Mengapa tubuh kita menjadi panas saat demam?

Dilihat 250 • Ditanyakan 7 bulan lalu
1 Jawaban 1

Untuk menjelaskannya, kamu harus paham terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan demam. Saya akan langsung menjelaskannya secara simpel agar mudah dimengerti. Demam adalah salah satu manifestasi natural atau gejala refleks dari tubuh kita sebagai respond dari sebuah infeksi atau inflamasi pada suatu bagian tubuh. Gejala ini meliputi naiknya suhu tubuh dan rasa tidak enak badan. Naiknya suhu tubuh adalah pertanda yang bisa kita ukur secara objektif, sedangkan rasa tidak enak badan adalah gejala yang dirasakan secara subjektif. Jadi inilah penjelasan dasar tentang demam. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana tubuh kita bisa menampilkan fenomena menarik seperti ini? Semua ini disebabkan oleh suatu bagian rumit dari otak kita yang disebut hipotalamus. Hipotalamus pada umumnya bertugas untuk mengatur suhu konstan tubuh kita, walaupun kita sedang berada di tengah fluktuasi suhu atmosfer (pada suatu tingkat). Suhu tubuh biasanya dijaga pada level 37 derajat celcius. Saat sebuah infeksi terjadi pada suatu bagian tubuh, jaringan yang rusak tersebut akan melepaskan sejumlah zat kimia yang disebut pyrogen ke dalam aliran darah. Pyrogen pada akhirnya akan sampai pada hipotalamus di otak kita, dan hipotalamus mulai menaikkan ambang temperatur tubuh dari 37 derajat ke lebih dari 38 derajat celcius. Hipotalamus menganggap kenaikan suhu tubuh ini sebagai standar yang baru.  Suhu tubuh kita kemudian mulai naik perlahan dan kita mulai merasakan demam. Jadi, berlawanan dengan teman quaran saya yang sudah memberikan penjelasan sebelumnya, pada dasarnya demam dan rasa 'panas' (bukan 'panas' dalam arti saat kita mendeskripsikan Angelia Jolie tentunya) adalah sinonim dan tidak terjadi seperti yang kamu pikir. 

Terjawab 7 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang