Mengapa TNI harus membuat tulisan besar berwarna kuning seperti " Marinir" ataupun "Kostrad" di mobil-mobil tank nya?

Dilihat 6,77 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

      

Angkatan bersenjata dari suatu negara adalah satuan dan organisasi pertahanan dan penyerangan yang dibentuk oleh pemerintah dari negara tersebut. Angkatan bersenjata dibentuk untuk menegaskan kebijakan domestik dan luar negeri pemerintah. Angkatan Bersenjata bisa terdiri dari satuan militer dan paramiliter.

Alutsista atau senjata dan alat tempur militer merupakan salah satu indikator dalam mengukur kekuatan militer yang dimiliki oleh suatu negara. Semakin banyak dan canggih alutsista yang dimiliki oleh suatu negara maka negara tersebut akan semakin kuat dan banyak disegani oleh negara lainnya. Indonesia sendiri mempunyai alutsista yang tidak kalah canggih dan modern dengan negara-negara barat. Alutsista yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia tergolong alutsista yang canggih dan modern. Apalagi sekarang ini TNI juga sudah menambah alutsista terbarunya. Salah satu alutsista yang dimiliki oleh TNI adalah Tank

Dalam sebuah pertempuran darat selain pasukan infanteri dan satuan artileri, keberadaan unsur kavaleri yang biasanya diwakili unsur tank sangatlah penting sebagai unsur pendobrak dan penggempur utama. Di Indonesia, keberadaan mobil-mobil tank TNI dimiliki oleh satuan kavaleri Korps Marinir TNI AL dan satuan kavaleri Komando Strategis TNI AD.

Nah, apa saja tank yang dimiliki kedua satuan kavaleri tersebut? Bagaimana cara membedakan bahwa Tank TNI tersebut milik marinir Indo TNI AL dan milik TNI AD? Penasaran kan? Yuk terus simak uraian berikut ini sampai habis. 


Tank-tank Korps Marinir TNI AL 



  • PT-76

Plavayushchiy Tank-76 (PT-76), merupakan jenis tank amfibi ringan buatan Rusia. Angka 76 yang melekat pada namanya bukan menunjukkan tahun pembuatannya. Namun, menandakan ukuran meriam asli tank tersebut, yakni 76,2 mm. Tank ini sudah diproduksi massal pada dasawarsa 50-an. Indonesia kemudian mulai mendatangkan alat utama sistem persenjataan ini sejak tahun 1962. Tank ini termasuk tan amfibi tertua yang dimiliki oleh Korps Marinir TNI AL.  

Tank amfibi buatan Uni Soviet (sekarang Rusia) ini berbobot tempur 14,5 ton dan sudah dioperasikan oleh Korps Marinir Indonesia sejak tahun 1960an. Kondisi PT-76 saat ini sudah sangat berbeda dengan kondisi awalnya yang saat pertama kali dibeli karena berbagai modifikasi dan retrofit yang dilakukan. Sejumlah komponen penting tank tersebut diganti dan tidak berasal dari satu negara saja. Modifikasi PT-76 antara lain meliputi penggantian mesin buatan Rusia dengan mesin buatan Amerika Serikat. Tidak hanya itu, meriam asli kaliber 76,2 mm diganti dengan meriam 90 mm. Meriam ini diproduksi oleh Belgia.

Meskipun usianya sudah lebih dari 50 tahun, sampai saat ini tank amfibi ini masih menjadi andalan Korps Marinir Indonesia. Kondisinya pun masih sangat terawat dan masih sanggup bertempur dengan baik dengan jumlah yang dioperasikan lebih dari 100 unit.

  • BTR-50

BTR-50 adalah salah satu alutsista (alat utama sistem senjata) milik TNI-AL yang sudah berusia lanjut alias paruh baya. Umur panser amfibi (pansam) ini bila ditakar memang cukup sepuh, sebab sudah beroperasi di Tanah Air sejak 1962. Pansam BTR-50 dibeli dari Uni Soviet bersamaan dengan tank amfibi legendaris Marinir, yakni PT-76. Kedua alat tempur ini memang di impor dalam menyongsong operasi Trikora. Di negeri asalnya, BTR-50 mulai beroperasi sejak 1955.

  • BMP-2

BMP-2 adalah tank tipe APC (Armored Personel Carrier) berkualifikasi amfibi. BMP-2 sejatinya bukan produk baru, tank ini dibeli bekas oleh pemerintah RI dari Ukraina dan Slovekia pada tahun 1998 dalam beberapa gelombang pengiriman.

Ketimbang tank-tank amfibi masa lalu, BMP-2 punya kehebatan mampu berenang tanpa persiapan yang rumit. Unik memang, tak ada bekal water jet ataupun baling-baling untuk berenang, tenaga untuk mengarungi air berasal dari putaran arah gerak rantai. Sekilas mirip dengan pola di panser V-150 TNI-AD, yang kemampuan renangnya dihasilkan dari arah gerak roda.

  • BMP-3F

Tank amfibi buatan Rusia ini baru diterima lengkap Korps Marinir pada akhir 2013 lalu. Dengan jumlah armada 54 unit, tank ini menjadi andalan baru operasi amfibi TNI AL. BMP-3F dilengkapi sebuah meriam utama kaliber 100 mm, sebuah kanon kaliber 30 mm serta 3 buah senapan mesin 7,62 mm. Dengan bobot 18,7 ton, tank ini bisa juga membawa 7 personel pasukan tempur bersenjata lengkap. Di medan berlumpur tank ini sanggup berlari 45 kilometer/jam, di air mampu berenang dengan kecepatan 10 kilometer/jam, dan melaju di jala raya maksimum 70 kilometer/jam. Daya jelajahnya mencapai 600 kilometer. (Baca: Apa saja modernisasi yang terjadi pada militer indonesia selama 10 tahun terakhir?)


Tank-tank Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad)


  • Scorpion 

Scorpion adalah tank ringan buatan Inggris dengan bobot sekitar 8 ton. Hadir sejak tahun 1990an, tank ini cukup diandalkan oleh TNI AD dalam berbagai operasi militer. Dengan rancang bangun dan bobot yang ringan, dua unit Scorpion dapat dimasukkan ke dalam pesawat angkut tipe C-130 Hercules yang dimiliki TNI AU yang mempermudah pergeseran dan penggelarannya di seluruh Indonesia. Scorpion milik TNI AD dilengkapi meriam utama Cockerill MK3 M-A1 kaliber 90 mm dan SMB (senapan mesin berat) kaliber 12,7 mm. Pada kubahnya terdapat senapan mesin coaxial berkaliber 7,62 mm. TNI AD mengoperasikan sekitar 90 unit tank tempur ini.

  • AMX-13 

Meski dari segi usia tank ini sudah cukup berumur karena dibuat antara tahun 1950-1960, AMX-13 masih digunakan satuan kavaleri TNI-AD sampai saat ini. TNI AD mengoperasikan 275 unit tank ini yang terdiri dari versi kanon, versi angkut personel dan versi artileri 105 mm. Karena usianya yang sudah cukup tua, tank berbobot 14 ton ini mengalami retrofit pertama di tahun 1995 oleh Direktorat Peralatan TNI AD untuk menambah daya gempurnya. Sedangkan retrofit kedua dilakukan mulai tahun 2011 dan dilakukan PT.Pindad.

  • Marder 1A3 

Medium tank buatan Jerman ini mempunyai kemampuan yang mumpuni. Marder TNI AD menggunakan meriam utama Rheinmetall Rh202 kaliber 20 mm dan senapan mesin coaxial MG3 kaliber 7,62 mm dalam satu kubah. Meriam Rh202 ini unggul dalam kecepatan tembak dan akurasi dimana sudah dilengkapi sistem optik yang didukung teleskop infrared dan kemampuan deteksi thermal untuk perang di malam hari. Selain sebagai pendobrak pertahanan lawan, Marder juga mampu mengangkut 10 orang pasukan tempur bersenjata lengkap. Dengan bobot tempur sekitar 35 ton, tank ini sanggup menjelajah hingga 520 kilometer dan berkecepatan maksimum 65 kilometer/jam. Mulai tahun 2013, TNI AD mengoperasikan 50 unit Marder dan kemungkinan akan ditambah di waktu yang akan datang.

  • Leopard 2A4 Revolution 

Tank Leopard adalah salah satu Main Battle Tank (MBT) tercanggih di dunia saat ini. Tank buatan Jerman ini sekelas dengan tank M1A1 Abrams buatan Amerika Serikat yang terkenal ketika perang Teluk berlangsung. Spesifikasi tank Leopard TNI AD adalah berat 62,3 ton,dengan persenjataan sebuah meriam utama Rheinmetall L55 kaliber 120 mm smoothbore gun, dan 2 senapan mesin MG3A1 kaliber 7.62 mm. Ditenagai mesin MTUMB 873 Ka-501 liquid cooled V12 Twin Turbo Diesel, tank ini sanggup menyemburkan daya 1.500 tenaga kuda pada RPM 2.600. Dengan kapastias tangki 1.200 liter solar, Leopard sanggup menjelajah sampai 550 kilometer dengan kecepatan maksimal 72 kilometer/jam di jalan raya dan 34 kiometer/jam di medan berlumpur. Leopard sanggup untuk melakukan pertempuran kota maupun pertempuran di medan yang berat. Tank yang mulai datang tahun 2013 lalu ini akan dioperasikan sedikitnya 114 unit oleh TNI AD.


Nah itulah beberapa jenis tank yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia. Dan mengapa TNI membuat tulisan besar "Marinir" atau "Kostrad" berwarna kuning di mobil-mobil tank nya? Hal ini sangat berguna agar dapat membedakan bahwa tank yang bertuliskan ”Marinir” berarti milik Korps Marinir Angkatan Laut dan tank yang bertuliskan “Kostrad” berarti milik Angkatan Darat. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. (Baca: Seberapa Tangguh Kopassus Indonesia?)

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang