Mengapa terorisme sering dikaitkan dengan agama Islam?

Dilihat 6,11 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

islam teroris


Dengan banyaknya kasus teror mengatasnamakan agama Islam yang diusung oleh ISIS, tak heran muncul image Islam teroris di kalangan masyarakat internasional. 


Hal ini terjadi karena adanya kalangan berkepentingan pribadi yang menggunakan agama Islam untuk propaganda politik. Apa yang mereka lakukan sesungguhnya bertentangan dengan ajaran agama Islam. Pelaku tindakan terorisme ini biasanya adalah kalangan yang menganggap agama Islam-lah yang paling benar atau biasa disebut kaum Islam radikal


Mereka menyebut bahwa yang mereka lakukan adalah tindakan Jihad, namun Jihad dalam Islam sama sekali tidak mengandung unsur kekerasan. Jihad sendiri memiliki arti berjuang secara bersungguh-sungguh di dalam syariat Islam. Misi utama Jihad adalah menegakkan Din (agama) Allah, namun dengan menggunakan cara-cara yang sesuai dengan ajaran Para Rasul dan Al Quran


Jihad yang dilaksanakan Rasul ini adalah menyebarkan agama dengan berdakwah dan memberikan ceramah pada umat untuk meninggalkan kemusyirkan dan kembali pada ajaran Allah, serta menyucikan kalbu, tak lupa juga mendidik umat agar menjalani hidup sesuai dengan tujuan penciptaan mereka, yakni menjadi khalifah Allah di bumi dengan damai dan saling mengasihi satu sama lain. 


Tindakan terror yang membentuk kesan Islam teroris tadi dilakukan oleh umat yang radikal. Ciri-ciri dari seorang Muslim radikal adalah tidak bisa menerima kritik mengenai agama Islam, seolah agama Islam satu-satunya agama yang benar di muka bumi ini. 


Namun ini bukan berarti semua umat Muslim selalu demikian. Di sinilah saya merasa tindakan terror ini sungguh merugikan tak hanya bagi para korban, tapi juga bagi umat Islam lainnya. Image yang terbentuk karena tindakan keji itu mempengaruhi cara pandang orang lain terhadap umat Islam, seakan membentuk stereotip umat Islam teroris. Tindakan terror ini bertentangan dengan Jihad dalam Islam yang sama sekali tidak membenarkan tindak kekerasan tanpa adanya alasan yang jelas.


Di bawah ini saya akan membahas degan lebih mendetail mengapa tindakan teroris sering dikaitkan dengan agama Islam.



islam teroris



Terorisme dan Kaitannya dengan Agama Islam



Mari kita tilik lebih mendalam berbagai kasus terror yang mengatasnamakan ISIS terakhir ini. Apa sebenarnya ISIS tersebut? ISIS adalah sebuah singkatan yang berarti Islamic State of Iraq and Syria yang dalam Bahasa Indonesia lebih dikenal dengan sebutan NIIS (Negara Islam Irak dan Syam). Dalam singkatan tersebut saja sudah dapat kita lihat terdapat kata ‘Islam’ di dalamnya. Irak dan Siria memang negara Islam dan keduanya memberi pernyataan pada public mengenai tindakan terorisme yang mereka lakukan seolah bangga dengan hal itu. 


Namun lantas apakah semua negara Islam lainnya juga teroris? Tentu saja tidak. Negara Islam di dunia ini tak hanya Irak dan Siria, dan masih banyak umat Islam yang hidup di negara-negara non-Islam dengan damai.

Apa yang mereka lakukan ini selain membentuk stereotip Islam teroris yang mana merugikan umat Muslim lainnya, juga bertentangan dengan Jihad dalam Islam. Meski banyak orang menyalah artikan Jihad sebagai ‘perang suci’ di masa kini, sesungguhnya Jihad tidak memiliki makna seperti itu. 


Pada dasarnya kata ‘Jihad’ memiliki arti berjuang dengan sungguh-sungguh dan ini tentunya bukan berarti dalam ‘perang’ ataupun berwujud kekerasan fisik. Jika Jihad memiliki arti perjuangan demi membela agama, perjuangan ini tidak harus dalam bentuk fisik. Jihad melarang tindakan membunuh warga sipil yang tidak aktif dalam perang seperti wanita, lansia, dan anak-anak. 


Selain itu, tindakan penyerangan hanya boleh dilakukan apabila ada serangan dari luar yang sudah dianggap mengancam dan membahayakan. Bahkan ada larangan untuk tidak merusak atau membunuh tumbuhan dan hewan jika bukan untuk dimakan. Sementara tindakan perang sangat jelas sekali mengakibatkan rusaknya lingkungan dan pasti terjadi pembunuhan atau perusakan atas hewan dan tumbuhan di dalamnya.

 

islam teroris


Layaknya karena nila setitik rusak susu sebelanga, meski ISIS hanyalah sebagian kecil dari umat Islam di seluruh dunia, aksi terror yang dilakukan mereka sudah masuk dalam skala besar dan internasional dan di sini tindakan mereka sesungguhnya adalah pedang bermata dua. Tak hanya korban jiwa yang berjatuhan, mereka pun merusak citra umat Islam lainnya yang tidak terlibat. Namun, kita tak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya, sebagai manusia yang memiliki akal sehat, kita juga seharusnya tidak menyama ratakan semua orang seperti itu. 


Seperti kasus Hitler di masa lalu, apakah lantas semua orang Jerman akan bertindak seperti Hitler? 


Tentu saja tidak. Meski dasar ajaran agama yang dipegang sama, setiap orang memiliki cara mereka sendiri untuk memahami agamanya. Mereka yang melakukan tindakan terror atas nama negara bisa saja seorang yang taat beragama namun salah menafsirkan ayat Al Quran dan bisa juga memang mereka adalah oknum-oknum yang sengaja memanfaatkan agama untuk kepentingan pribadi mereka. Dan sesungguhnya dibanding kemungkinan pertama, kemungkinan kedua ini jauh lebih buruk. 

Namun sayangnya, di Indonesia yang mayoritas warganya beragama Islam ini, kemungkinan kedua cukup sering terjadi. Seperti lengsernya Gurbernur Jakarta, Basuki Tjahya Purnama atau Pak Ahok. 


Mungkin memang dalam ajaran Islam, seorang pemimpin diharuskan beragama Islam juga. Namun, jika memang seseorang memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin, terlepas dari apa agama mereka, bukankah mereka boleh saja memimpin? Apalagi sebenarnya tidak ada ayat yang benar-benar saklek menyatakan hal seperti itu.


jihad dalam islam


Tapi tidak dengan Pak Ahok. Sejumlah oknum berusaha menjatuhkan beliau dengan membawa-bawa agama karena memang Pak Ahok bukanlah umat Muslim. Hal ini jika dikritisi, sesungguhnya tidak berbeda jauh dengan tindakan terror, meski dari skalanya lebih kecil. 


Tindakan semacam ini malah semakin menguatkan image bahwa semua umat Islam memiliki pola pikir yang radikal dan tertutup. Jihad dalam Islam memang memiliki misi untuk menyebarkan ajaran Islam di dalamnya, tapi bukan berarti tindakan propaganda politik mengatasnamakan Islam bisa dibenarkan. 


Bagi seorang non-Muslim, pasti banyak ajaran Islam yang membingungkan dan menimbulkan pertanyaan. Seperti apa sebenarnya Jihad itu, mengapa umat Islam tidak boleh mengonsumsi babi, atau mungkin pertanyaan mengenai mengapa pacaran sebenarnya tidak dibenarkan dalam agama Islam. Mungkin memang benar ada umat Islam garis keras yang benar-benar memiliki berbagai aturan, yang mungkin bagi umat agama lain aneh, tapi jangan lupa masih ada juga umat Muslim yang santai dan tidak radikal. 


Saya rasa hal ini sebenarnya berlaku bagia semua agama. Pasti ada orang berpola pikir radikal di dalam agama apa pun dan ada juga orang yang tidak terlalu ambil pusing. Yang mana pun agama Anda, kita semua tidak memiliki hak untuk menghakimi sebuah agama adalah agama teroris atau apa pun itu. 


Karena pada dasarnya, semua agama bermaksud mengajarkan kebaikan. Tidak ada agama yang membenarkan tindakan kekerasan ataupun pembunuhan. Saya yakin di dalam agama apapun, kita pasti diajari untuk hidup dalam damai dan saling mengasihi satu sama lain.


Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang