Mengapa suplemen zat besi menyebabkan sembelit?

Dilihat 432 • Ditanyakan 8 bulan lalu
2 Jawaban 2

Anda benar tentang besi yang mempengaruhi pergerakan usus, tetapi tidak secara langsung. Tampaknya besi, dalam bentuk yang diberikan, mengganggu keseimbangan normal mikroba dalam saluran pencernaan, menyebabkan kondisi yang disebut dysbiosis. Beberapa mikroba berkembang dalam kehadirannya mengakibatkan peristaltik normal usus jadi terganggu dan berkurang. Dengan pengurangan kecepatan (atau kekuatan) isi usus tetap lebih lama dan lebih banyak air dari biasanya akan diserap. Feces kering dan keras mempengaruhi rektum dan itu konstipasi. Saya mencari di internet, bahkan situs NIH, dan semua mereka menyebutkan bahwa suplemen zat besi dapat menyebabkan konstipasi. Istri saya yang merupakan lulusan dari sekolah kesehatan mengajari saya setelah saya teringat untuk bertanya padanya. Apa yang saya tulis adalah semua yang bisa saya ingat karena istri saya tidak memperingatkanku untuk menulis catatan. Sebagai catatan sampingan. Ketika saya dulu pelajar Ilmu hewan, Kami diajari bahwa pasta zat besi oral yang diberikan kepada anak babi bisa menyebabkan sembelit, dan saat disarankan untuk memberikan suntikan otot untuk gantinya. Saya tidak bisa ingat diberitahu mengapa, tapi sekarang saya percaya saya mengetahuinya

Terjawab 7 bulan lalu



Zat besi (iron) merupakan mineral yang diperlukan untuk memproduksi hemoglobin dalam darah. Zat besi adalah  sebuah zat penting yang diperlukan tubuh manusia untuk menstabilkan jumlah sel darah setiap harinya.  Hemoglobin berperan memasok oksigen ke seluruh sel. Zat besi juga penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan untuk membantu produksi energi.

Tubuh manusia memerlukan zat besi dalam jumlah yang relatif kecil atau termasuk dalam kategori mikronutrien. Kebutuhan  zat besi sendiri memang ditentukan oleh usia dan jenis kelamin namun terdapat pula efek sebagai akibat dari kekurangan dan kelebihan zat besi dalam tubuh

Nah,  artikel ini, selain mengemukakan masalah konstipasi sebagai akibat dari penggunaan suplemen zat besi, kami juga akan bemberikan sedikit ulasan mengenai kekurangan dan kelebihan zat besi serta dampaknya  bagi tubuh  yang dapat anda jadikan sebagai bahan referensi.

Kekurangan Zat Besi

Kondisi dimana tubuh tidak mendapatkan jumlah zat besi yang cukup disebut anemia. Anemia timbul saat darah kekurangan zat besi yang diakibatkan oleh gizi buruk, peningkatan pertumbuhan tubuh, dan ketidakseimbangan hormon (misalnya karena kehamilan). Suplemen zat besi dapat digunakan sebagai suplemen tambahan bagi individu yang mengalami anemia.  Suplemen zat besi diberikan untuk menggantikan kekurangan zat besi di dalam tubuh. Sebagian besar orang dengan anemia defisiensi besi membutuhkan 150-200 mg besi elemental per harinya.



Untuk menghindari bahaya anemia defisiensi besi, banyak orang yang mengonsumsi suplemen zat besi secara berlebih. Salah satu efek samping yang ditimbulkan akibat penggunaan suplemen zat besi adalah konstipasi atau sembelit dan tinja menjadi berwarna hitam. Sembelit adalah permasalahan yang terjadi pada bagian organ pencernaan, penyebab sembelit adalah karena  terjadinya penurunan motilitas (pergerakan) usus. Kondisi tubuh yang mengalami sembelit akan mengalami kesulitan buang air besar. Megapa  peggunaan zat besi dapat menyebabkan konstipasi  ?  Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak pejelasan berikut

Suplemen Zat Besi Sebagai Penyebab Sembelit


Terdapat  beberapa faktor yang teridentifikasi sebagai penyebab sembelit dan salah satu faktor tersebut adalah akibat dari megkonsumsi zat besi secara berlebih. Walaupun  tidak secara langsung, zat besi mempengaruhi pergerakan usus. Zat besi mengganggu keseimbangan normal mikroba dalam saluran pencernaan, yang menyebabkan kondisi yang disebut dysbiosis. Beberapa mikroba berkembang,  yang mengakibatkan  berkurangnya motilitas  (pergerakan) normal usus. Dengan berkurangnya atau melambatnya kontraksi dari usus besar, tinja menjadi lebih lama berada dalam usus dan usus akan menyerap lebih banyak air dari biasanya, sehingga feces menjadi kering dan keras. Normalnya, tinja yang terdapat di dalam usus akan didorong dengan kontraksi otot usus. Air dan garam pada usus besar  akan diserap kembali karena sangat penting bagi tubuh. Pada saat usus besar menyerap terlalu banyak air, atau juga kontraksi dari otot usus besar melambat,  tinja akan menjadi keras dan kering. 

Untuk mencegah terjadinya konstipasi  akibat mengkonsusmsi zat besi anda perlu meningkatkan penyerapan zat besi dengan cara memperbanyak konsumsi zat-zat nutrisi yang membantu proses penyerapan zat besi, yakni, protein (daging, ayam, ikan) serta vitamin C (sayuran dan buah-buahan).



Tips Agar Zat Besi Lebih Mudah Dicerna dan Diserap Tubuh

Tidak semua orang mudah mencerna dan menyerap suplemen zat besi sehingga diperlukan beberapa kiat agar tubuh dapat mencerna dan menyerap zat besi secara optimal. Berikut adalah beberapa tips agar tubuh mampu mencerna dan menyerap zat besi secara optimal.

  • Suplemen zat besi lebih baik di minum saat perut kosong, namun beberapa orang menjadi mual sehingga dapat diberikan setelah makan. Minum suplemen zat besi dengan segelas air putih satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan. Untuk menghindari efek samping, telan seluruh suplemen zat besi dan hindari mengunyah atau menghancurkan suplemen sebelum diminum.
  • Suplemen zat besi dapat diminum dengan vitamin C secara bersamaan. Kehadiran vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi sebanyak 30 persen. Vitamin C yang direkomendasikan adalah 250 mg bersamaan dengan suplemen zat besi.
  • Hindari minum antasid pada saat yang bersamaan ketika minum suplemen zat besi. Asam lambung dibutuhkan untuk menyerap zat besi dengan baik, sedangkan antasid bersifat menetralkan asam lambung.
  • Minum suplemen zat besi pada saat bersamaan ketika anda juga mengambil suplemen tembaga, mangan, dan molibdenum. Mineral tersebut diperlukan agar penyerapan zat besi berlangsung optimal.
  • Hindari penggunaan berlebihan dari suplemen seng (zinc) dan vitamin E karena dapat mengganggu proses penyerapan zat besi.
  • Ambil vitamin A dan B kompleks pada saat yang sama ketika minum suplemen zat besi. Vitamin tersebut diperlukan untuk penyerapan zat besi secara lengkap oleh tubuh.
  • Penggunaan obat yang menurunkan keasaman lambung seperti obat maag diberikan jarak waktu sekitar 2-4 jamdengan suplemen besi.

Kelebihan Zat Besi

Hingga saat ini telah diketahui pula berbagai penyakit yang berhubungan dengan kelebihan zat besi dalam tubuh. Penyakit-penyakit sebagai akibat kelebihan zat besi umumnya bersifat membahayakan, berkembang secara progresif dan tak jarang pula bersifat irreversibel (tidak dapat kembali ke fungsi semula) dan berakhir dengan adanya cedera organ.  Penyakit yang berhubungan dengan kelebihan zat besi yang paling umum adalah HFE yang terkait dengan hemokromatosis herediter atau β-thalasemia.  Kelebihan zat besi dalam tubuh dapat disebabkan oleh faktor dari dalam dan dari luar.


  • Kelebihan zat besi yang disebabkan oleh faktor dari dalam.

Kondisi kelebihan zat besi ini merupakan kondisi turun temurun (masalah genetik). Gangguan genetik di mana tubuh menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan yang menyebabkan tubuh kita mengalami kelebihan zat besi dikenal dengan hemokromatosis. Penyebab terjadinya hemokromatosis ialah karena adanya gangguan atau kesalahan dalam gen tertentu, yang dikenal sebagai HFE pada kromosom 6,  dimana gen tersebut diwariskan oleh orang tua. Gen yang rusak ini memungkinkan tubuh penderita untuk menyerap kelebihan jumlah zat besi dari makanan. Kelebihan zat besi ini kemudian disimpan dalam berbagai organ, terutama hati. Kelebihan zat besi juga dapat disimpan dalam pankreas, hati, testis, ovarium, kulit dan sendi.


  • Kelebihan zat besi akibat faktor dari luar


Kondisi ini disebabkan oleh transfusi darah berulang (pada penderita talasemia dan penyakit sickle cell), konsumsi suplemen zat besi secara berlebihan, atau pemberian zat besi secara intravena/melalui suntikan.

Demikianlah sahabat, sedikit  ulasan mengenai beberapa hal yang berkaitan zat besi.  Terdapat  beberapa faktor penyebab sembelit dan salah satunya adalah megkonsumsi zat besi secara berlebih. Dengan demikian,  patuhilah dosis yang direkomendasikan oleh dokter untuk menghindari overdosis dan lakukanlah juga upaya untuk meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh dengan cara memperbanyak konsumsi zat-zat nutrisi yang membantu proses penyerapan zat besi. Dan jika anda merasa memiliki kadar zat besi kurang atau berlebih di dalam tubuh, anda sebaiknya mengunjungi dokter untuk mendapatkan tata laksana secara cepat dan tepat sebelum terlambat.

Baca juga : Bagaimana saya bisa menyembuhkan konstipasi kronis ?


Terjawab 7 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang