Saran Hidup: Bagaimana saya bisa belajar mencintai diri saya sendiri?

Dilihat 2,16 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya melakukan meditasi Vipassana 5 tahun yang lalu. Sampai saat itu, saya berpikir bahwa saya hanya melakukan "perbaikan diri" karena rasa cinta. Lalu saya menyadari bahwa yang saya lakukan adalah "menghakimi diri sendiri" karena kritik. Vipassana merupakan latihan meditasi selama 10 hari. Kamu tidak diperbolehkan berbicara, membaca, ataupun menonton TV. Yang dapat kamu lakukan hanya tidur, makan, bermeditasi, dan beristirahat. Ketika suara - suara dari luar menghilang, termasuk suaramu sendiri - suara dari dalam menjadi terdengar sangat keras. Seperti bisikan dalam gereja yang sepeti. Dan suara itu sangat keras dan  penuh kritik. Untuk pertama kalinya saya menyadari melebihi ibu, ayah, keluarga serta orang - orang lainnya yang saya salahkan karena tidak mencintainku, karena menghakimiku.. bahwa sayalah orang yang selama ini paling menghakimi diriku.


Saya menemukan jalan yang benar ketika saya melakukannya, tapi ini adalah beberapa hal yang saya pelajari:

  • Terimalah dirimu sendiri. Mencintai diri sendiri dimulai dengan menerima dirimu sendiri. Orang - orang sering salah menggangap penerimaan dengan "persetujuan" atau validasi. Hal itu seringkali menjadi alasan untuk menolak perubahan. Tidak. Penerimaan berarti menyedari bahwa kalaupun kamu tidak menerima, kamu tidak akan mengubah apapun.
  • Ini bukan merupakan proses "mencapai" tapi "melepaskan". Kamu tidak mulai mencintai, yang harus kamu lakukan adalah berhenti membenci. Kamu bukannya mulai menerima, tapi kamu berhenti menolak. Bukan karena itu merupakan itu merupakan sesuatu yang bagus, tapi karena kamu melihat kebencian dan penolakan hanya membuat segalanya lebih buruk.
  • Kamu tidak "memperbaiki" dirimu, tapi kamu "memelihara" dirimu. Kamu masih bisa melakuakn perbaikan diri. Tapi dengan pendekatan yang berbeda. Lihatlah analogi tanaman, kamu tidak mencoba untuk mengubah daun - daun ataupun warna dari bunganya. Itu semua adalah masa lalu. Lakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukan saat ini. Kamu tidak menciptakan sebuah versi ideal dari dirimu. Kamu hanya berusahan untuk melakukan yang terbaik pada setiap kesempatan - dan lihatlah bagaimana bunga - bunganya bermekaran.
  • Berbuat baiklah.. pada dirimu sendiri. Semua orang yang kamu pikir tidak memberikanmu cinta yang pantas kamu dapatkan.. Ingatkan dirimu pada perasaan itu ketika kamu merasa kacau lain kali. Kalau pernah ada seseorang yang benar - benar mencintaimu, bagaimana mereka bersikap? Bersikaplah yang sama dengan dirimu. Kamu akan terkejut betapa seringnya kita bersikap "kejam" terhadap diri sendiri.
  • Jangan menghakimi perasaanmu. Di sinilah kebencian terhadap diri sendiri sering bermula. Pahami ini: Perasaan hanya merupakan indikator.. terhadap bagaimana kamu merespon suatu situasi. Kamu tidak merasakan situasi tersebut - kamu merasakan pemikiranmu terhadap situasi tersebut. Kalau kamu memberi label terhadap perasaan, pikiranmu sudah memberikan gambaran bukan? Kamu mungkin melabeli perasaanmu sebagai "marah", "iri", "cemburu", "nafsu", atau apapun itu.. dan kamu mulai menghakimi perasaanmu. Kalau kamu menghakiminya secara negatif, kamu mugkin akan berusaha untuk merubahnya atau merasa tak berdaya karena kamu sudah merakan perasaan itu dan karena itu merasa menjadi orang jahat. Itu sama saja seperti membenci termometer karena menujukkan bahwa kamu sedang demam. Perasaan terjadi begitu saja. Dan kemudian sebuah pemikiran akan muncul di benakmu secara spontan. Sama sekali diundang. Itu merupakan hasil dari berbagai hal termasuk kondisi masa kecil, stress yang sedang kamu alami, situasi yang kamu hadapi, suasana hati, lingkungan dan banyak hal - hal lain yang di luar kendalimu. Kalau kamu tidak mau membiarkanny terus, kamu harus melepaskannya, lalu pikirkan hal itu, perhatikan, berikan perhatianmu. Berikan kekuatan dan biarkan perasaanmu mekar. Tapi seringkali kita memikirkan hal - hal yang negatif dan mengabaikan hal - hal yang positif.
  • Cinta merupakan izin untuk melakukan kesalahan. Kita sering mengalami cinta yang bersyarat, cinta yang manja, cinta yang membuat sesak nafas, cinta yang menghakimi, tapi hanya sebagian dari kita yang dapat merasakan cinta yang sejati. Dan sulit untuk memasak masakan yang tidak pernah kamu coba. Tapi merupakan hal yang bodoh kalau kamu berhenti memasak. Cinta merupakan izin untuk melakukan kesalahan. Kesalahan yang besar, konyol, bodoh dan memalukan. Lalu melihat hal itu sebagai sesuatu yang kamu lakukan, bukan sebagai dakwaan terhadap siapa kamu. Katakan, "aku melakukan kesalahan yang besar" , bukan "aku orang yang bodoh". Mengatakan kalimat pertama juga membantumu menghadapi kerusakan yang kamu sebabkan dan menjadi bagian untuk memperbaikinya. Pikirkanlah seorang anak yang terlepas dari peringatan keras yang diberikan oleh ibunya, berlari menyeberangi jalan dan tertabrak mobil. Tidak peduli seberapa bandel atau keras kepala anak itu, dia tetap berhak untuk mendapatkan pengobatan untuk lukanya. Bukan karena dia anak yang baik/naif/memiliki potensi tinggi/menggemaskan. Tapi karena dia adalah seorang manusia.

Akan ada titik diaman kamu menyadari bahwa ini bukan mengenai "pantas" untuk diobati. Tapi ini tentang mengobati. Kamu hanya mengobati. Kalau kamu membiarkan hal lain terlibat, kamu menghakimi, maka sikapmu akan tercemar. Kamu hanya menanyakan satu hal, "Terlepas dari apa yang telah dia lakukan, siapa dia, kenapa dia melakukan apa yang telah dia lakukan - Apa yang bisa aku lakukan untuk membuat situasinya menjadi lebih baik dan meningkatkan kemampuannya untuk memberikan kembali kepada dunia?". Karena itu bisa merupakan kebaikan, kadang itu bisa merupakan tamparan. Tapi itu adalah cinta. 

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang