Pernikahan: selingkuh dari istrimu bisa di bilang sebuah "kecelakaan", atau memang itu selingkuh?

Dilihat 1,35 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Coba kita semua katakan "sebuah kecelakaan". Bagaimana itu membantu?

"Sayang, banyak orang di Internet setuju kalau itu hanya kecelakaan."

"Oh, benarkah? Yaa, baikalh... Maaf aku meributkan hal itu."

Kamu tanya kalau "ini bisa disebut berbuat curang." Apapun bisa disebut apapun. Apakah kamu bertanya kalau, secara umum, orang-orang menyebut selang dalam kesetiaan itu curang? Ya, aku curiga kebanyakan orang seperti itu, terutama pasangan lapser.

Kurasa aku mengert poin mu: kamu berbicara tentang seorang pria yang berperan tidak seperti dirinya, kan? Dia bukan jenis pria yang suka berbuat curang. Mungkin dua hanya mabuk (dan/atau berada di bawah stress yang besar) dan membuat sekali pilihan yang buruk—pilihan yang membuatnya menyesal dan tidak akan pernah dia ulangi.

Siapa pria itu? Dia adalah pria yang melakukan seks tanpa izin istrinya.
Siapa dia kalau kita memilih menyebutnya curang? Pria yang melakukan seks tanpa izin istrinya.
Siapa dia kalau kita memutuskan tidak menyebutnya curang? Pria yang melakukan seks tanpa izin istrinya.

Jawaban terhadap pertanyaanmu adalah kalau beberapa orang akan memperlakukan dia sebagai pria yang membuat kesalahan, beberapa akan memperlakukannya sebagai orang yang berbuat curang, dan beberapa tidak mau membedakan antara kedua kategori tersebut. ("Aku tidak peduli kalau itu kecelakaan atau bukan!") Bagaimanapun apa yang mereka pikirkan, ia adalah pria yang melakukan seks tanpa izin istrinya. Bagaimana orang memilih untuk melabelnya tidak merubah apapun tentangnya atu apa yang dia lakukan. Apakah kamu bertanya kalau orang-orang harus memperlakukannya seperti karir pebuat curang? Tidak, itu akan tidak adil, kalau dia benar-benar hanya membuat kesalahan sekali untuk selamanya.

Apakah kamu bertanya kalau orang-orang (misalnya istrinya) harus langsung memaafkannya karena "semua orang membuat kesalahan." Kata "harus" dan "memaafkan" tidak ada hubungannya. Orang-orang memaafkan ketika mereka dapt melakukannya. Kebanyakan orang memiliki waktu yang sulit dalam memaafkan pelanggaran kepercayaan—bahkan walau sekali, yang merupakan kecelakaan. Apakah kamu bertanya kalau orang itu harus merasa bersalah? "Harus" dan "bersalah" tidak mencampur. ia akan merasa bersalah atau tidak. Apakah aku kehilangan poin yang kamu tanyakan? Kalau iya, boleh dibantu jelaskan?

Terjawab 11 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang