Bagaimana caranya membuat naskah drama dengan cerita yang menarik, tidak membosankan, dan tidak berjalan terlalu lambat?

Dilihat 761 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Seperti yang kita semua tahu bahwa apresiasi terhadap berbagai seni di dunia memang sudah digandrungi dan dianggap sebagai seni yang bisa menghibur sejak dulu. Berbagai hasil karya seni berupa musik, tarian, film, drama, puisi tidak asing lagi di telinga kita, walaupun kita bukanlah seorang yang mengerti tentang seni secara mendalam namun kita bisa menikmatinya. 


Salah satu seni yang masih eksis hingga saat ini adalah seni drama. Drama merupakan cerita yang disajikan dalam bentuk percakapan diantara para pemerannya yang juga memperagakan beberapa gerakan di atas panggung atau pentas. 


Namun tahukah anda dalam membuat sebuah naskah drama pendek, dibutuhkan beberapa ide agar drama yang disajikan tidak membosankan. Banyak orang atau para penulis yang merasa kesulitan dalam menghadapi hal ini, mereka terkadang tidak tahu bagaimana harus mengembangkan sebuah cerita agar menjadi suatu tampilan yang menarik bagi para penonton. 

Oleh sebab itu, dalam artikel ini saya akan menunjukkan cara membuat contoh naskah drama singkat yang menarik sehingga tidak akan membuat penonton bosan dan jengah.


Jenis-jenis drama


Jenis-Jenis Drama


Pemetasan drama yang sering disebut juga dengan pertunjukan teater menggunakan naskah drama untuk mengatur dialog antar tokoh, pergantian setting, dan pembagian babak dalam sebuah drama. Meskipun hampir mirip seperti film yang ditampilkan sebagai seni pertunjukan, drama memiliki beberapa perbedaan besar dengan film. 


Beberapa perbedaan tersebut di antaranya seperti ceritanya yang lebih ringan dibandingkan film, peralatan yang lebih sederhana, tidak ada pengulangan dalam pertunjukan drama karena drama ditampilkan secara langsung di depan penonton. 

Oleh karena itu diharapkan dalam sebuah pementasan drama, kesalahan yang terjadi harus ditekan seminimal mungkin oleh para pemeran dan tim yang berperan di belakang layarnya, karena sedikit kesalahan saja bisa berpengaruh pada keberhasilan drama tersebut. 


Drama dibagi menjadi beberapa jenis. 

Ada 3 dasar jenis kategori yang membedakan jenis drama, yakni berdasarkan penyajian kisah drama, berdasarkan keberadaan naskah drama tersebut, dan berdasarkan sarana. Berikut adalah penjelasannya:


1. Jenis drama berdasarkan penyajian kisah drama terdapat 8 jenis antara lain:

  • Melodrama, yaitu drama yang dialognya diucapkan dan diiringi oleh musik.
  • Farce, yaitu drama yang menyerupai dagelan, namun tidak sepenuhnya drama tersebut dagelan. Dengan kata lain drama yang ceritanya diselingi dengan guyonan. 
  • Tablo, yaitu jenis drama yang lebih mengutamakan gerak. Para pemainnya tidak mengucapkan suatu dialog, namun dengan melakukan berbagai gerakan penonton akan memahami jalan ceritanya dengan gerakan yang dimainkannya.  
  • Sendratari, yaitu drama yang dilakukan dengan cerita penggabungan antara seni drama dan seni tari.  
  • Tragedi, yaitu drama yang bercerita tentang kesedihan biasanya menceritakan kisah hidup seseorang atau drama keluarga. 
  • Komedi, yaitu drama yang bercerita tentang humor yang penuh dengan kelucuan sehingga akan membuat penonton tertawa dan terhibur.
  • Tragikomedi, yaitu perpaduan antara kisah drama tragedi dan komedi. Drama yang menceritakan tidak hanya kesedihannya saja tapi diselingi dengan komedi, sehingga tercipta suatu seni yang luar biasa.
  • Opera, yaitu drama yang dialognya dinyanyikan dan diiringi musik sehingga pemeran harus memiliki kemampuan bernyanyi yang baik.  

Ciri-ciri drama

2. Berdasarkan sarana pementasannya, drama terbagi menjadi 6 jenis drama:

  • Drama televisi, biasanya penayangannya disiarkan melalui TV. Hampir sama dengan drama panggung, namun drama televisi tidak dapat diraba.  
  • Drama film merupakan drama film menggunakan media layar lebar serta biasanya dipertunjukkan di bioskop.  
  • Drama wayang pertunjukkan drama yang diiringi dengan pagelaran wayang yang pemainnya wayang kulit, atau bisa aktor yang disebut dengan wayang orang.
  • Drama Boneka adalah drama yang para tokoh dramanya tidak dimainkan oleh aktor manusia sungguhan, tetapi boneka yang dimainkan dan disuarakan oleh beberapa orang.  
  • Drama panggung yaitu drama yang sepenuhnya dimainkan di atas panggung pertunjukan.
  • Drama radio, drama yang dimainkan pada saluran radio tidak seperti biasanya. Drama ini tidak dapat dilihat, tapi hanya dapat didengarkan oleh penikmatnya saja dengan melalui saluran radio.  

3. Berdasarkan naskah drama. terbagi menjadi 2 jenis antara lain: 

  • Drama Tradisional yaitu drama yang tidak menggunakan naskah.  
  • Drama Modern yaitu drama yang menggunakan naskah. Termasuk di dalamnya naskah drama pendek

Unsur-unsur drama



Mengenal Ciri-Ciri Naskah Drama dan Unsur-unsur Drama


Selain kamu sudah mengetahui jenis-jenis drama seperti yang sudah disebutkan di atas, penting bagi kamu juga untuk mengetahui ciri-ciri naskah drama dan juga unsur-unsur dalam drama sebelum kamu memutuskan untuk membuat sebuah naskah drama yang menarik. Hal ini akan berguna bagi kamu untuk dapat membedakan perbedaan naskah drama dengan naskah film, kamu harus mengenal ciri-ciri drama dan unsur-unsur yang terdapat pada drama terlebih dahulu. 


Berikut adalah ciri-ciri yang terdapat dalam sebuah naskah drama:


Unsur-unsur dalam drama


  • Dialog dalam drama tidak menggunakan tanda petik. Hal ini dikarenakan dialog drama bukan sebuah kalimat langsung. Oleh karena itu, naskah drama sendiri seharusnya tidak menggunakan tanda petik.  
  • Naskah drama dilengkapi dengan sebuah petunjuk yang harus dilakukan pada tokoh pemeran yang bersangkutan. Petunjuk tersebut bisa ditulis dalam tanda kurung atau bisa juga dengan menggunakan jenis huruf yang berbeda dengan huruf yang lainnya.  
  • Seluruh cerita drama berbentuk dialog, baik itu tokoh dan juga naratornya. Inilah ciri utama dalam naskah drama, semua ucapan harus ditulis dalam bentuk percakapan. 

Cara membuat naskah drama


Mengetahui unsur-unsur drama sangat diperlukan agar bisa menulis naskah drama yang terarah dengan jalan ceritanya yang tidak menyimpang dari alur cerita sehingga akan menghasilkan naskah drama yang menarik dan tidak membosankan. Adapun unsur-unsur drama yang harus diketahui sebagai berikut:

  • Menentukan tema, tema adalah ide pokok atau sebuah gagasan utama yang terdapat dalam cerita drama. 
  • Menentukan alur, alur merupakan jalannya cerita drama dari pertunjukkan dimulai sampai selesai. 
  • Menentukan tokoh drama sebagai pemain terdiri atas tokoh utama dan tokoh pembantu. 
  • Menentukan watak adalah perilaku yang diperankan oleh tokoh drama. Tokoh utama mempunyai watak tersendiri, demikian pula dengan tokoh pembantu.
  • Menentukan latar yang terdiri dari gambaran tempat, waktu, serta kondisi yang terjadi di dalam kisah drama yang sedang berlangsung. 
  • Amanat atau pesan apa yang akan disampaikan oleh cerita drama tersebut misalnya tentang persahabatan atau kerukunan rumah tangga. 

Membuat naskah drama yang menarik



Membuat Naskah Drama


Membuat cerita drama yang menarik memang membutuhkan ide-ide berupa imajinasi dimana penulis naskah bisa membayangkan kejadian apa yang akan ditayangkan dalam sebuah pentas. Tentu hal ini membutuhkan keahlian dimana menulis naskah drama pendek tidak sama halnya ketika menulis cerita narasi untuk sebah novel, misalnya.

Perlu diingat juga dalam sebuah drama seorang penulis naskah hanya bisa mengandalkan dialog antar tokoh, gerakan tokoh, setting, dan juga narator untuk menggambarkan sebuah cerita kepada penontonnya. 


Untuk itu, penulis naskah harus bisa mengandalkan beberapa unsur drama tersebut untuk membuat cerita drama yang menarik. 


Namun ada lagi tantangan yang akan penulis naskah drama pendek hadapi, dia harus bisa membuat sebuah naskah drama yang tidak membosankan ketika ditonton oleh penontonnya. 


Lalu bagaimanakah cara menulis naskah drama pendek yang menarik dan tidak membosankan? Saya akan membahas mengenai cara untuk membuat contoh naskah drama pendek yang menarik untukmu. 

Berikut ini saya akan menjelaskan apa saja yang bisa kamu lakukan untuk membuat sebuah naskah drama yang luar biasa, di antaranya:


Cara membuat naskah drama


1. Pemilihan Tema yang Tepat

Tema adalah sebuah gagasan yang menjadi pilar terciptanya sebuah naskah drama yang berhasil. Untuk itu, dalam pemilihan tema kita harus lebih berhati-hati. Kamu bisa memilih beberapa isu yang sedang ramai diperbincangkan di masyarakat jika kamu memang menginginkan sebuah drama yang ingin memberikan sebuah pesan sosial yang mendalam. Atau kamu juga bisa membuat sebuah drama yang bertema komedi agar bisa menghibur penonton dan tetap memberikan pesan di dalamnya.


2. Jangan Terlalu Mengandalkan Dialog

Kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang penulis naskah drama adalah terlalu banyak menggunakan percakapan atau dialog di dalam sebuah babak drama. Padahal ini bisa menjadi kegagalan dari pertunjukkan drama walaupun drama tersebut memiliki cerita yang menarik. 

Tentu saja kamu bisa membayangkan jika dalam sebuah drama ada terlalu banyak percakapannya, penonton akan merasa jenuh dengan permbicaraan yang terus-menerus dan menoton. Lebih baik kamu menggunakan dialog seminimal mungkin yang bisa disandingkan dengan gerakan para pemeran drama. 

Jika memang kamu memerlukan media untuk menjelaskan sesuatu kepada penonton, kamu bisa menggunakan narator ataupun perubahan setting untuk menyampaikan maksud cerita.


3. Menonjolkan Perbedaan Sifat Pemeran

Cara membuat jalan cerita untuk menjadi sebuah naskah drama pendek yang bagus adalah dengan menonjolkan perbedaan sifat pemeran dalam drama. Kamu bisa membuat cerita yang berhubungan dengan ini, karena sejatinya dalam kehidupan manusia juga kita dikelilingi oleh menusia yang memiliki sifat yang berbeda. Hal ini akan berguna untuk tidak menimbulkan kesan monoton dan membosankan dimana dengan menampilkan perbedaan sifat pada pemerannya penulis juga bisa memanfaatkannya sebagai media penyampaian amanat drama dengan tepat.


4. Pengaturan Babak dalam Drama

Pengaturan babak dalam drama juga harus diperhatikan dalam membuat naskah drama yang menarik. Kamu diharapkan untuk tidak mengisi sebuah babak dengan berbagai plot di dalamnya. Jika memang plot yang akan disajikan cukup banyak, kamu bisa membaginya ke dalam beberapa babak. Usahakan juga untuk tidak menampilkan banyak pemeran dalam satu babak awal yang bisa membuat penonton kebingungan karena jalan cerita yang terlalu cepat.


5. Membuat Naskah Drama yang Lengkap

Apa maksud dari naskah yang lengkap? Naskah drama yang lengkap adalah yang lengkapi dengan berbagai unsurnya sehingga naskah tersebut dapat dengan mudah dibaca dan dipahami oleh para pemeran drama. Misalnya, kamu harus menuliskan juga ekspresi dari pemeran saat akan mengatakan suatu dialog tertentu dengan lengkap dan jelas. 

Kita semua tahu bahwa ekspresi dalam sebuah drama adalah hal utama dimana mungkin bagi sebagian orang dianggap berlebihan, namun itulah ciri khas sebuah drama yang berkualitas.


Demikian penjelasan di atas tentang cara membuat naskah drama yang menarik dan tidak membosankan agar kamu bisa membuat naskah drama dengan baik. Untuk pemilihan jalan cerita dalam pembuatan naskah drama sepertinya, harus sesuai dengan selera penulis naskah karena setiap jalan cerita drama sejatinya akan menjadi menarik jika penulis bisa mensiasatinya dengan membuah naskah drama yang benar. 

Selain itu, untuk membuat sebuah pementasan drama yang sukses, kamu bersama tim dramamu harus bekerja sama dan tidak saling ingin menonjolkan diri. Keberhasilan sebuah drama adalah adanya keseimbangan kerjasama antara semua orang yang terlibat di dalamnya. 


Ingat juga untuk melakukan latihan drama yang teratur sebelum waktu pementasan drama sehingga para pemeran drama bisa lebih menghayati peran yang akan dibawakannya. Semoga artikel ini bermanfaat buatmu!!

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang