Mengapa Tahun Baru Imlek disebut dengan "Tahun Baru Bulan"?

Dilihat 523 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kalender Cina telah banyak diadopsi oleh banyak negara di sekitarnya, dan beberapa orang di negara-negara tersebut mungkin tidak suka apabila hari besar yang mereka rayakan secara lokal dihubung-hubungkan secara langsung dengan negara lain. Lebih jauh lagi, orang-orang yang menyebutnya sebagai "Tahun Baru Bulan" jelas tidak mengetahui bahwa kalender tradisional Cina juga menggunakan perhitungan matahari, karena sebenarnya itu adalah kalendar Lunisolar (kalender yang menghitung pergerakan bumi mengelilingi matahari dan bulan mengelilingi bumi). Karena, jika bukan merupakan kalendar lunisolar, maka Tahun Baru Imlek tidak akan datang secara regular di waktu yang sama setiap tahunnya (awal musim semi di belahan bumi bagian utara), tetapi Tahun Baru Imlek akan terus berpindah sepanjang  tahun dan musim.

Sebuah contoh dari tahun baru bulan yang sesungguhnya adalah Tahun Baru Islam. Berdasarkan pada kalender Islam, kalender ini merupakan kalender lunar yang sebenarnya. Tahun baru, dan hari libur Muslim yang lainnya seperti Ramadan memang tidak pernah jatuh di tanggal yang sama setiap tahunnya. Misalnya, Tahun Baru Islam jatuh pada tanggal 29 Desember dengan berdasarkan kalender Gregorian di tahun 2008, lalu pada tangal 25 Oktober di tahun 2014, dan akan jatuh pada tanggal 22 September di tahun 2017.

DI negara-negara lain di luar Cina yang merayakan tahun baru dengan berdasarkan pada kalender tradisional Cina, mungkin akan lebih baik bagimu untuk menyebutnya sebagai "Tahun Baru Tradisional" dan jangan sebut sebagai "Tahun Baru Imlek". atau kau juga bisa menyebutnya dengan "Tahun Baru" ditambahkan dengan nama negara tersebut, atau dengan nama dan bahasa lokal tanpa dialihbahasakan.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang