Permata Multiwarna: Apakah zamrud lebih berharga daripada berlian?

Dilihat 729 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Batu permata sudah menjadi populer selama berabad-abad. Selain karena keindahannya, batu permata seringkali dijadikan koleksi sebagai lambang status sosial. Banyak jenis batu permata yang digemari oleh kebanyakan orang, salah satunya ialah berlian dan zamrud. Secara umum, berlian dinilai lebih berharga dibandingkan dengan batu zamrud, tapi ada beberapa jenis batu permata (termasuk zamrud) yang jauh lebih bernilai dibandingkan berlian. Kualitas dan kelangkaan batu permata merupakan hal yang penting untuk menentukan nilai dari berlian yang sudah jadi dibandingkan batu zamrud yang sudah jadi. Berikut akan saya jelaskan secara lebih detail mengenai kriteria pemilihan suatu batu, yang menentukan nilai dari suatu batu. 


Estimasi harga berlian dan zamrud
Untuk memberikan estimasi kasar, harga 1 karat berlian dan 1 karat batu zamrud berkisar antara : 

Berlian : 1 karat sekitar Rp. 15,000,000 - Rp. 250,000,000

Batu zamrud : 1 karat sekitar Rp. 2,500,000 - Rp.100,000,000


Harganya sangat bervariasi tergantung bagaimana batu pertama dengan kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan batu permata dengan kualitas yang lebih rendah. 


Kriteria penilaian kualitas batu permata

Kualitas batu permata diukur berdasarkan 4 hal : Warna, Bentuk, Kejernihan, dan Ukuran. Seorang pembeli pemula harus mengerti tentang warna batu zamrud. Semakin dalam dan jelas warnanya, semakin tinggi nilai batu zamrud tersebut. 


  • Warna -  Warna merupakan pengukuran yang paling penting bagi semua batu permata. Setiap batu permata memilik warna yang disukai atau segelintir warna yang disukai. Semakin bervariasi warnanya - terang atau gelap, jelas atau tidak jelas - semakin rendah nilai batu permata tersebut. Jenis berlian yang paling berharga adalah yang paling terang dan paling langka. Walaupun hampir semua berlian bening, tapi terdapat sebenarnya terdapat sedikit corak kekuningan atau kecoklatan. Berlian warna yang alami memiliki berbagai warna pelangi dengan kecerahan dan warna yang berbeda-beda : berlian berwarna putih, merah, biru, dan hijau adalah jenis yang sangat langka. 

       

Gambar 1. Warna berlian


  • Bentuk - Bentuk mengacu pada ukuran, simetri, dan polesan dari batu permata. Faktor - faktor ini menentukan intensitas dan kemewahan dari sebuah batu permata. Batu permata dengan bentuk yang proporsional, simetris, dan polesan yang bagus merupakan tipe batu permata dengan harga yang sangat mahal. Batu yang proporsional dan dipoles dengan baik akan memperlihatkan potensi batu yang terbaik. Batu yang terpotong dengan baik akan sangat berharga. Kata "bentuk" juga bisa mengacu pada model dari potongan batu permata. Pemotongan batu permata harus mengacu pada jenis batu tersebut dan didasari oleh teknik yang cukup ahli. Beberapa jenis batu permata yang terkenal antara lain "berlian potongan putri", "berlian potongan bulat" atau "berlian potongan hati". Lebar dan keadalaman dari potongan dapat berpengaruh pada bagaimana cahaya masuk melewati berlian dan keluar dari sisi lainnya. Jika cahaya keluar dari bawah, maka berlian akan kehilangan kemewahannya. Potongan yang dalam memungkinkan cahaya keluar dari samping yang membuat berlian tampak gelap dan tidak bersinar. 

Kekerasan batu zamrud melindunginya dari goresan, tapi kerapuhan  dan celahnya yang banyak membuat proses pemotongan dan pembersihan menjadi lebih sulit. Bahkan bagi seorang pemotong batu permata yang ahli, memotong batu zamrud memiliki tantangan tersendiri. Yang pertama karena nilainya yang tinggi dan yang kedua inklusi dan penumpukan mineral di dalam batu. Begitu sulitnya sampai - sampai ada sebuah metode pemotongan spesial yang khusus dikembangkan untuk batu zamrud. Rancangan jelas dari potongan persegi dengan sudut miring yang membuat batu permata ini tampak begitu indah, pada saat yang sama juga melindungi dari ketegangan mekanik. 

                   

Gambar 2. Bentuk berlian


  • Kejernihan - Kejernihan mencerminkan tidak adanya inklusi atau noda di dalam batu permata. Inklusi merupakan tanda di dalam batu yang terjadi karena penumpukan mineral dan celah yang ada pada batu dan noda adalah kerusakan pada permukaan batu. Semakin jernih sebuah batu permata, batu tersebut dianggap semakin langka. Setiap jenis batu permata memiliki standar kejernihannya masing - masing.

Kebanyakan batu zamrud memiliki sedikit celah, misalnya inklusi. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, semakin sedikit celah pada batu, semakin mahal harga batu zamrud. Batu zamrud berwarna hijau gelap dengan celah dan corak warna yang sedikit dinilai sangat berharga. Batu zamrud yang sangat jernih sangat sulit ditemukan dan dianggap jauh lebih berharga dibandingkan yang lainnya. Sangat jarang seseorang bisa menemukan batu zamrud yang sangat jernih. Jikapun ada, kemungkinan batu zamrud tersebut diciptakan di lab atau merupakan batu buatan (seperti misalnya Zamrud Hydro sebagai pengganti Zamrud Jyotish).


Gambar 3. Jamrud Jyotish


Berbeda dari berlian, batu permata berwarna tidak memiliki sistem penggolongan yang sempurna. Oleh karena itu Diamondere, serta pada penjual perhiasan terkemuka lainnya menggolongkan batu zamrud sebagai Natural AAA, Natural AA or Natural A. 

1. Natural AAA (yang terbaik) : golongan ini berada di 10% teratas dari batu permata yang berkualis. Warnanya sangat hijau dan memiliki nilai kemewahan yang tinggi. 

2. Natural AA (lebih bagus) - golongan ini masuk dalam 20 - 30% teratas dari batu permata yang berkualitas. Warnanya hijau menengah.

3. Natural A (bagus) - golongan ini masuk dalam 50%-75% teratas dari batu permata yang berkualitas. Warnanya hijau tua dan buram. 

Kejernihan dari berlian diukur dengan menggunakan ukuran berikut. 


Berdasarkan kejernihan, jenis berlian diukur berdasarkan jumlah dan visibilitas dari cacatnya. 



Gambar 4. Kejernihan berlian

1. FL - Tanpa cacat

2. IF - Cacat di dalam - cacat di bagian luar dapat dihilangkan dengan dipoles

3. VVS1 - VVS2 (Cacat Yang Jarang) - Hanya orang yang sangat ahli yang dapat melihat cacatnya menggunakan miskroskop 10x. Dengan kata lain jika seorang ahli bisa melihat cacat dari bagian atas berlian, maka berlian itu tergolong VVS2. Jika seorang ahli hanya bisa melihat cacatnya dari bawah, maka berlian itu masuk golongan VVS1. Berlian dengan golongan kejernihan 4. VVS1 tidak memiliki tanda hitam di dalamnya. Tipe ini juga masuk dalam kategori "bukan hitam" 

5. VS1 - VS2 (Hampir Tidak Ada Cacat) - Cacatnya dapat dilihat dengan mikroskop 10x, tapi tidak terlalu jelas (butuh waktu sekitar 10 detik untuk dapat melihatnya).

6. SI1 - SI2 (Ada Sedikit Cacat) - Cacatnya dapat dilihat dengan mikroskop 10x

7. I1 - I3 (Cacat Di Dalam) - Cacatnya terlihat jelas dan bisa dilihat dengan mata telanjang. 

  • Ukuran (berat/karat) - Ukuran adalah faktor paling jelas untuk menentukan nilai dari batu permata berbagai jenis. Harga berlian semakin tinggi tergantung pada ukurannya. Misalnya, 1 karat beratnya 200 miligram. Karena sebagian besar batu permata yang dijual di pasaran beratnya  kurang dari 1 karat, karat biasanya dipecah menjadi "poin". Ada 100 point dalam 1 karat. Jadi batu permata 3/4 karat sama dengan batu permata 75 point. 1 karat = 200 milligram = 100 poin. Untuk cara menghitung karat secara lebih detail, ada cara lain yang bisa digunakan, namun tidak dibahas pada artikel ini.  Karat bukan merupakan faktor yang menentukan kualitas berlian. Meskipun beberapa matriks pengukuran lainnya lebih berhubuang dengan kualitas dari jenis berlian tertentu, karat hanya menandakan ukuran dari berlian melalui beratnya. Berlian yang besar lebih jarang ditemukan di tambang dibandign berlian yang kecil dan karena itu berlian berukuran besar lebih mahal harganya (klik disini untuk lebih memahami ukuran berlian). Sementara itu, jika kita membicarakan batu zamrud, ukuran yang besar tanpa kualitas yang baik tidak ada gunanya. Semakin dalam dan jelas warna batu zamrud, semakin tinggi nilai nya per karat. Berat karat lebih memiliki peranan dalam penetuan harga berlian dibandingkan untuk harga batu zamrud.

          

Gambar 5. Ukuran karat berlian


Faktor utama dalam menentukan nilai sebuah batu pertama adalah dengan melihat variasi warna, kejernihan, bentuk, dan ukurannya. Selain faktor - faktor tersebut, hal lain seperti kemudahan akses terkait kondisi politik dan ekonomi atau banyaknya jumlah batu pertama tertentu juga mempengaruhi nilai dan harganya secara signifikan. Beberapa batu permata ditemukan di daerah terpencil dan sulit untuk menggalinya. 


Berlian dikenal sangat keras dan tahan gores, sedangkan batu zamrud merupakan batu yang lebih rapuh. Batu zamrud berkualitas tinggi sangat mahal harganya dan mungkin lebih mahal dari pada harga berlian, tapi ketahanannya tetap berbeda dari berlian. Di samping itu, ada juga mitos yang terkait dengan batu zamrud, yang terkait dengan nilai-nilai spiritual. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, sulit untuk mengatakan mana yang lebih berharga, berlian atau batu zamrud. 


Yang harus diingat adalah batu permata dan perhiasan pada umumnya merupakan bentuk dari ekspresi diri. Apapun yang kamu pilih harus merupakan sesuatu yang mau kamu simpan selama bertahun - tahun karena kelangkaan, keindahan dan nilainya bagimu.




Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang