Negara mana yang lebih konservatif, Malaysia atau Indonesia?

Dilihat 8,25 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Secara teori definisi konservatif adalah diam atau tidak bergerak, tidak mau menerima atau melakukan perubahan terhadap ide-ide baru. Arti konservatif ditujukan untuk segala sesuatu yang sifatnya mempertahankan apa yang sudah berlaku dan tidak mau atau meminimalisir adanya perubahan apakah perubahan itu berupa keadaan, kebiasaan ataupun tradisi.

Biasanya orang yang bersifat konservatif adalah kolot/kuno. Jadi secara umum dapat digambarkan ciri-ciri masyarakat konservatif adalah tidak suka terhadap perubahan karena kuatir mempunyai dampak yang tidak baik terhadap dirinya maupun lingkungan dan menganggap budayanya sudah sempurna.

Masyarakat yang hidup di kota-kota kecil (pedesaan) pada umumnya masih memiliki cara berpikir yang konservatif. Mereka sangat menjaga tradisi dan budayanya, sehingga terkadang kurang peka terhadap perubahan.

Sedangkan liberal adalah faham yang menghendaki adanya kebebasan kemerdekaan individu di segala bidang, baik dalam bidang politik, ekonomi maupun agama. Secara umum paham liberalisme yaitu adanya suatu kondisi masyarakat yang bebas yaitu mencakup kebebasan berfikir bagi setiap individu dengan menolak adanya pembatasan bagi pemerintah dan agama serta pandangan yang berpusat pada individu dan menganggap semua individu memiliki hak yang sama dalam pemerintahan, termasuk persamaan hak untuk dihormati, hak untuk berekspresi serta bebas dari ikatan-ikatan agama dan ideologi. 

Kelompok masyarakat liberal biasanya banyak ditemukan di kota-kota besar yang dicirikan oleh kebebasan dalam tindakan, kebebasan menyatakan pendapat dan kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. 

Nah, sekarang negara mana yang lebih konservatif? Indonesia atau Malaysia? Untuk menjawab pertanyaan tersebut , mari kita lihat uraian singkat di bawah ini : 


Malaysia vs. Indonesia

Jika anda bertanya yang mana lebih konservatif antara Malaysia dan Indonesia, disini saya akan mencoba menjelaskan berdasarkan pendapat saya pribadi :

 


  • Malaysia 

Sebagaimana yang terjadi di negara lainnya, dimana ada agama yang dipeluk secara mayoritas, Malaysia pun memiliki agama yang mayoritas dianut oleh masyarakatnya. Meskipun Malaysia tidak hanya memiliki satu agama resmi, hampir setengah dari populasi di negara ini adalah pemeluk agama Islam. Jadi Islam merupakan agama mayoritas di Negeri Jiran tersebut . Ada sekitar 28 Juta penduduk Malaysia dan sekitar 61% dari mereka adalah Muslim .

Hal ini berarti bahwa mayoritas populasi di Malaysia memegang teguh kepercayaan dalam kehidupan sosialnya sebagai seorang Muslim, yang mungkin terlihat bersifat konservatif bagi sebagian orang. 

Pengaruh agama Islam jelas berdampak pada kehidupan sehari-hari di negara ini. Kadang-kadang pengaruh tersebut dapat dirasakan dengan adanya hal-hal kecil seperti panggilan untuk salat di masjid setempat.

Orang-orang asing di Malaysia tidak diwajibkan untuk mematuhi tradisi Islam dan bebas menjalankan agama mereka sendiri. Namun mereka harus selalu menghormati adat istiadat setempat dengan bertindak dan berpakaian konservatif untuk menghindari persinggungan budaya di masyarakat lokal. Karena agama (khususnya Islam ) memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Malaysia, maka banyak aturan yang cukup membatasi perilaku kehidupan sehari-hari, tentunya pembatasan tersebut sangatlah baik dan bertujuan untuk kebaikan bersama. Meski begitu, cara berpikir, sudut pandang, pendidikan dan kesejahteraan di negara Malaysia amatlah maju, tidak ada pembatasan untuk kemajuan tiap individu.


  • Indonesia

Indonesia bukan negara agama yang mengakui adanya salah satu agama resmi, dan juga bukan negara sekuler yang tidak menolerir campur tangan agama di dalam urusan negara, walaupun dari jumlah penduduk sekitar 250 juta, sekitar 88 % adalah Muslim, hal itu menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Adapun fakta lainnya mengenai negara Indonesia dalam pandangan saya adalah: 

  • Indonesia adalah Negara yang Beragama, namun bukan Negara Agama, artinya idiologi bangsa Indonesia bukan dari doktrin atau akidah agama tertentu, tetapi idiologi bangsa Indonesia berasal dari Pancasila
  • Indonesia juga bukan Negara Sekuler, artinya bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius atau bangsa yang beragama. Indonesia menganut agama majemuk, dan Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan keberagamannya agar dapat hidup harmonis, rukun dan saling menerima, saling mengakui dan saling menghargai.
  • Indonesia adalah salah satu negara demokrasi terbesar di dunia dan memiliki toleransi beragama sangat tinggi. Contohnya saja walaupun mayoritas penduduknya beragama Islam, masyarakat yang memiliki keyakinan lain dapat hidup berdampingan secara damai.
  • Di Indonesia penegakan hukum, kebebasan berpikir, menyatakan perasaan secara lisan dan tulisan, persamaan hak, kebebasan beragama, perlindungan hak asasi manusia dan seterusnya telah berjalan dengan cukup baik 

Bagi Indonesia, disebut apa saja sistem pemerintahan itu, yang penting nilai-nilai agama yang dianut di dalam masyarakat bebas diimplementasikan. Walaupun Indonesia dihuni oleh mayoritas muslim namun yang lebih penting adalah di Indonesia tidak memberikan pembatasan terhadap pemeluk agama Iain untuk mengamalkan ajaran agamanya.

Oleh karena itu yang jelas bisa terlihat dalam kehidupan masyarakat di Indonesia adalah adanya saling menghormati satu sama lain diantara semua pihak yang berasal dari latar belakang suku, agama, ras dan asal-usul yang berbeda-beda. Bebas berekspresi namun masih tetap menjaga nilai dan norma-norma yang diwariskan.


    


Penilaian konservatif dilihat dari sudut pandang agama, maka terdapat satu hal yang perlu dicatat bahwa orang muslim yang tinggal di kota-kota besar lebih liberal dibandingkan dengan muslim yang tinggal di kota-kota kecil. Hal ini bisa terlihat dari cara berpakaian, cara berbicara, cara bertindak dan berfikir. Mereka yang tinggal di kota-kota besar akan lebih berpandangan terbuka terhadap perubahan.

Jadi, saya pikir berdasarkan pendapat saya antara Malaysia dan Indonesia sama saja, tidak ada yang lebih konservatif, karena kedua negara sama-sama mempunyai pandangan liberal dan konservatif. Arti konservatif dalam pengertian yang sebenarnya yaitu, diam, statis, kolot atau pun kuno tidak berlaku untuk kedua negara ini. Hal ini ditunjukkan dengan adanya beberapa tatanan hidup yang dibatasi oleh norma, budaya, adat dan agama, namun disisi lain masyarakat di dua negara ini memiliki hak untuk maju, berpendidikan tinggi, berekspresi dan menyatakan pendapat.


.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang