Mengapa sepertinya tidak ada orang orang berkulit coklat atau hitam dengan down syndrome?

Dilihat 2,69 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya pribadi memiliki tigasepupu yang memiliki down syndrome. Banyak alasan orang-orang minoritas yang terkena sindrom ini jarang terlihat: Kebanyakan keluarga minoritas menjaga anak mereka yang tidak normal untuk tetap di rumah. Hingga baru saja (tahun 1970 di berbagai tempat) fasilitas tidak terintegrasi secara rasis bahwa keluarga minoritas harus menjaga keluarga mereka di rumah keculi mereka sangat tidak normal. Ketika hal ini berubah, banyak keluarga minoritas tetap menjaga anak mereka yang berbeda karena takut kemungkinan penganiyaan dan alasan ekonomi. 

Banyak kaum minoritas memiliki anak di usia muda daripada orang kulit putih seperti orang Amerika atau Eropa. Down syndrome tampaknya lebih lazim dengan perempuan yang memiliki anak pada usia yang lebih tua. Hingga baru baru ini, wanita minoritas tidak menunda memiliki anak hingga karirnya meningkat ( banyak yang tidak dapat memliki karir karena prasangka rasis) atau selesai memiliki keluarga mereka pada saat yang kecenderungan genetik untuk gangguan ini akan menjadi lebih umum. Ada sedikit minoritas - Sejak ada lebih sedikit minoritas, akan ada yang menjadi lebih sedikit anak-anak dengan cacat perkembangan. Ditambah dengan # 1 & # 2, kemungkinan melihat anak minoritas dengan Down syndrome, khususnya di luar kota-kota besar yang rendah.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang