Penyakit lain apa yang memiliki gejala mirip dengan mata merah?

Dilihat 545 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Dilihat dari penyebabnya, Alergi Konjungtivitis, bakteri konjungtivitis ,Konjungtivitis virus, Kimia konjungtivitis, konjungtivitis Neonatal, sering didefinisikan secara terpisah karena organisme - organisme yang berbeda dimana keterlibatan dari Blepharoconjunctivitis merupaka kombinasi dari konjungtivitis dan blepharitis (peradangan pada kelopak mata). Keratoconjunctivitis merupakan kombinasi dari konjungtivitis dan keratitis (peradangan pada kornea).


Konjungtivitis virus seringkali diasosiasikan dengan infeksi pada bagian atas dari saluran pernafasan, pilek, dan/atau sakit tenggorokan. Gejala - gejalanyanya antara lain mata yang berair secara berlebihan dan rasa gatal. Infeksi biasanya dimulai pada satu mata, tapi dengan mudah akan menyebar ke mata lainnya. 


Konjungtivitis virus dikenal dengan mata merah yang berupa warna merah yang berpencar pada conjungtiva yang seringkali salah dianggap sebagai injeksi siliaris dari iritis, tapi biasanya terdapat tanda yang nyata dari mikroskopi, terutama folikel limfoid pada tarsal konjungtiva dan kadang keratitis belang - belang.


Konjungtivitis bakteri menyebabkan kemerahan pada konjungtiva, pembengkakan pada kelopak mata dan pelepadan mukoporulen. Biasanya gejala akan terlihat pada satu mata terlebih dahulu, tapi akan menyebar ke mata lainnya dalam waktu 2 - 5 hari. Konjungtivitis bakteri terjadi karena bakteri piogenik (produksi nanah) yang menyebabkan butiran/iritasi dan pelepasan mukoporulen berserabut, buram, keabu - abuan atau kekuningan yang akan menyebabkan kelopak mata menempel satu, terutama setelah tidur.


Pengerasan kulit yang pada pada mata yang terinfeks dan kulit dan sekitarnya juga dapat terjadi, tapi berbeda dari yang banyak diyakini, tidak harus ada pelepasan untuk menentukan diagnosa. Rasa kasar atau berpasir biasanya terjadi sehingga pasien yakin pada ada sesuatu pada matanya. Infeksi piogenik yang semakin akut dapat sangat sakit. Bakteri seperti klamidia trachomatis atau Moraxella dapat menyebabkan konjungtivitis non-eksudatif tapi berkepanjangan tanpa adanya kemerahan.


Konjungtivitsi bakteri dapat menyebabkan produksi membran atau pseudomembran yang membungkus konjungtiva. Pseudomembran terdiri dari kombinasi dari peradangan sel - sel dan eksudate - eksudate dan dan secara longgar menempel pada konjungtiva sementara membran yang sebenarnya lebih menempe dan tidak dapat dilepaskan dengan mudah.


Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang