Mengapa tulisan-tulisan Cina dilarang di bandara udara Indonesia?

Dilihat 221 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Aturan ini adalah peninggalan rezim Orde Baru yang menekan segala bentuk ekspresi kebudayaan Cina dan sebenarnya dihapus pada tahun 2001 oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Bentuk-bentuk deklarasi adat yang melarang ini telah lama diganti, namun situs travel online terus menyebutkannya satu dekade setelahnya karena sedikit orang yang benar-benar mengecek faktanya dan banyak yang menyebarluaskan informasi yang ketinggalan jaman.

Sebagai sejarahnya, larangan itu berasal dari Kementrian Perdagangan dan Koperasi Surat No. 286 tahun 1978 tentang Larangan Impor, Berdagang, dan Sirkulasi Segala Jenis Bahan Cetak dalam Bahasa dan Karakter Cina. Itu beralasan bahwa larangan itu ternyata "untuk kepentingan memelihara dan mengembangkan kebudayaan Indonesia demi menjaga integritas dan kesatuan negara dan meningkatkan pengembangan bahasa nasional."

Bentuk deklarasi adat termasuk obat-obatan Cina dalam daftar yang dilarang karena mereka dianggap berbahaya bagi kesehatan. Pengepakan obat-obatan Cina biasanya menggunakan karakter Cina untuk menjelaskan kandungannya supaya deskripsinya tidak hilang setelah diterjemahkan, jadi itu termasuk sebagai jenis bahan cetak.

Presiden Wahid menghapus aturan ini pada Februari 2001. Akan tetapi, karena ketatnya aturan birokrasi Indonesia, bentuk deklarasi adat yang mencantumkan larangan ini tidak diganti hingga tahun 2003.


Sumber : Aimee Dawis (2009), The Chinese of Indonesia and Their Search for Identity

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang