Mengapa tingkat gaji di Jakarta dan Indonesia sangat rendah?

Dilihat 4,15 rb • Ditanyakan hampir 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pertanyaan ini sepertinya selalu muncul dalam benak setiap orang, terutama mereka yang sudah pernah bekerja di luar negeri. 


Memang benar, gaji di Indonesia itu tergolong cukup rendah, walau di Jakarta sekali pun. Namun demikian, ada juga 10 Besar Profesi dengan Gaji Tertinggi di Indonesia, salah satunya adalah pimpinan alias CEO perusahaan tambang. 


Secara umum memang gaji di Indonesia termasuk cukup rendah jika dibandingkan dengan gaji di negara lain. Coba saja lihat contoh slip gaji milik Anda sendiri, orang tua Anda atau siapapun yang punya slip gaji. Lalu coba bandingkan dengan contoh slip gaji milik ekspatriat atau para TKI di luar negeri, perbedaannya pasti terlihat sangat mencolok.


Ada banyak faktor yang menyebabkan tingkat gaji di Indonesia sangat rendah. Bahkan, meskipun gaji PNS 2016 yang disebut-sebut jauh lebih tinggi dibandingkan gaji sebelumnya, ternyata masih tidak sanggup mengalahkan gaji seorang buruh di luar negeri. 


Perbandingan ini dapat kita lihat dalam Daftar Standar Gaji di Indonesia untuk beragam pekerjaan dan jabatan. Namun tentu saja, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat gaji di Indonesia.


Berikut ini saya coba paparkan alasan gaji di Indonesia secara umum, maupun di Jakarta secara khusus, sangat rendah.


1


Alasan Politis


Ini bermula dari upaya Belanda mengendalikan mayoritas pribumi Indonesia. Belanda menciptakan 3 kasta masyarakat, di mana orang-orang Eropa berada di posisi puncak, orang Cina Arab dan India berada di tengah dan pribumi berada di dasarnya. 


Salah satu cara untuk mewujudkan proses ini adalah dengan membatasi akses ke layanan publik dan juga dengan membeda-bedakan penghasilan. Sekarang, setelah kemerdekaan, struktur biaya pemerintah pada dasarnya mengikuti pola Belanda tersebut, dengan pegawai negeri sipil pribumi mendapatkan gaji yang sangat rendah. Beberapa contoh slip gaji yang berlaku dari masa ke masa bisa dijadikan bahan perbandingan.


Para penguasa memandang sistem ini bagus dipertahankan karena mereka tidak punya banyak uang untuk menggaji pegawai negeri setelah Indonesia merdeka. Apalagi, bangsa Indonesia sudah terperangkap dalam mindset penjajahan selama ratusan tahun (baik dijajah oleh Belanda atau oleh para penguasa lokal). Mereka hanya diupah untuk sekadar bisa mencukupi kebutuhan makan. 


Jadi itulah latar belakang sejarah mengapa gaji orang Indonesia begitu rendah.


Tidak percaya? 


Cek dan bandingkan saja antara gaji PNS di era 80an dan gaji PNS 2016. Jadi, jika Anda bertanya, apakah 4.6 juta rupiah adalah gaji per bulan yang baik? Jawabannya akan tergantung pada patokan standar gaji mana yang dibuat acuan. Termasuk dari sudut pandang mana jawaban tersebut diberikan, majikan atau pekerja.


2


Hal ini diikuti oleh para pelaku usaha seperti pedagang atau pemilik lahan dan industri. 


Mereka berdalih bahwa mengapa harus membayar mahal jika dibayar murah saja orang-orang itu mau? 


Dan ironisnya, pemerintah tidak memiliki inisiatif untuk melindungi para pekerja dari upah rendah. Jika mindset seperti ini masih dipertahankan, apa mungkin Indonesia bisa menyeimbangi PDB India dalam waktu 10 tahun mendatang? Kita lihat saja perkembangannya ke depan.



Pendidikan dan Produktivitas Rendah


Selain mindset penjajahan tersebut, tingkat pendidikan, inisiatif dan produktivitas pekerja membuat siapapun enggan menggaji mereka dengan standar gaji yang diterima oleh buruh Eropa. Dan sejak kemerdekaan, selama beberapa dekade Indonesia tidak memiliki kelas menengah. Kelas menengah ini adalah orang-orang yang terdidik dan bisa mewakili kepentingan pemilik dalam suatu perusahaan. 


Saya pikir hingga 1980an, kelas menengah di Indonesia masih sangat kurang. Bahkan banyak dari golongan kelas bawah yang bertanya-tanya, pekerjaan apa yang bisa saya dapatkan di Indonesia ini hanya dengan berbekal kemampuan fisik saja. Jawabannya sudah pasti, menjadi karyawan dan buruh pabrik.


Ada empat kelas di dalam masyarakat kala itu, yaitu: 

  • Pejabat pemerintah level rendah yang tidak punya akses untuk korupsi dan tetap miskin
  • Para buruh dan petani yang tetap miskin
  • Pejabat pemerintah yang belajar mengompensasi gaji rendah mereka dengan korupsi luar biasa 
  • Para pemilik perusahaan swasta
Para manajer masih langka karena perusahaan umumnya ditangani langsung oleh para pemiliknya.


3


Ketika semakin banyak orang menjadi manajer pada 1990an, pola membayar gaji rendah di Indonesia terus berlanjut. 


Tapi ini menimbulkan korupsi merajalela di semua sektor masyarakat, jika pada 1960 dan 1970an para pejabat pemerintah yang belajar untuk korupsi, maka sekarang para manajer swasta yang belajar korupsi meski tidak semasif para pejabat pemerintah.



Tingkat Korupsi Tinggi


Misalnya saja, Jakarta memiliki anggaran kota senilai US$ 5 miliar, lebih besar dari banyak anggaran perusahaan teratas di Indonesia.


Tahukah Anda gaji resmi gubernur Jakarta hanya kurang dari $1000 per bulan? Kira-kira apa yang dilakukan untuk mendapatkan uang tambahan?


  1. Mereka menciptakan banyak gaji resmi non gaji, fee untuk menghadiri pertemuan, fee untuk menduduki sebuah posisi (mereka menciptakan banyak posisi), insentif dari pungutan pajak. Besaran nilai gaji PNS memang agak signifikan jumlahnya dibandingkan beberapa tahun yang lalu, tapi tetap saja korupsi masih berjalan lancar.
  2. Mereka menciptakan banyak peluang. Sebagai penduduk Jakarta, saya memperkirakan setidaknya separuh dari anggaran non pekerja kota dihabiskan untuk korupsi. Bagaimana saya tahu? Kecepatan dan kualitas konstruksi yang dilakukan sekarang. Di sekitar rumah saya, kota telah membangun dinding kanal dengan beton, menciptakan banyak saluran air besar dan ini dilakukan di banyak bagian kota. Saya tidak bisa membantu tapi menduga, kota memiliki banyak uang untuk melakukan hal ini dalam masa jabatan gubernur sebelumnya, kemana uang ini pergi?

4


Jadi kira-kira begitu, faktor yang menyebabkan gaji di Indonesia sangat rendah meskipun kita negara yang kaya raya. Besaran nilai gaji PNS bisa dijadikan tolak ukur, seberapa besar negara mampu menggaji para pegawainya, juga menjadi patokan berapa kira-kira pihak swasta mau menggaji para pegawai mereka.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang