Satu perubahan apa yang ingin anda lihat di Indonesia?

Dilihat 597 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Menugaskan anak-anak muda Indonesia untuk tinggal di luar negeri paling tidak 1 tahun. Saya melihat banyak jawaban bagus di sini. Tetapi daripada memberikan pernyataan berupa "tujuan", saya berharap untuk terjadinya sebuah "proses " yang baru.  

Jawaban saya mungkin tidak dapat dikerjakan dengan mudah sekarang. Tetapi ini adalah sebuah mimpi bukan ?  Mungkin mimpi yang sangat besar.  Saya ingin anak-anak muda Indonesia (yang berumur 16 - 26 tahun) untuk tinggal paling tidak 1 tahun di luar negeri (idealnya 2 tahun). "Luar negeri" disini maksudnya adalah, mereka harus tinggal di negara yang maju dan yang ber demokrasi plural. Dan itu tidak bisa di negara asia tenggara atau di negara agama/syariah karena akan mengalahkan tujuan program ini. Tidak masalah apakah mereka akan bekerja, belajar, menjadi relawan, atau hanya bermalas-malasan (saya harap yang satu ini tidak). 


Fokusnya adalah untuk tinggal selama satu tahun di negara yang berbeda sehingga mendapat pengalaman hidup di sebuah tempat di mana paradigmanya berbeda dari rumah. Saya tidak mempunyai rencana apapun tentang pendana an nya.  Tetapi saya pikir dukungan dan bimbingan dari pemerintah diperlukan.  Mungkin kita perlu membuat beberapa instansi pemerintah untuk memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan (membuat perjanjian bilateral dengan negara-negara tujuan untuk mengizinkan mereka bekerja-belajar, pendaftaran warga negara, menyelesaikan penerbitan visa, dan lain sebagainya). Ya, pasti itu membutuhkan banyak uang, dan itu akan menyebabkan hilangnya angka produktivitas, tetapi manfaatnya sangat berguna. 


Mengapa harus negara maju? 

  • Untuk membuat pemuda Indonesia menyadari posisi negara kita di dunia ini. 
  • Untuk membuat mereka melihat seberapa jauh kita tertinggal. 
  • Untuk mengatakan kepada mereka seperti apa seharusnya negara terlihat. 
  • Untuk membiarkan mereka melihat hal-hal apa yang baik dan dapat dibawa pulang ke rumah. 
  • Untuk membuat mereka belajar bagaimana sesuatu dikerjakan di negara yang berbeda dan membuat mereka menilai baik / buruknya sistem yang ada saat ini dibandingkan negara-negara lain. 
  • Untuk membuat mereka tidak puas dengan kondisi yang ada saat kembali pulang.

Mengapa negara yang demokrasi plural ?

Karena kita negara demokrasi. Karena negara kita adalah sebuah campuran identitas kebudayaan. Kita memiliki ribuan suku, bahasa daerah, dan sebagainya. Sangat penting sekali untuk memahami  bagaimana mengatasi perbedaan. 

  • Untuk membuka pikiran mereka mengenai perbedaan pandangan dalam demokrasi.  
  • Untuk membiarkan mereka berlatih menegakkan pendapat mereka terhadap orang lain. 
  • Tujuan akhirnya adalah untuk membuat mereka berwawasan luas dan dapat membangun toleransi terhadap orang-orang yang mempunyai pandangan yang sangat berbeda dengan mereka. 

Mengapa paling tidak 1 tahun ?

Waktu 1 tahun cukup lama untuk membuat mereka menyadari identitas budaya / nasional kita di dunia; yaitu siapa kita, bagaimana kita dimengerti, apa itu tanah air, apa peran kita di dunia ini. Untuk membuat mereka bertambah dewasa. Setiap orang berkembang pada tingkat yang lebih cepat ketika mereka dimasukkan ke dalam posisi yang tidak nyaman. 1 -2 tahun di luar zona nyaman mereka, akan membuat mereka menjadi dewasa lebih cepat daripada tinggal di rumah (di tanah air). Untuk membangun kepercayaan diri mereka. Untuk membiarkan mereka menyadari bahwa orang asing (terutama orang barat) adalah manusia juga. Tidak semua dari mereka adalah "superior (unggul)"  dalam hal kecerdasan, kekayaan, budaya dan lain sebagainya. Mereka harus menyadari bahwa orang asing dan kita sama-sama mampu. Pada intinya,  kita berusaha memberantas mentalitas diri dari rasa minder dan kurangnya rasa percaya diri. 1 tahun waktu merupakan yang cukup lama untuk merasakan pandangan/budaya orang lain secara mendalam. 

Hal ini memberikan anak-anak muda Indonesia waktu untuk pertanyaan-pertanyaan tentang keyakinan dasar mereka yang telah di indoktrinasi di pikiran mereka sedari muda.  Sebagai contoh: Apakah Pancasila mode/cara terbaik dari demokrasi ? Apakah koperasi hakekat bisnis terbaik ? Apakah komunisme benar-benar buruk ? dan lain sebagainya.


Mengapa tidak di negara-negara asia tenggara dan tidak di negara agama ?

  • Negara asia tenggara memiliki akar budaya yang sama dengan kita. Jadi pengaruh untuk memperlihatkan ke mereka mengenai pandangan orang-orang asing secara total tidak bisa jelas,  dibandingkan jika mereka pergi ke Eropa atau Amerika atau Jepang atau ke tempat lain yang jauh. 
  •  Untuk mencegah mereka pulang terlalu sering (karena biaya). Kami ingin mereka mengalami pengalaman "pengasingan", dan  "pengekangan"  dengan orang asing.  
  • Pergi ke negara agama tidak akan memperlihatkan ke mereka mengenai pandangan yang berbeda.  Itu tidak mungkin bahwa mereka akan bertemu dengan orang-orang dengan latar belakang yang berbeda, contohnya , jika tinggal di Amerika, akan ada kesempatan yang lebih tinggi  kemungkinan salah satu teman anda adalah gay (homo), atheis , atau diluar dari yang biasa (normal)  dibandingkan tinggal di Arab saudi.

Mengapa hanya untuk anak muda Indonesia ?

Karena mereka adalah pemimpin generasi berikutnya. Mereka harus mengatur kemanakah negara ini akan menuju. Mereka perlu melihat banyak contoh. Dengan melihat negara-negara lain memberikan mereka banyak contoh-contoh. Karena orang muda lebih idealis, tidak banyak mengolok-ngolok, lebih dapat ditempa mentalnya, dan menyerap sesuatu dengan lebih baik dibandingkan dengan orang tua. Karena mereka hidup dengan kondisi dibawah standar . Siapa lagi yang bisa makan mie instan sekali sehari dan tidak khawatir tentang kolesterol serta tekanan darah tinggi. Hal ini akan membuat biaya lebih murah.:)  Menurut sensus penduduk, 35 % orang Indonesia berumur 16 - 26 tahun. Jadi saya memperkirakan ada sekitar 70 juta orang. Jika kita merencanakan untuk 10 tahun, berarti ada 7 juta orang yang harus pergi ke luar negeri tiap tahunnya. 


Tentu saja membangun suatu program akan membutuhkan waktu dan akan ada manuver politik. Tetapi ini hanya perincian yang logis. Katakanlah, untuk membangun program, kita mulai dengan kapasitas 10%. Kita ambil 700.000 orang Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan mengirim mereka keluar.  Dengan pertimbangan, kita mungkin perlu untuk mengsubsidi tiket pesawat, memberikan biaya hidup, dan asuransi kesehatan, mengelola program, bekerja sama dengan negara-negara tujuan, katakankalah biaya USD 5.000 per tahun , per orangnya (satu data petunjuknya: Berapa biayanya untuk belajar di Jerman ?) Jadi maksud saya dengan beberapa diskon dari perjanjian bilateral , itu kan memberi dan mengambil sekitar USD 5.000. 


Kita dapat menyewakan tanah, membangun rumah kita sendiri untuk menghemat uang.  Ada banyak cara untuk menghemat uang, Dalam hitungan saya, biaya tahunan kita mungkin sekitar USD 3.5 milyar. Dengan pertimbangan budget negara kita sekitar USD 141 milyar.Pada halaman kemenkeu.go.id .

 Itu tidak sepenuhnya tidak mungkin untuk memulai program ini, jika kita bisa mengurangi korupsi 1%.(saya mendengar rumor bahwa jabatan yang lebih tinggi di kepolisian bisa mengantongi sekitar USD 100 juta dari korupsi saja), jadi menjalankan program ini sangatlah mungkin. 


 




Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang