Mengapa TNI tidak membuat sebuah kantor pusatnya untuk satuan khusus seperti Kostrad dan Kopassus atau satuan khusus lainnya?

Dilihat 3,71 rb • Ditanyakan lebih dari 4 tahun lalu
1 Jawaban 1

Lahirnya Tentara Nasional Indonesia atau di singkat TNI ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau di sebut juga Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada masa orde baru, ABRI sekarang TNI merupakan angkatan perang Indonesia yang terdiri dan membawahi tiga angkatan bersenjata yakni TNI Angkatan Darat (TNI-AD) dengan tugas menjaga keamanan dan pertahanan Negara Republik Indonesia di darat, TNI Angkatan Laut (TNI-AL) dengan tugas menjaga keamanan dan pertahanan Negara Republik Indonesia di laut, dan TNI Angkatan Udara (TNI-AU) dengan tugas menjaga keamanan dan pertahanan Negara republik Indonesia di udara. Kantor Pusat TNI adalah Markas Besar TNI  Dan kantor pusat satuan satuan khusus ada dibawah naungan Mabes tiap- tiap Angkatan. Tiap angkatan perang memiliki pasukan elitnya masing-masing atau Kopassus Indonesia yang digunakan untuk melakukan tugas yang sangat berat dan sangat penting serta melaksanakan tugas-tugas rahasia Negara. Markas besar tiap angkatan ada Mabes TNI AD, Mabes TNI AU dan Mabes TNI AL. Dan kantor pusat satuan satuan khusus ada dibawah naungan Mabes tiap- tiap Angkatan. Mengapa TNI tidak membuat kantor pusatnya untuk satuan khusus seperti Kopasus dan kostrad atau satuan khusus lainnya? Untuk lebih jelasnya kita harus mengetahui terlebih dahulu tugas-tugas dari tiap-tiap angkatan seperti TNI AD, TNI AU, TNI AL.


Sejarah Perkembangan TNI

Pada awalnya TNI berasal dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) dimana tanggal 23 agustus 1945 presiden Soekarno mengajak pemuda-pemuda bekas PETA, Heiho kaigun, dan pemuda-pemuda lainnya untuk masuk menjadi Badan keamanan Rakyat. Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan maklumat pembentukan tentara kebangsaan dengan nama Tentara keamanan Rakyat (TKR), pada 7 januari 1946 berubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat, untuk mengikuti standar militer internasional tanggal 26 januari 1946 di ubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Karena banyak laskar-laskar dan badan-badan perjuangan rakyat daerah yang belum terakomodir dan dapat menimbulkan kesalahpahaman dengan TRI maka, tanggal 3 Juni 1947 Presiden Republik Indonesia meresmikan penyatuan TRI dengan badan dan laskar perjuangan rakyat ( paramiliter) menjadi satu wadah tentara nasional dengan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pucuk pimpinannya adalah Jendral Soedirman serta anggotanya Letjen Oerip Sumoharjo, Laksamana Muda Nazir, Komodor Suryadarma, Jendral Mayor Sutomo, Jendral Mayor Sakirman dan Jendral Mayor Jokosuyono.TNI merupakan angkatan bersenjata Republik Indonesia yang tugas utamanya melindungi negara dari bahaya-bahaya yang timbul baik di dalam negeri maupun luar  yang dapat memecah belah NKRI dan melindungi negara dari ancaman yang datang dari luar. mengapa TNI tidak membuat kantor pusatnya untuk Kopasus, Kostrad, dan pasukan khusus lainnya.



Pasukan khusus Tentara Republik Indonesia 

Ada 5 pasukan Khusus Elit antara lain:

1. DENBRAVO-90 (TNI-AU)

Detasemen Bravo 90 (DENBRAVO-90) merupakan pasukan elit pasukan yang dibentuk terbatas didalam Korps Pasukan Khas Angkatan Udara yang dibentuk pada tahun 1990 an,sehingga termasuk Kopassus Indonesia yang paling muda dari Angkatan Udara. Berfungsi untuk menghancurkan kekuatan udara lawan baik pangkalan atau instalasi atau alutsistanya dengan lebih mudh dan efektif. Ada tiga Tim yang dimilki DENBRAVO-90 dengn spesialisasinya masing-masing yaitu Alfa 1 spesialis Intelijen, Alfa 2 spesialis perang di kota/hutan dan Alfa 3 spesialis Counter Teroris. Kemampuan satu orang DENBRAVO-90 sama dengan lima prajurit TNI biasa.

2. DENJAKA

DENJAKA kepanjangan dari Detasemen Jala Mengkara merupakan sebuah detasemen pasukan khusus Angkatan Laut. DENJAKA merupakan gabungan pilihan dari personel KOPASKA dan YONTAIFIB Korps Marinir TNI Angkatan Laut. DENJAKA memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dn anti sabotase di laut dan di daerah pantaiserta kemempuan klaedistin aspek laut. Seorang Calon DENJAKA dalam latihanya harus mampu berenang dengan tangan terikat dan kaki terikat melewati Selat Sunda Sejauh 30 km. Dan tangan diborgol, kaki diborgol, tubuh diikat dengan tali, dikasih balok besi dan dijatuhkan ke dalam perairan Selat Bali sampai tenggelam,ujianya berupa melepaskan diri dari cengkraman tersebut. kemampuan 1 orang DENJAKA setara dengan 120 orang TNI.

3. KOPASKA (TNI-AL)

Komando Pasukan katak atau disingkat KOPASKA dibentuk pada tanggal 31 maret 1962 oleh Presiden Soekarno dlam rangka mendukung kampanye militer di Irian jaya. Tugas utamanya adalah menyerbu kaapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, opersi pendaratan kekuatan amfibi dn penyiapan perebutan pantai. KOPASKA memiliki kekutan 3000 prajurit yang terdiri dari satu grup di Armada barat dan satu grup terdapat di Armada Timur di Surabaya. Kemampuan satu orang KOPASKA setara dengan kemampuan 24 prajurit TNI biasa.

4. YONTAIFIB

Batalyon Intai Ampibi  merupakan pasukan khusus dalam Korps Marinir Angkatan Laut. Awalnya satuan ini dikenal dengan KIPAM (Komando Intai Para Amfibi), prajurit YONTAIFIB di ambil dari prajurit pilihan Korps Marinir melalui seleksi yang ketat dan keras. Kemampuan satu orang prajurit YONTAIFIB setara dengan 24 prajurit TNI.

5. KOPASSUS (TNI-AD)

Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) yang dimiliki Angkatan Darat merupakan bagian dari Komando Utama tempur (KOTAMA) TNI-AD yang memiliki kemampuan khusus yang melebihi kemampuan prajurit biasa lainya, seperti kemampuan mengintai dengan cermat, menembak,anti teror dan lain-lain. Kemampuan 1 orang KOPASSUS–AD sama dengan 8 prajurit TNI .


Tentara Nasional Indonesia dipimpin oleh seorang Panglima Tentara Nasional Indonesia atau dikenal dengan Panglima TNI sebagi pucuk pimpinan tertinggi Tentara Nasional Indonesia. Setiap angktan dalam TNI dipimpin oleh seorang Kepala Staf, yaitu Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) dan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL). Kepala Staf tersebut menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar (MABES)nya, seperti MABES TNI-AD,MABES TNI-AU dan MABES TNI-AL.  

Markas Besar TNI-AD /MABES TNI-AD berada dibawah koordinasi Markas Besar TNI dan perwira tertinggi di TNI-AD adalah jendral berbintang empat mengepalai Angkatan Darat di bawah Panglima TNI. Sebagaimana di Matra lainya, kepangkatan di TNI Angkatan Darat terdiri dari Perwira, Bintara dan Tamtama. Dan pangkat tertinggi di Angkatan Darat adalah Jendral Besar, dan sampai saat ini ada tiga orang perwira TNI AD yang mendapat anugrah Jendral Besar, yaitu Jendral Besar Soedirman, Jendral Besar A.H. Nasution dan Jendral Besar Soeharto.

TNI-AL dibawah komando Markas Besar TNI, dipimpin oleh seorang Kepala Staf TNI-AL berbintang empat dengan pangkat Laksamana. Dibawah komando Utama TNI AL ada Komando Armada (Koarma) dipimpin oleh perwira berbintang dua/Laksamana Muda/Mayjen (Mar) selanjutnya dibawah Koarma ada pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) yng dipimpin perwira berbintang satu. Kepangkatan di TNI AL terdiri dari Perwira, Bintara, dan Tamtama. Dan pangkat tertinggi Angkatan Laut yaitu Laksamana Besar, hingga sekarang belum ada yang mendapat gelar tersebut.

TNI-AU juga dibawah komando Markas Besar TNI, dipimpin oleh seorang kepala Staf TNI-AU berbintang empat dengan pangkat Marsekal. Markas Besar TNI-AU membawahi Komando Utama (Kotama) setiap Kotama dipimpin oleh seorang perwira berbintang dua dengan berpangkat Marsekal Muda. Kepangkatan di TNI-AU meliputi Perwira, Bintara dan Tamtama, dengan pangkat tertinggi adalah Marsekal Besar dengan bintang lima. Hingga sekarang belum ada perwira TNI AU yang mendapat anugrah Marsekal Besar.


Kesimpulan mengapa TNI tidak membuat kantor pusatnya untuk pasukan khusus seperti kostrad dan Kopasus atau pasukan khusus lainnya? Karena pasukan khusus hanya ada kantor pusat semua dibawah komando Markas Besar TNI sehingga pengawasannya lebih mudah dan hanya ada satu komando saja. Sedangkan tugas-tugasnya tergantung dari mabesnya masing-masing angkatan seperti mabes TNI AD, bertugas untuk mengamanan di darat, mabes TNI AU tugasnya pengamanan dari udara, dan mabesTNI AL tugasnya melakukan pengamanan di laut. Mereka mempunyai kantor sendiri-sendiri cuma semuanya bernaung di bawah komando TNI.


Terjawab lebih dari 3 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang