Obat medis atau Farmasi?

Dilihat 233 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Ini pertanyaan yang susah - khususnya aku bukanlah dokter atau orang farmasi (walaupun aku disertifikasi teknisi medis darurat bertahun” lalu) Biarkan aku memberi tahu beberapa hal acak:


Kamu mungkin ingin berpikirsedikit tentang perbedaan tipe dokter. Tidak semuanya memiliki kehidupan yang sama.

Dokter perawatan primer yang kuketahui stres dan menyarankan anaknya untuk tidak masuk ke bidang itu. Saya punya teman yang mengikuti sejenis jalan inkonvensional dan akhirnya ketemu jalan untuk eksperimen operasi plastik versi “minimally invasive”. Dia dengan besar menemukan tekniknya sendiri. Dia menjalani klinik kecil yang mandiri di Los Angeles. Dia sepertinyamemiliki banyak waktu untuk dihabiskan dengan anaknya dan bahkan melakukan kerjaan pro bono untuk pasien AIDS. Dia sepertinya menikmati hidupnya dan sepertinya tidak stres. Beberapa spesialis lain seperti radiologi atau anestesi sepertinya (setidaknya dari luar) memiliki hidup yang mirip dengan hidupya ahli farmasi. Farmasi tidak menghasilkan uang sebanyak dokter, tapi lagi kebanyakan kerja di perusahaan besar seperti drugstore chain. Saya ragu kalau banyak ahli farmasi butuh membawa pekerjaannya pulang saat malam. Dokter praktek keluarga yang menjalankan praktek sendirinya dibawah tekanan karena mereka harus mendukung suster dan staf untuk mengatasi laporan.

Satu observasi yang saya lakukan tentang obat medis adalah kami memiliki ketidakcocokan patologi antara bagaimana kami memilih dokter dan pekerjaan yang sebenarnya dibutuhkan. Itu, proses seleksi dan pembelajaran polar introvert dimana (setidaknya penyedia perawatan primer) yang dibutuhkan adalah polar ekstrovert. Kalau kamu tidak nikmati ngobrol dengan 40 orang berbeda setiap harinya, kamu jangan jadi dokter perawatan primer.


Saranku adalah kamu bertanya” ke sekitar dan jika kamu bisa “memperhatikan” ahli farmasi untuk sehari dan juga memperhatikan dokter jenis llain. Lihat gaya hidupnya. Kamu bilang berumur 18. Apakah kamu masih SMA? Jika ya guru BK harusnya bisa membantu mencarikan program “memperhatikan”.

Jika kamu mau masuk kuliah atau pra kuliah, saya rasa kamu akan mengambil kursus dasar dulu untuk setahun atau dua tahun. Begitu juga, cari sukarelawan atau kesempatan yang bisa memungkinkanmu memperhatikan pekerjaannya dulu.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang