Konserto piano apa yang paling sulit untuk dimainkan?

Dilihat 557 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Lagu Rach Third itu sangatlah sulit, tetapi dapat menjadi klise. Lagipula, semua orang memainkannya, termasuk (atau terutama) murid SMA. Brahms Second juga mendapatkan  pandangan yang sama. Aku hanya mengatakan ini untuk menunjukkan apa yang secara tradisional dianggap sulit mungkin terkadang akan memiliki para penonton yang berat pula (walaupun tentu saja tidak sepenuhnya benar). Juga perlu disebutkan kalau Rach Third itu kurang ke konser dan lebih ke bagian solo dengan beberapa iringan. Konser-konser yang disebutkan dibawah ini merupakan kolaborasi pada intinya, membutuhkan tantangan yang besar dan membutuhkan pianis untuk menjadi musisi yang terkemuka ("pemusik" menjadi istilah musisi yang terkadang digunakan untuk menyatakan dapat berkomunikasi dengan musisi lain secara non-verbal atau melalui musik itu sendiri), sebagai tambahan untuk tantangan secara teknik.

Inilah alternatif lain (selain yang sudah kusarankan):

  • Bartok's 1st ditakuti karena kebuasan dan ritmenya yang kompleks. Bagian pianonya tidak memiliki belas kasihan. Dimana tanda waktunya tidak pernah berhenti berubah. Para orkestra membencinya, karena hampir tidak mungkin untuk dikoordinasi. New York Philharmonic membatalkan premiernya karena mereka tidak dapat mempelajarinya tepat waktu. Menurut Andras Schiff, salah satu yang berlatih, perkusi memprotes, mengatakan bagian perkusinya sangatlah tidak mungkin dilakukan. Bartok sendiri (yang melakukan premiernya sebagai soloist) datang dan memperlihatkan mereka bagaimana melakukannya. Hanya mendengarkannya beberapa menit saja. Melihat kalau kamu dapat mengikutinya. Pengiringnya sangatlah kompleks; banyak yang terjadi sekaligus, dan dengan kecepatan yang luar biasa juga. Lagu ini membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi. Coba lihat dan dengarkan lagu ini

  • Bartok 2nd juga, Andras Schiff berpikir itu merupakan lagu paling sulit, yang disebut sebagai "finger-buster". Yefim Bronfman melukai dirinya sendiri setelah memainkan lagu itu beberapa kali. Argerich tidak akan memainkannya. Gerakan pertama dan ketiganya sangatlah brutal. Dan kemudian ada juga gerakan keduanya. Mendengarkan  seberapa khaotisnya lagu itu. Jari-jari harus melayang. Waktu ritmenya terus berganti. Bagian berbeda orkestra dimainkan dengan ritme yang berbeda. Semuanya juga harus benar-benar bersatu. Lihatlah tembakan machine-gun pada klip ini

  • Prokofiev's 2nd, karena lagunya yang kurang lebih 10 menit, penghancur-jiwa, uji-ketahanan cadenza. Yang terpanjang menurut standar repertoire. Lagu ini juga terkenal dengan scherzonya yang sulit yang hanya bertahan sekitar 2.5 menit, tetapi membuat si pianis tidak akan berhenti memainkan not ke-16 dengan kedua tangannya. Tidak ada istirahat sekalipun. Not-not ini harus secara sempurna bahkan serempak. Kamu tidak dapat menyembunyikan bagian yang sulit dengan rubato. Membuat satu kesalahan dan kamu akan tidak sesuai dengan orkestra. Kamu tidak dapta menggunakan pedal. Kemurnian sangatlah penting. Setiap not harus diartikulasikan. Untuk memproduksi efek ini sangatlah melelahkan. Membutuhkan jari dengan kekuatan dan stamina yang sangat besar. Silahkan lihatlah sendiri.  

Kemudian, tentu saja ada banyak konser tanpa nada, Schoenberg, Penderecki, Rautavaara, dll. Dan kemudian, ada juga yang mengatakan Mozart atau apapun itu merupakan lagu yang paling sulit; sulit dimainkan pada konser, karena kamu tidak dapat menyembunyikan kesalahanmu. Hal ini memang sangat benar - pilihan interpretatifmu memiliki kepentingan yang lebih disini. Kamu tidak dapat memalsukan lagu Mozart. Paling tidak, tidak bagi mereka yang telinganya terlatih. Kamu harus membuat suara yang benar-benar sesuai dengan seberapa bagusnya dirimu secara teknik dan musikal. Beberapa orang ingin menggunakan pembuka dari lagu Beethoven's Fourth untuk mengargumenkan hal ini. Chord pembuka harus secara sempurna seimbang - hal ini merupakan hal yang menakutkan bagi setiap pianis. Namun, bagi pendengar, tidak terdengar sulit. Yah, seharusnya tidak. 

Kata kiasan umum bagi para musisi adalah, jika lagu itu bagus, maka akan terdengar tidak sulis. Namun, hal ini bukalah penyenang-masyarakat, dan mereka tidaklah terdengar sangat bagus, jadi tidak ada yang peduli. Contohnya, aku tidak pernah duduk mendengarkan konser di CSO dimana tidak ada sambutan dengan bertepuk tangan waktu itu. Tidak peduli seberapa baik atau buruknya orkestra atau soloist itu. Kecuali dua kali. Waktu itu ketika seseorang memainkan konser Schoenberg Piano. Waktu yang lainnya adalah Konser Schoenberg Violin. LOL. Bahkan tidak ada tepuk tangan yang panjang bagi mereka untuk kembali ke panggung untuk kedua kalinya. Bagiku, semua mereka memberikan masterpiece mereja, terutama konser Bartok. Tidak ada suara piano yang mirip dengan Bartok. 

Catatan kepada Andrew Hundson, Sorabji, Alkan, dll, yang menyebutkan kapanpun "kesulitan" datang, tetapi kupikir akan kurang masuk akal untuk menyebut mereka ketika mengenai konser piano. Sorabji telah berada di tepi canon ketika datang hal seperti Opus Clavicembalisticum, dimana musisi sangatlah berharga, yang aku sendiri kurang yakin. Benar-benar tidak sulit untuk menulis musik piano yang sulit atau tidak mungkin. Kamu dapat melakukannya sendiri. Bagiku akan elbih masuk akal untuk menyebutkan sesuatu yang hanya dalam canon atau kalau seseorang berpikir hal itu harus berada disana.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang