Penyakit menular seksual (STD) apa yang terburuk yang bisa diderita seseorang?

Dilihat 450 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ada 5 Penyakit Menular Seksual (PMS) terburuk sepanjang masa yang dapat kita klasifikasikan, meskipun sebenarnya diluar sana jumlahnya begitu banyak. Ada beberapa penyakit yang sangat sulit dikenali tanda- tandanya sementara ada juga penyakit yang sampai menyebabkan kerusakan mendalam pada organ tubuh. Bakteri pada PMS pastinya akan mengalami perkembangan, namun jika ditangani dan terdeteksi lebih awal, maka tidak mengakibatkan kerusakan yang berlanjut. Tetapi tidak terbantahkan bahwa virus PMS akan tetap tinggal di tubuh Anda dan memberikan dampak yang cukup panjang sepanjang hidup Anda.


Berikut adalah daftar 5 Penyakit Menular Seksual yang paling sering ditemukan kasusnya :


5. Syphilis

Berdasarkan catatan penelitian, penyakit Sifilis merupakan kasus yang paling banyak ditemukan di US, sebagian besar menyerang kaum laki-laki. Ditandai dengan luka di mulut, vagina, dan dubur. Bakteri sifilis dapat bertahan meliputi organ seksual Anda. Pemakaian kondom juga tidak bisa menjamin tidak tertular penyakit ini. Penyakit Sifilis harus diobati, karena jika dibiarkan akan dapat menyebabkan kerusakan pada psikis, saraf dan jaringan. Tanda-tanda dari penyakit Sifilis : 

  • Demam, biasanya kurang dari 101 derajat F (38,3 derajat C)
  • Sakit Tenggorokan
  • Diliputi perasaan lemah, gelisah,lelah yang tidak menentu
  • Kehilangan berat badan
  • Mengalami kerontokan terutama pada bulu mata, alis dan rambut
  • Bengkak pada kelenjar getah bening
  • Sakit pada leher, sakit kepala, kesulitan menggerakkan otot, kerusakan pada sendi

4. Human papillomavirus (Hpv) 

HPV menjadi Penyakit Menular Seksual yang dikenal mengerikan. Penelitian yang dilakukan tahun 1997 menunjukkan bahwa hampir 75% orang-orang yang aktif dan dinamis secara seksual telah terjangkit virus ini. Luar biasa! Mengingat HPV adalah virus ( yang hingga saat ini belum ada obatnya), implikasinya dapat ditangani jika terdeteksi dari awal, namun ada beberapa kasus dimana banyak telah tercemar virus ini tanpa ada bantuan dari pihak lain. Dalam tahap awal jika Hpv tidak diobati, dapat menyebabkan kutil pada kelamin, luka pada leher rahim, penyakit meluas pada serviks, vulva, vagina dan menyebar dengan cepat (pada wanita). Pada pria, HPV dapat menyebabkan tumor pada bagian anus dan penis. Gejala-gejala HPV :

  • Kutil pada bagian kelamin,
  • penyakit pada serviks
  • timbul tumor pada vulva, vagina, penis, anus dan orofaring.


3. Hepatitis B  Indications Hepatitis B voracity incident exhaustion level fever muscle and joint throbs sickness and regurgitating yellow skin and faint pee
Hepatitis B terbagi dua : Akut dan jangka panjang (kronis). Tanda-tanda yang ditimbulkan bisa berupa lelah, mual dan muntah, dada berdebar, demam, urin berwarna kusam dan sakit kuning. Penyakit ini juga dapat menyebabkan timbulnya kerusakan parah pada hati hingga menyebabkan kematian. Gejala-gejala Hepatitis B ada yang sama sekali tidak terlihat, menyebabkan iritasi pada hati, sirosis dan menimbulkan jaringan luka parah pada hati. Karena gejala-gejala tersebut tidak langsung terasa, bahkan seperti tidak menunjukkan gejala sama sekali, maka menjadi waspada terhadap perilaku seksual merupakan suatu keharusan dan cara yang baik untuk menghindari penyakit ini. Indikasi dari Hepatitis B adalah :

  • mual tidak nafsu makan
  • sangat lemas
  • demam
  • nyeri pada otot dan sendi
  • muntah
  • kulit berwarna kuning
  • kencing berwarna kusam (coklat tua)

2. Herpes 

Herpes adalah Penyakit Menular Seksual yang dapat timbul kapan saja, dan dapat ditularkan melalui pasangan anda, meskipun tidak terdapat gejala awal. Tanda-tanda yang ditimbulkan dapat seperti :

  • mengigil
  • terasa gemetar dan panas di sekitar daerah kemaluan
  • peradangan pada kulit dan muncul gelembung berisi air biasanya secara berkelompok
  • terasa perih ketika buang air kecil
  • sakit kepala
  • demam
  • sakit tulang belakang
  • pembengkakan organ

Mereka yang terkena herpes genital (sering disebut dengan Herpes Simplex Tipe 2, sedangkan herpes yang timbul di bibir dan mulut digolongkan Herpes Simplex Tipe 1) dapat ditangani dengan obat seperti Valtrex, Famvir atau acyclovir. Ingatlah untuk selalu berperilaku seks secara aman dalam kondisi apapun. Efek samping jika Herpes sampai pecah atau ruam merah yang terdapat di sekitar organ reproduksi menyebar adalah timbulnya luka yang bisa menyebar lebih luas. Luka ini bisa terjadi pada alat kemaluan (penis atau vagina), pada bagian belakang, paha atau bagian dubur. Pada kasus lain, luka dapat terjadi pada uretra (saluran kencing), biasanya ini terjadi pada wanita. Gejala lain dapat muncul seperti nyeri otak,nyeri tulang belakang, influenza, demam, pembengkakan organ dan kelelahan.


1. Hiv/Aids  

HIV/Aids telah dikenal sebagai Penyakit Menular Seksual yang paling mengerikan, namun HIV/Aids kini tidak lagi menjadi penyakit pembunuh nomer satu seperti dulu. Penderita penyakit ini mengalami sakit yang cukup lama secara berangsur-angsur, seperti diawali dengan gejala flu kemudian seiring berjalan waktu bisa meluas menjadi penyakit yang lebih kompleks,seperti tumor (sebagai akibat dari semakin menurunnya sistem kekebalan tubuh). Dapat dijelaskan bahwa, memiliki penyakit menular seksual- seperti HIV/Aids - tidak selesai begitu saja. Akan ada dampak yang sangat panjang bagi kesehatan anda dan mungkin bagi pendamping hidup Anda. Teruslah untuk terus berfikir kedepan dan berusaha menggali informasi sebanyak mungkin mengenai pendamping Anda sebelum semuanya terlanjur, sebelum Anda merasa benar-benar nyaman terhadapnya. Dia haruslah seseorang yang bisa menerima keadaan Anda apa adanya, bisa menerima kenyataan yang tidak diinginkan ini, bisa menerima keadaan bahwa setiap kali ingin melakukan hubungan sex haruslah menggunakan kondom, seks secara aman. 

Gejala dari HIV seperti pembengkakan kelenjar getah bening biasanya merupakan gejala awal dari penyakit ini, disamping merasa kelelahan, merasakan nyeri pada perut (seperti diare), penurunan berat badan, demam, batuk (kering) dan sesak napas.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang