Bisa separah apakah dampak insomnia terhadap penderitanya?

Dilihat 1,34 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Beberapa orang mengalami insomnia dan merasa kerepotan dengan momok satu ini. Tentu saja, karena insomnia bisa mempengaruhi aktivitas dan kinerja seseorang jika terjadi cukup lama. Mengidap insomnia artinya kamu merasa kesulitan untuk tidur, padahal kita semua berpikir bahwa tidur adalah hal yang paling mudah dan menyenangkan untuk dilakukan. 


Kebanyakan orang dewasa pernah mengalami insomnia atau ketidakmampuan untuk tidur pada satu waktu atau lebih dalam hidup mereka. Perkiraan sekitar 30%-50% populasi umumnya pernah mengalami insomnia, dan 10%nya mengalami insomnia kronis. 


Sebenarnya insomnia adalah sebuah gejala, bukan penyakit. Menurut artinya, insomnia adalah kesulitan memulai atau mempertahankan waktu tidur, atau keduanya atau dapat diartikan sebagai kualitas tidur yang buruk. Insomnia tidak didefinisikan oleh berapa jam seseorang tidur, karena setiap individu memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda. 



Pengertian Insomia

Sekarang akan kita bahas semua hal tentang insomnia, mulai dari jenisnya, diagnosa dan pengobatannya.

 

Tidak semua orang setuju dalam satu definisi ini, tetapi secara umum mereka mengelompokkan insomnia menjadi beberapa kategori, yaitu:

 
  • Gejala yang terjadi kurang dari satu minggu dikategorikan sebagai insomnia sementara, 
  • Gejala yang berlanjut diantara satu sampai tiga minggu dikategorikan sebagai insomnia jangka pendek, dan 
  • Gejala yang terus berlanjut selama lebih dari tiga minggu dikategorikan sebagai insomnia kronis. 

Insomnia adalah penyakit yang dapat terjadi pada semua umur. Di antara orang-orang dewasa, insomnia lebih rentan terjadi pada wanita daripada pria. Hal ini akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Insomnia secara khusus lebih umum terjadi pada orang dalam kelompok sosial ekonomi berpendapatan lebih rendah, pecandu alkohol kronis, dan pasien sakit jiwa. 




Penyebab Insomnia


Insomnia bisa disebabkan oleh banyak alasan yang berbeda-beda, salah satu penyebab insomnia adalah stress (tekanan) dan penyakit hipotiroidisme. Namun, penyebab-penyebab ini bisa dibagi dalam beberapa faktor situasional, medis atau kondisi psikiatrik, atau masalah tidur primer. 


Seperti yang telah disebukan sebelumnya, insomnia dapat dikategorikan berdasarkan durasi dari gejala, yaitu sementara, jangka pendek, dan kronis. 


Penyebab insomnia sementara dan jangka pendek cukup mirip, yaitu:


  • Jet lag 
  • Perubahan jadwal kerja  
  • Suara yang sangat berisik dan mengganggu 
  • Temperatur ruangan yang tidak nyaman (terlalu panas atau terlalu dingin) 
  • Situasi penuh tekanan dalam hidup (persiapan ujian, kehilangan seseorang yang dicintai, pengangguran, perceraian atau perpisahan)
  • Adanya penyakit akut atau operasi suatu penyakit atau rawat inap di rumah sakit
  • Mundur dari narkoba, alkohol, sedative, atau obat-obatan stimulan 
  • Insomnia yang dipengaruhi oleh tempat tinggi (gunung) 
  • Gejala fisik yang tidak terkontrol (sakit, demam, masalah pernapasan, hidung tersumbat, batuk, diare, dll) juga bisa menjadi penyebab insomnia.

Dengan mengontrol gejala-gejala tersebut dan penyebab lainnya dapat menyelesaikan masalah insomnia. Penyebab umum insomnia kronis atau jangka panjang biasanya dihubungkan dengan kondisi psikiatrik atau psikologis


Masalah psikologis umum yang dapat menyebabkan insomnia adalah:


  • Kegelisahan Depresi 
  • Stress (mental, emosi, situsional, dll),
  • Skizofrenia, dan/atau 
  • Kegilaan 

efek insomnia

Insomnia bisa menjadi indikator depresi. Banyak orang akan mengalami insomnia saat dalam fase akut dari sakit mental. Seperti yang disebutkan tadi, depresi dan kegelisahan sangat berhubungan dengan insomnia, kegelisahan dan depresi adalah penyebab paling umum. 


Penyebab psikologis insomnia dapat menjangkau dari gangguan ritme sirkadian (gangguan jam biologis), ketidakseimbangan tidur bangun, sampai ke kondisi medis yang bervariasi. 


Beberapa kondisi medis umum yang dapat memicu insomnia adalah sebagai berikut:


  • Gejala sakit kronis 
  • Gejala kelelahan kronis 
  • Gagal Jantung Kongestif 
  • Angin malam (sakit pada dada) dari penyakit hati 
  • Penyakit refluks asam (GERD) 
  • Penyakit paru obstruktif kronik(COPD) 
  • Asma nocturnal (gejala asma dengan pernapasan malam) 
  • Apnea tidur obstruktif 
  • Penyakit degeneratif, seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer (insomnia yang sering menjadi faktor penentu untuk penempatan panti jompo) 
  • Tumor otak, stroke, atau trauma pada otak 


Kelompok yang Berisiko Tinggi Mengidap Insomnia

Sebagai tambahan dari orang-orang yang memiliki kondisi medis, kelompok tertentu mungkin memiliki resiko yang lebih tinggi terkena insomnia adalah sebagai berikut:


  • Wisatawan 
  • Pekerja shift yang jadwalnya sering berubah-ubah 
  • Orang yang lebih tua 
  • Remaja atau pelajar dewasa 
  • Wanita hamil 
  • Wanita menopause 
  • Orang-orang yang menggunakan narkoba 
  • Alkoholik
  • Obat medis yang berhubungan dengan Insomnia 

Obat-obatan medis tertentu juga dapat menyebabkan insomnia, seperti:


  • Asma dan pilek parah tertentu. 
  • Variasi resep obat medis yang mengandung stimulant dan memberi efek yang mirip terhadap tidur. 
  • Beberapa obat medis yang digunakan untuk merawat tekanan darah tinggi juga berhubungan dengan kurang tidur. 
  • Beberapa obat medis yang digunakan untuk merawat depresi, kegelisahan, dan skizofrenia.



Hal Lain Penyebab Insomnia


 


  • Stimulan umumnya berhubungan dengan kurangnya tidur termasuk kafein dan nikotin. Kamu harus mempertimbangkan tidak hanya membatasi penggunaan kafein dan nikotin beberapa jam sebelum tidur, tetapi juga membatasi total konsumsi harianmu. 
  • Orang-orang kadang menggunakan alkohol untuk membantu tidur. Namun, ini adalah pilihan yang salah. Alkohol juga dihubungkan dengan gangguan tidur dan membuat rasa tidak segar saat bangun di pagi hari. 
  • Pasangan tidur yang mengganggu dengan suara dengkurnya yang kencang atau gerakan kaki yang terus-terusan juga mempengaruhi kualitas tidurmu. 


Gejala Insomnia

Dokter menghubungkan berbagai tanda dan gejala dengan insomnia. Sering kali, gejala-gejala ini berhubungan dengan kondisi mental atau kondisi medis lainnya. Beberapa orang dengan insomnia akan komplain tentang kesulitannya untuk tidur atau sering bangun di malam hari, dan bagaimana hal tersebut mengganggu kehidupannya keesokan hari

 

Masalah yang terjadi di siang hari sebagai akibat dari insomnia antara lain:  


  • Konsentrasi dan fokus yang buruk
  • Sulit mengingat 
  • Koordinasi motor (gerak) yang tidak sesuai (jadi tidak berkoordinasi) 
  • Cepat marah dan gangguan interaksi sosial 
  • Kecelakaan motor (kendaraan) karena lelah pada pengendara yang kurang tidur.

Orang bisa saja memperburuk gejala siang hari ini dengan niat mereka sendiri untuk merawat gejalanya, seperti: 


  • Alkohol dan anti-histamin akan menambah masalah kurang tidur
  • Mencoba obat pembantu tidur tanpa obat resep.  


penyebab insomnia


Gangguan Tidur Primer 


Gangguan tidur primer adalah insomnia yang disebabkan oleh gangguan tidur itu sendiri. Kondisi-kondisi ini secara umum menyebabkan insomnia kronis atau insomnia jangka panjang. 


Cukup rumit, ya? Agar lebih jelas, beberapa contohnya adalah sebagai berikut:


  • Insomnia idiopatik (penyebabnya tidak diketahui) atau insomnia masa kecil, yang dimulai lebih awal dalam hidup dan berakhir menjadi masalah tidur selamanya. Hal ini mungkin terjadi secara turun-menurun dalam keluarga. 

  • Central sleep apnea. Ini adalah gangguan yang rumit. Hal ini juga bisa menjadi penyebab utama insomnia itu sendiri atau bisa disebabkan oleh kondisi lainnya, seperti luka otak, gagal jantung, tempat tinggi, atau tingkat oksigen rendah. 

  • Gejala kaki gelisah (suatu kondisi yang dihubungkan dengan rasa merayap di kaki saat tidur yang akhirnya harus menggerakkan kaki supaya terasa enak). 

  • Gangguan gerakan tubuh secara berkala (sebuah kondisi yang dihubungkan dengan gerakan kaki berulang tanpa sadar saat tidur). 

  • Gangguan ritme sirkadian (gangguan jam biologis) yang dikondisikan dengan waktu tidur yang tidak biasa (contohnya, tidur telat dan bangun telat, atau pergi tidur terlalu pagi dan bangun terlalu pagi). 

  • Keadaan gangguan persepsi tidur, dimana pasien memiliki persepsi atau perasaan tidak tidur dengan cukup, tetapi tidak ada penemuan obyektif (polysomnography atau actigraphy) pada gangguan tidur manapun. 

  • Gangguan kurang tidur, di mana waktu tidur seseorang tidak cukup karena situasi lingkungan dan pilihan gaya hidup, seperti tidur di ruangan yang terang dan berisik. 

  • Kebersihan tidur yang tidak memadai, dimana seorang individu memiliki waktu tidur yang buruk atau kebiasaan persiapan tidur yang buruk (dijelaskan di bagian pengobatan di bawah ini).

efek insomnia

Kapankah Waktu yang Tepat Untuk Menemui Dokter?


  • Orang yang mengalami insomnia membutuhkan perhatian dari dokter kalau insomnia itu berlangsung selama lebih dari tiga sampai empat minggu, atau lebih cepat lagi kalau insomnia itu mengganggu aktivitas orang itu dan tidak bisa bekerja dengan baik. 
  • Secara umum, insomnia adalah sebuah gejala dengan situasi dasar atau masalah medis atau penyebab psikologis lainnya, perlu diuji dulu apa yang menjadi penyebab utamanya.


Kapan Saatnya Pergi ke Rumah Sakit?


  • Secara umum, seseorang tidak akan dirawat-inap di rumah sakit pada hampir semua tipe insomnia. Namun, koordinasi yang buruk dan kehilangan kesadaran karena kurang tidur bisa menyebabkan suatu hal yang tidak diinginkan. 
  • Memperparah rasa sakit atau meningkatkan kesulitan pernapasan pada malam hari juga menunjukkan kalau seseorang butuh pergi ke rumah sakit untuk perawatan medis darurat. 


Diagnosa Insomnia

Praktisi kesehatan akan mulai mengevaluasi insomnia dengan sejarah medis yang penuh. Dengan banyaknya evaluasi medis, sejarah medis yang penuh dan pemeriksaan fisik merupakan aspek-aspek penting untuk mengobati insomnia.


  • Pasien insomnia akan ditanyakan tentang dengkuran kronis dan penambahan berat badan baru-baru ini. Hal ini akan melangsungkan penelitian pada kemungkinan adanya apnea tidur obstruktif. Dalam kasus seperti itu, dokter akan meminta untuk uji tidur semalaman (polisomnogram). Studi tidur biasanya diselesaikan dalam “lab tidur khusus” dibantu oleh dokter terlatih dalam obat-obatan medis tidur, biasanya bekerja bersama spesialis paru-paru. Namun, uji ini bukanlah bagian dari pemeriksaan rutin awal untuk insomnia.
  • Sejarah tidur juga bisa membantu dalam mengevaluasi pasien dengan insomnia. Jadwal tidur, tempat tidur, kebiasaan tidur, pemilihan waktu, kualitas tidur, efek di siang hari, dan durasi insomnia dapat memberikan informasi yang berguna dalam penilaian pasien yang memiliki insomnia.
  • Penggunaan obat-obatan yang rutin, penggunakan alkohol, penggunaan narkoba, tekanan sosial dan kondisi pekerjaan, kebiasaan tidur ada pasangan tidur yang suka mendengkur, dan jadwal kerja adalah beberapa topik yang akan didiskusikan oleh doktermu ketika mengevaluasi insomnia.

  • Epworth Skala KantukSkala kantuk adalah pertanyaan valid yang dapat digunakan untuk menilai kantuk pada siang hari. Skala ini akan membantu dalam menilai insomnia.
  • Actigraphy adalah teknik lain untuk menilai pola tidur-bangun setiap saat. Actigraph berupa alat kecil, berbentuk gelang (seukuran jam tangan) yang mengukur gerakan. Alat itu berisikan mikroprosesor dan kartu memori dan dapat memberikan data obyektik pada aktivitas siang hari.
  • Catatan harian tidur yang dapat diisi setiap hari dalam jangka waktu 2 minggu. Pasien akan diminta untuk menulis waktu kapan mereka mau tidur, tertidur, terbangun dari tidur, tetap terbangun di tempat tidur, dan bangun di pagi hari. Mereka dapat merekam jumlah olahraga rutin, konsumsi alkohol, kafein, dan obat medis. Catatan harian itu termasuk dengan penilaian pribadi pasien tentang kewaspadaan mereka beberapa kali pada satu atau dua hari berturut-turut dalam jangka waktu 2 minggu.



Pengobatan Insomnia

Pada dasarnya, masalah insomnia sementara akan terselesaikan ketika hal pokok yang memicu telah dihilangkan atau diperbaiki. Kebanyakan orang mencari bantuan medis ketika insomnia mereka sudah menjadi kronis. 


Fokus utama dari pengobatan insomnia harus diarahkan langsung ke penyebabnya. Ketika penyebabnya ditemukan, penting untuk mengatur dan mengontrol masalah tersebut, karena hal ini sendiri dapat membantu menghilangkan insomniamu. 


Jarang sekali pengobatan gejala insomnia  yang berhasil dilakukan tanpa menemukan penyebab utama. Dalam banyak kasus, insomnia kronis dapat disembuhkan kalau penyebab medis atau psikologisnya dinilai dan diobati dengan benar.



pengobatan insomia


Pengobatan insomnia memerlukan kedua aspek non-pharmakologis (non-medis) dan pharmakologis (medis). Akan lebih baik untuk melakukan pengobatan yang sesuai untuk setiap individu pasien berdasarkan penyebab langsungnya. 


Studi menunjukkan bahwa pengobatan insomia terbaik adalah dengan mengombinasikan pengobatan medis dan non-medis, karena akan lebih sukses daripada hanya mengandalkan salah satunya saja.


Pemulihan dari insomnia bisa beragam, karena:


  • Kalau insomnia-mu disebabkan oleh jet lag, gejalamu nantinya akan terselesaikan dalam beberapa hari secara dalam. 
  • Kalau kamu mengalami depresi dan mengalami insomnia dalam  sebulan, ada kemungkinan gejalamu itu tidak akan selesai begitu saja. Kamu membutuhkan evaluasi dan pengobatan lebih lanjut.
  • Hasilmu juga tergantung dari kondisi medis, yang termasuk dalam gagal jantung kongestif, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (COPD), dan gejala sakit kronis.

Itulah pembahasan tentang insomnia yang tentunya akan berguna bagi kamu. Yang terpenting dalam mengatasi insomnia adalah caramu untuk bisa mengontrol diri dengan efektif saat stress dan saat depresi mendera, juga perbaikilah gaya hidup yang bisa mempengaruhi kualitas tidurmu. Kunjungilah dokter saat kamu merasa insomniamu semakin parah.


Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang