Menurut jalur evolusi, apakah manusia purba akhirnya akan punah, mungkin seperti di planet lain?

Dilihat 3,75 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tentu saja jawabannya adalah ya. Homo sapien sapiens AKAN punah, dengan satu cara atau lainnya. Bagaimana ini bisa terjadi bergantung sepenuhnya pada kita. Hal ini bisa terjadi dalam kejadian yang relatif cepat atau memakan waktu yang lama. Jika anda memikirkannya, ada puluhan spesies hominid, dan sebelunya, spesies anthropoidal (kera) lain yang bercabang dan akhirnya menjadi kita. Jika disederhanakan, kita adalah penyintas tunggal dari semua spesies manusia yang pernah hidup. Titik. Secara statistik, tingkat keselamatan dari semua species Homo hanyalah sekitar 2 persen, jika tidak kurang. Tidak ada model pendahulu yang masih hidup di masa kini. Namun, jika diukur dari populasi kita yang sekarang, kita juga salah satu spesies hominid yang paling sukses. Jika semuanya berjalan baik, kita akan menyintas cukup lama untuk bisa berevolusi menjad spesies baru, dimana pada saat itu spesies kita yang sekarang, homo sapien sapiens, mungkin akan mati. Hal ini terjadi dan memang bagian dari bagaimana kehidupan bekerja.

Namun, pahamilah bahwa hal ini takkan terjadi hingga sekitar ratusan ribu tahun kedepan. Meskipun lamban, tetap saja akan terjadi. Bahkan spesies tertua yang hidup pada hari ini, seperti hiu dan buaya, telah berevolusi setidaknya beberapa kali sejak awal keberadaan mereka. Kita telah sedikit berevolusi sejak awal kehadiran kita. Kita lebih tinggi dan hidup lebih lama, memiliki warna kulit dan mata serta jenis mata dan rambut yang beragam. Apa yang kita sebut dengan ‘ras’ adalah modifikasi evolusi yang memberikan kemampuan menyintas yang lebih baik di tempat yang berbeda. Pada dasarnya, kita baru saja mulai mencabang, dan kemudia menyatukan sifat-sifat baru ini. Jadi, dalam skenario ini, kita menjadi punah dengan berevolusi, menghabiskan ribuan tahun untuk menjadi keturunan hominid yang baru. Tentu saja, jika kita tidak punah duluan. Kita sebagai hewan terunik yang pernah menjalani, terbang dan merenangi Bumi, mampu memunahkan diri kita sendiri. Kita sudah bertanggungjawab atas kepunahan-kepunahan terbesar dalam sejarah Bumi, menghapuskan begitu banyak spesies. Memang, banyak diantara mereka yang sudah waktunya punah, atau bahkan terlalu istimewa untuk bisa beradaptasi. Namun itulah jalannya evolusi. Tetapi, kita juga memiliki kecenderungan untuk berkonflik, serta kemauan untuk ketegangan tanpa batas. Inilah sebabnya mengapa kita masih punya senjata nuklir. Berjaga-jaga seandainya ada orang yang ingin meningkatkan ketegangan. Kita punya cukup banyak nuklir untuk memusnahkan diri kita sendiri berulang kalo, dan membuat bumi tak dapat ditinggali selama ribuan tahun. Setidaknya untuk kita. Kecoa dan tupai mungkin akan selamat. 

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang