Mengapa sebagian gay membenci Grindr?

Dilihat 2,09 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Grindr adalah sebuah app yang dicap oleh UX yang mengecewakan dan menyedihkan - klien iOS memikul tekanan dari beberapa kesulitan yang tampaknya tidak ditujukan khusus kepada tim pengembang/manajemen Grindr, dan saya membayangkan klien Android juga punya masalahnya sendiri, yang mungkin juga serupa. Saya tantang anda untuk menemukan app lain di App Store dengan rating 1-bintang yang konsisten, dan saya cukup terkejut Apple belum menghapusnya karena sepertinya diabaikan oleh pengembangnya.


Beberapa masalah Grindr (saya belum sempat mengkatalogkan semuanya) pada iOS: Ada banyak sekali spam. Anda hampir selalu menerima pesan-pesan tidak jelas dari profil palsu. Sayangnya, menjadi seorang pengguna yang gratis untuk app ini berarti anda akan kehabisan blokir sehari-hari dan terpaksa harus menerima ribuan pesan-pesan dari bot. Hal ini merupakan "teori konspirasi" umum diantara para pengguna bahwa Grindr mengijinkan bot pada sistemnya, sebagai usaha untuk mengarahkan agar para pengguna yang frustrasi tidak dapat memblokir semua spam itu membayar berlangganan. Kemungkinan lainnya dari spam ini adalah bahwa API Grindr itu tidak aman dan mudah dibobol - https://www.os3.nl/_media/reports/grindr.pdf.


Grindr benar-benar membatasi fungsionalitas dari app gratisnya supaya para pengguna membeli langganan berbayarnya (yang menggunakan sebuah klien dimana performanya tak jauh berbeda dengan versi gratisnya). Beberapa batasan ini antara lain hanya 10 pemblokiran dalam sehari, hanya memuat 100 lelaki terdekat, dan membatasi opsi filter usia dan "kategori" gay, dari beberapa atribut profil yang tersedia.


Tidak hanya fungsionalitasnya saja yang berkurang, tapi performanya dalam melakukan hal-hal dasar memunculkan layar yang meminta upgrade ke versi berbayarnya. [Secara tak sengaja] mengirim banyak foto, mencoba memuat lebih banyak profil saat anda sudah pada batas 100, mencoba memblokir lebih dari 10 orang per hari, secara tak sengaja melakukan swipe pada sebuah pembicaraan akan memunculkan layar yang meminta untuk "upgrade untuk membuka frase yang tersimpan"....Mereka sangat haus terhadap langganan berbayar. Seringkali, saat anda membuka app-nya bisa ada tiga iklan pop-up yang harus anda hilangkan di awal.


App mobile nya, setidaknya bagi iOS, didesain dan dibuat sangat jelek. Saat dibuka, ia menyedot banyak baterai karena penggunaan radio GPS secara terus menerus (meskipun Google/Apple Map juga secara terus menerus menggunakan GPS dan tak sebanyak Grindr dalam menyedot baterai), sering terjadi crash pada layar Home, setiap kali ada program yang berjalan di background (heh) kemampuannya untuk memuat profil atau mengirim/menerima obrolan menjadi berkurang, app itu juga tidak memanfaatkan CloudKit sehingga data app seperti riwayat obrolan tidak disimpan ke penyimpanan iCloud anda.


Foto profil anda (anda cuma dapat jatah satu) dimoderasi-tangan, artinya jeda tunggu antara upload foto baru dan visibilitas publik dari foto itu bisa terpaut beberapa jam. Foto profil bisa dan telah ditolak berdasarkan panduan kesopanan yang sangat subjektif. Para

pengguna software ini, sekumpulan orang yang diklaim jutaan oleh Grindr, tidak memiliki channel responsif untuk menyalurkan keluhan-keluhannya. Tak ada dukungan manusia, akun Twitter dan Facebook hanya dimanfaatkan untuk memuntahkan omong kosong perusahaan, dan tak ada improvisasi yang jelas untuk setiap update "perbaikan-bug" yang dirilis di App Store (kebanyakan menduga rilis itu hanya digunakan untuk mereset rating bintang-1 untuk sementara).


CTO Grindr, Lukas Sliwka, akan berbicara seharian tentang bagaimana Grindr itu adalah "salah satu layanan kencan-pesan terbesar di dunia, dan layanan kencan geospasial terbesar bagi pria gay". Dengan basis pengguna yang begitu besar, anda akan berpikir orang-orang yang bertanggung jawab akan lebih memperhatikan performa dari layanan mereka, dan bertanggung jawab atas kenyataan bahwa sebagian besar persentase penggunanya dan konsumen berbayarnya kecewa.


Pada akhirnya, pengguna jangka panjang software ini terbiasa dengan kenyataan bahwa tak ada yang berubah dan akan puas menggunakannya karena itu adalah nama yang paling dikenal, app "yang dipilih" untuk mencari pria-pria lokal. Kesimpulan saya dari semua ini, adalah para penguasa tingkat atas Grindr cukup senang dengan mengumpulkan uang mereka dan membiarkan app mereka kurang baik, ketimbang berinvestasi menciptakan ulang layanannya dari bawah - bisa dikatakan ini satu-satunya cara untuk membuangnya pada titik ini. Aspek lainnya mengapa para pria gay membenci Grindr adalah karena ada banyak pengguna jahat dari app itu sendiri - orang-orang di sisi lain layar obrolan itu bisa saja bajingan, penipu, atau bisa jadi mereka bukanlah seperti yang mereka katakan.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang