Saat chef pastry menjual makanannya ke restoran atau tempat kopi, bagaimana biasanya perhitungan pendapatan antara kedua pihak ini?

Dilihat 683 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Berdasar pengalaman saya, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan.

Volume - Jika seorang chef pastry menjualnya pada dua atau tiga kafe kecil, kenaikan harganya akan jauh lebih besar ketimbang apabila mereka menjualnya ke sekian ratus restoran-restoran. Bahan-bahan dasarnya yang dibeli dalam jumlah besar menjadi lebih murah. Jumlah pekerja masal untuk membuatnya juga mengurangi biaya yang dikeluarkan produsen. Produksi masal mengurangi biaya-biaya dan selisih pendapatannya yang bisa disimpan diserahkan ke retailer. Sedangkan produksi dalam skala kecil lebih banyak memakan waktu dan membutuhkan biaya lebih besar.


Daya Tarik - Jika anda adalah spesialis tempat kopi dengan kenaikan harga yang tinggi pada minuman, anda akan laris untuk hidangan kue/pastry-nya karena mereka menjadi daya tarik, sebuah fitur untuk menarik perhatian konsumen dan membuat mereka membeli keduanya sehingga menyetarakan harga dari kombinasi minuman dan kue itu.


Termasuk dalam Daya Tarik, adalah Faktor Keunikan. Jika anda mempunyai sebuah pastry yang sangat unik dan menggiurkan, anda akan menjualnya dengan perbedaan harga yang lebih kecil untuk menarik konsumen, yang nantinya anda dapat menawarkan tambahan-tambahan pada mereka. Dengan kata lain, ini adalah penawaran dan permintaan yang bagus.


Saya berasumsi anda adalah seorang chef pastry yang mencari selisih harga. Jika anda turun ke pasar, mungkin anda ingin memasang harga yang rendah untuk menarik perhatian dan ketenaran. Pada akhirnya, jika anda menginginkan kuantifikasi biaya kerja anda, tambahkan biaya pengeluaran tambahan dan biaya bahan-bahan dasar dan cobalah untuk menaikkan harga lebih dari 50%. Pada saatnya nanti tembak untuk optimalnya di dompet anda sebesar 30%.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang