Saya adalah seorang lelaki normal yang jatuh cinta dengan seorang perempuan lesbi. Apa hal paling bijaksana yang harus saya lakukan sekarang?

Dilihat 1,96 rb • Ditanyakan hampir 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

1. Dia adalah lesbian. 2. Dia sudah memiliki pasangan. 3. Kamu merasa kamu tidak bisa hidup tanpanya dan lebih baik sendiri selama sisa hidupmu jika kamu tidak bisa bersamanya. Kamu tidak bisa mengubah orang lain, jadi pilihanmu satu-satunya ialah dengan mengubah dirimu sendiri. Katamu kamu tidak bisa mengubah perasaanmu. Jadi tentunya kamu harus mengubah jenis kelaminmu, terutama mengingat bahwa objek perasaanmu itu adalah seorang lesbi. Paling tidak hal ini akan menjadikan kamu sekelompok orang yang bisa dipertimbangkannya untuk menjadi pasangannya. Tentunya ini adalah pengorbanan yang ringan karena cintamu padanya sungguh tulus dan tidak egois. Kamu tidak akan merasakan suatu kesetiaan padanya jika kamu menolak untuk melakukan apa saja agar pantas menjadi pasangannya. Lalu bagian yang berikutnya. Kamu bilang bahwa pasanganmu harus dia atau kamu lebih baik hidup sendirian selamanya. Kegigihan ini patut dipuji karena meskipun kamu sudah mengubah jenis kelaminmu, dia tetap memiliki pasangan dan mungkin tidak akan mau berpaling dari pasangannya ini. Bahkan kalau dia memang sesempurna seperti yang kamu bilang, bisa jadi dia benar-benar tidak akan meninggalkan pasangannya karena orang yang sempurna pada umumnya memiliki moral dan etika. Tapi paling tidak sekarang kamu memiliki kesempatan untuk membuktikan kesetiaanmu dan cintamu dengan mengabaikan dunia dan wanita lain, dengan menjadi suster dimana romansa dan seks dilarang keras. Dan saat dia melihat seberapa relanya kamu untuk berkorban demi mendapatkan cintanya, dia akan menyadari bahwa tidak ada orang lain yang mencintainnya seperti kamu dan dia akan menyelamatkanmu dari keinginganmu itu. Kamu berdua akan menikah dan hidup bahagia selamanya. Saya tentu tidak menyuruh kamu untuk melakukan semua ini. Saya memberikan ilustrasi cerita macam Hollywood ini untuk menggarisbawahi bahwa hanya dalam dongeng fantasilah semuanya bisa berakhir seperti yang kamu mau. Tapi memang ada beberapa hal dalam analogi ini yang benar adanya, suka maupun tidak :1. Kamu tidak bisa mengubah dirinya, hanya dirimulah yang bisa kamu ubah. Dan siapapun dirimu itu adalah bukan pribadi yang dia sukai. Meskipun ini menyakitkan untuk didengarkan, namun ini adalah kenyataanya. Walaupun kamu sudah mengubah jenis kelaminmu seperti di cerita ini, tidak ada siapapun yang dapat menjamin bahwa dia bisa cinta kepadamu. Berkorban sebanyak itu bukanlah untuk cinta, tapi untuk obsesi. 2. Cintamu kepadanya bukannya tidak egois, dan bahkan tidak bisa dibilang cinta. Semua ini termasuk sebagai Idée fixe dalam istilah psikologi, atau dengan kata lain fiksasi gangguan jiwa. Kamu berpikir bahwa dengan mempercayai bahwa kamu bisa bersamanya, semua ini bisa menjadi nyata hanya dengan keinginanmu semata. Semua ini hanya tentang kamu dan keinginan agar harapanmu itu terpenuhi. 3. Kamu tidak benar-benar mengenalnya sebagai seorang pribadi. Namun fantasi yang kamu miliki tentangnya sungguh kuat, sehingga kamu mulai berpikir bahwa kamu bisa meyakinkannya kalau kalian ditakdirkan bersama. Kamu tidak pernah menghabiskan waktu berdua dengannya. Waktu keseluruhan yang kamu habiskan dengannya (dari deskripsimu) bahkan tidak sampai 24 jam. Tapi dalam pikiranmu, kamu tau bahwa ia adalah jodohmu. Apa kamu menyadari betapa tidak realistis dan halusional ini semua? Beberapa saat mungkin kamu juga merasakannya, seperti yang kamu bilang, 'Aku tahu ini gila, Jika aku melihat dari perspektif orang lain, aku mungkin akan menendang diriku sendiri, Tapi aku benar-benar tidak bisa mengendalikannya." Namun kamu masih saja tidak bisa menghilangkan halusinasi itu. Hanya ada satu solusi untuk permasalahmu. Kamu harus menjauhkan dirimu dari wanita ini dan tidak menemuinya sama sekali, serta kamu harus mendapatkan bantuan profesional. Hal seperti inilah yang akan mengubah seseorang yang normal menjadi penguntit dan bahkan terkadang lebih buruk lagi. Pikiranmu tentangnya sungguh tidak realistis dan tidak sehat. Kamu tidak hanya akan menyakiti dia, tapi juga dirimu sendiri. 

Terjawab 7 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang