perdagangan Internasional tumbuh subur pada tahun 1800-an, banyak negara kemudian berkumpul secara bersama dan menciptakan sebuah perjanjian hak cipta Internasional yang disebut Berne Convention ( Konvensi Bern). Perjanjian tersebut ditandatangani pada tahun 1886. Perjanjian ini memberikan perlindungan hak cipta dan menetapkan serangkaian aturan secara timbal balik diantara negara-negara anggotanya (yang menandatangaini perjanjian tersebut). Sampai dengan tahun 2014, telah terdapat lebih dari 168 negara yang ikut menandatangani versi terbaru dari Konvensi Bern ini.
  2. Seorang pencipta dari suatu karya, memiliki hak utuk mengatur bagaimana karyanya tersebut akan digunakan. Contohnya adalah, film, yang berarti adalah perusahaan yang menciptakan film tersebut (yang memiliki hak untuk mengatur penayangan film itu). Suatu perusahaan pembuat film, menjual lisensi filmnya untuk didistribusikan ke bioskop sebagai tempat pertama yang menayangkan film itu, lalu dijual lagi ke bioskop lainnya (tempat kedua), kemudian akhirnya didistribusikan ke rumah-rumah. Pada tahun 1980, hal ini memberikan lisensi (izin) suatu film untuk ditayangkan hanya oleh stasiun tv, dan kemudian menjualnya dalam bentuk kaset VHS. Sedangkan, tahun 2015, hal ini berarti merupakan kombinasi antara pemberian lisensi film kepada jaringan TV (yang biasanya dimiliki oleh perusahaan induk yang sama dengan studio film) untuk menayangkan film tersebut dan pemberian lisensi kepada layanan streaming online, seperti Netflix, atau perpustakaan online (seperti Amazon atau Apple TV). Setiap pemegang lisensi harus membayar sejumlah biaya kepada studio film yang telah membuat film tersebut. Jadi ketika Anda melihat film Star Wars ditayangkan pada minggu pertama pembukaan, artinya adalah teater tersebut telah membayar biaya kepada pihak Disney untuk menayangkan film itu di tiap-tiap teaternya. Biaya yang sangat besar. Biaya tersebut mungkin mencakup persentase yang tinggi (dari semua) tiket yang terjual selama beberapa minggu setelah film tersebut mulai ditayangkan. Netflix mungkin juga membayar sejumlah biaya untuk menayangkan film Star Wars episode 7 melalui layanan Streaming. Mungkin akan menghabiskan biaya jutaan dollar. Jumlahnya akan sangat besar, tapi tidak sebesar biaya yang dikeluarkan oleh bioskop-bioskop AS yang membayar secara kolektif untuk menayangkan film tersebut, karena begitu sampai ke tangan Netflix, properti yang digunakan bukanlah properti baru lagi. Dalam situasi sepeti itu, Netflix dapat memutuskan apakah akan membayar hanya untuk hak tayang di Amerika Utara atau Netflix bisa membayar biaya yang lebih besar untuk memungkinkan mereka melakukan streaming di seluruh dunia. Sebagai contoh, Seinfeld, acara yang ditayangkan dari tahun 1989 sampai 1998, baru -baru ini dilisensi oleh layanan streaming Hulu. Seperti diberitakan, Hulu membayar $875.000 untuk tiap episode, jadi total biaya yang dikeluarkan sekitar $160 juta dollar untuk mendapatkan lisensi penayangan Seinfield. 
  3. Uang tersebut diberikan kepada Sony TV, Time Warner/Castle Rock dan "peserta laba" lainnya, yaitu Larry David dan Jerry Seinfeld. Seperti diberitakan, Seinfeld adalah komedian dengan bayaran tertinggi tahun lalu, yaitu sekitar $36 juta, sebagian besar berasal dari kesepakatan yang dibuat dengan Hulu. 
  4. Hulu bersedia mengeluarkan uang sebesar ini, karena mereka merasa bisa mendapatkan keuntungan dari Seinfeld dengan meningkatkan basis layanan mereka dan menjual iklan di properti lainnya. Jika Anda membuat layanan online streaming dan mencoba untuk terus menayangkan setiap film, anda akan menjadi terkenal hanya dalam 5 menit. Tetapi kemudian Anda akan ditangkap, hakim akan memerintahkan untuk membekukan operasi layanan Anda, lalu Anda akan dibawa ke pengadilan oleh setiap perusahaan yang merasa bahwa haknya telah Anda rampas. Anda harus membayar berbagai macam kerugian - baik untuk iklan yang Anda buat atau layanan yang diberikan - belum lagi biaya untuk pengacara dan denda untuk pelanggaran pidana - semua bisa mencapai angka $250.000, ditambah Anda akan masuk penjara.
  5. Menurut pendapat saya, Itulah titik dimana Anda melanggar Undang-undang Hak Cipta di AS. Jika Anda melakukan streaming terhadap hasil karya orang lain di negara yang berbeda, maka konsekuensi yang akan Anda dapatkan bisa lebih rumit. Maka, cara yang dapat Anda lakukan adalah mengikuti prosedur hukum yang berlaku, yaitu dengan membayar lisensi untuk seluruh properti yang digunakan (tentunya bukan untuk acara-acara yang telah berada dibawah lisensi yang eksklusif, seperti Netflix atau Hulu, dimana biaya yang dikeluarkan sangatlah besar. )

Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang