Pada umur berapa pubertas berhenti?

Dilihat 3,21 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Setiap orang pasti semasa hidupnya pernah mengalami masa puber. Masa pubertas adalah sebuah masa transisi serta masa tumpang tindih, yang mana seseorang beralih dari masa kanak-kanak menuju ke masa remaja, namun ciri-cirinya sebagai kanak-kanak masih ada sedangkan ciri-ciri remaja juga sudah mulai terlihat pada dirinya. Baik ciri biologis maupun ciri psikologis, yang mana ciri-cirinya sebagai kanak-kanak akan hilang ketika organ-organ seksualnya telah berfungsi secara matang dan menjadikannya beralih ke masa remaja. 


Secara umum masa pubertas wanita dengan masa pubertas pria sedikit berbeda dan berlangsung sekitar 5-6 tahun. Pada wanita, usia puber berlangsung sekitar 7-13 tahun, sedangkan pada pria berlangsung di usia 9-15 tahun.


Pubertas adalah salah satu tahapan perkembangan tubuh yang normal dan terjadi pada setiap perempuan dan laki-laki. Ini adalah proses yang dialami oleh tubuh dalam menyiapkan perkembangan dan mematangkan alat reproduksinya. Dan pada masa pubertas ini pasti diiringi dengan sejumlah perubahan hormonal dan fisik pada setiap anak yang mengalaminya. 


Nutrisi yang cukup serta perhatian dan komunikasi yang bagus antara anak dan orang tua akan sangat membantu dalam masa ini.


pubertas 1

Pengertian Pubertas


Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa masa puber adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke remaja dan dewasa. 


Pada masa pubertas wanita maupun pada masa pubertas pria terjadi sejumlah perubahan fisik, hormonal, psikologis, dan sosial yang ditandai dengan munculnya tanda-tanda seksual sekunder serta proses pematangan organ reproduksi hingga sempurna. Masa pubertas adalah masa yang pasti dilewati oleh setiap anak yang mulai beranjak dewasa dan berhenti ketika organ seks telah berfungsi secara matang.


Secara umum masa pubertas berakhir pada usia 13 tahun untuk perempuan dan 15 tahun untuk laki-laki. Dan ini bukanlah sebuah peristiwa yang mendadak terjadi begitu saja, namun merupakan refleksi pematangan atau maturasi secara bertahap pada aksis hipotalamus-hipofisisgonad yang telah berlangsung sejak janin hingga pubertas. 


Kata puber sendiri berasal dari bahasa latin Pubescere yang artinya mendapatkan pubes atau rambut kemaluan, yang merupakan ciri kelamin sekunder sebagai tanda perkembangan seksual. Matangnya organ seksual hingga sampai pada tahap fungsional berbeda pada tiap individu, namun secara umum berakhir pada usia 13-15 tahun.


Pubertas merupakan akibat dari peningkatan sekresi hormon GnRH atau Gonadotropin Releasing Hormone dari hipotalamus. Peningkatan sekresi ini dilanjutkan dengan serangkaian perubahan sistem endokrin yang cukup kompleks. Selain itu juga muncul sistem umpan balik positif dan negatif. Diikuti juga dengan munculnya ciri-ciri seksual sekunder serta proses pematangan alat reproduksi.


pubertas 2

Hal Yang Terjadi Saat Pubertas


Masa puber berlangsung ketika anak mulai beranjak dewasa dan berakhir ketika organ seksnya telah benar-benar berfungsi secara matang. Masa pubertas wanita dan pria sama, yaitu berlangsung selama kurang lebih 5 tahun. Masa ini dimulai dengan tanda-tanda pertumbuhan organ seksual pada diri sang anak selama sekitar dua tahun sebelum si anak mengalami menstruasi pertamanya atau ejakulasi pertamanya.


Selain itu, hal yang biasanya terjadi saat pubertas berlangsung adalah perubahan bentuk fisik. Hal ini dapat dilihat pada munculnya lekuk pada beberapa bagian tubuh wanita. Ini terkait dengan mulainya pembesaran payudara serta perubahan pada proporsi lekuk bagian pinggul. Selain itu pada bagian tertentu dari tubuh ditumbuhi bulu-bulu halus. 


Sedangkan perubahan fisik yang terjadi pada pria adalah pita suaranya, pertumbuhan rambut kemaluan, pembesaran ukuran testis dan penis. Proporsi bahu dan dada pun menjadi lebih lebar atau bidang. 


Perubahan ini berkaitan dengan adanya produksi hormon pada keduanya. Pada laki-laki diproduksi hormon testosteron sedangkan pada wanita diproduksi hormon estrogen.


Produksi hormon ini juga mempengaruhi pertumbuhan jerawat serta adanya permasalahan terkait bau badan. Selain perubahan fisik, juga terjadi perubahan psikis yang terpengaruh oleh hormon tersebut. Diantaranya adalah mulai adanya ketertarikan terhadap lawan jenis, adanya keinginan untuk diakui oleh lingkungannya, serta beberapa emosi kompleks yang lain. Hal-hal ini adalah keadaan yang dialami oleh anak yang berada pada masa puber, dan terjadinya biasanya berlangsung secara gradual. 


Namun, berakhirnya masa pubertas tidak menandakan berakhirnya pertumbuhan fisik, karena ada juga kasus di mana seseorang tetap bertambah tinggi walau usianya sudah mencapai 20 tahun.


pubertas 3


Usia Saat Pubertas


Usia saat seorang anak memasuki masa pubertas adalah pada kisaran umur 7 hingga 9 tahun dan akan berakhir pada kisaran usia 13 hingga 15 tahun. Masa puber ini akan berhenti ketika ciri-ciri seks sekunder telah berkembang dengan baik dan organ-organ seks dari si anak telah berfungsi secara matang. 


Masa pubertas wanita agak sedikit berbeda dari masa pubertas pria, biasanya berlangsung lebih awal. Secara umum anak perempuan cenderung lebih cepat mengalami pubertas daripada anak laki-laki.


Berikut ini beberapa ciri-ciri pubertas yang lazim terjadi pada masa pubertas:


Ciri Sosial

  1. Berusaha mencari lingkungan pergaulan selain keluarga
  2. Terdapat upaya untuk lepas dari ikatan keluarga
  3. Adanya sikap ketidak-tenangan, tidak seimbang, serta sifat bertentangan, dan lain sebagainya

Ciri fisik

  1. Kelenjar reproduksi anak mulai menghasilkan sel sperma atau sel telur
  2. Anak perempuan mulai mengalami menstruasi, sedangkan anak laki-laki mengalami mimpi basah.
  3. Tumbuh rambut pada bagian-bagian tertentu (pada ketiak dan sekitar kemaluan)
  4. Suara mulai berubah
  5. Motoriknya juga berubah, begitu juga dengan cara berjalannya mengalami perubahan dan lain sebagainya
pubertas 4


Selain ciri pubertas yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua pada anaknya, juga ada tahapan pubertas penting pula untuk diketahui. Setidaknya ada 3 tahapan pubertas yang terjadi pada anak, yaitu Prapubertas, Pubertas, dan Pascapubertas.


Tahapan prapubertas adalah periode 2 tahun sebelum pubertas itu sendiri. Dimulai ketika si anak untuk kali pertamanya mengalami perubahan pada fisiknya sebagai tanda kematangan seksual. 


Sedangkan tahapan pubertas adalah titik puncak pencapaian kematangan organ reproduksi atau seksual. Hal ini pada anak perempuan akan ditandai dengan terjadinya menstruasi pertama kali, dan anak laki-laki mengalami mimpi basah juga untuk pertama kalinya.


Sedangkan tahapan pascapubertas berlangsung sekitar 1 hingga 2 tahun setelah masa pubertas, yaitu ketika tulang telah tumbuh dengan lengkap dan organ reproduksi si anak telah terbentuk dengan sempurna. Namun adakalanya pubertas yang dialami oleh seorang anak, baik perempuan ataupun laki-laki, agak terlambat daripada teman-teman sebayanya. Hal ini adalah wajar. Karena siapapun pasti akan mengalami pubertas yang berlangsung selama 5 tahun. usia umum pubertas berakhir adalah 13 tahun untuk perempuan dan 15 tahun untuk laki-laki. 


Tetapi jika Anda agak terlambat saat mengalami tahapan prapubertas, maka batasan usia tersebut bisa menjadi mundur alias lebih lama. Hal ini wajar dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan, karena pada akhirnya semua anak pasti akan mengalami dan menyelesaikan masa pubertasnya. Jadi santai saja dalam menghadapinya, tak perlu terlalu merisaukannya.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang