Saya bertemu seorang pria luar biasa yang istri pertamanya telah meninggal akibat kanker serviks. Apakah ini berarti dia membawa virus HPV? Jika demikian, amankah saya membina hubungan dengannya?

Dilihat 499 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Memiliki tubuh yang sehat dan bugar tentunya menjadi idaman setiap orang karena orang membutuhkan kesehatan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Tetapi memang untuk mendapatkan tubuh yang sehat kita harus selalu menjaga kondisi tubuh kita diantaranya dengan cara menjaga pola makan, olahraga, mengurangi stres, dan cukup tidur setiap harinya. Dengan tubuh yang sehat berbagai macam virus dan penyakit tidak akan mudah menyerang tubuh kita karena sistem imun telah terjaga. Namun jika tidak peduli dengan kondisi tubuh, tentu saja berbagai virus dan penyakit akan menjangkiti tubuh dengan mudah. Salah satu virus yang sangat berbahaya dan bisa menjadi penyebab kanker serviks adalah virus HPV. Banyak orang yang belum mengetahui jenis virus ini, dalam artikel kali ini saya akan membahas tentang virus HPV dan juga mengenai pentingnya mendapatkan vaksin HPV . 


Viru HPV


Apa itu virus HPV?


Virus HPV atau Human papillomavirus adalah virus yang umumnya disebabkan melalui seks tanpa pengamanan dan beresiko tinggi pada seseorang yang sering berganti-ganti pasangan. Virus ini ditandai dengan tumbuhnya kutil di beberapa bagian tubuh misalnya tangan, kaki, wajah, area genital, dan juga di bagian anal. Sebenarnya ada sekitar 60 jenis HPV yang menginfeksi beberapa bagian tubuh sementara 40 jenis HPV lainnya memicu munculnya kutil kelamin. Baik pria dan wanita bisa saja terpapar virus ini namun virus HPV sering tidak menimbulkan gejala sehingga sering tidak disadari oleh penderitanya. Sebenarnya virus HPV ini bisa diberantas oleh sistem kekebalan tubuh manusia dengan sendirinya selama 12-18 bulan sebelum virus menunjukkan gejala. Namun apabila kondisi tubuh tidak mampu melawan virus karena kondisi tubuh seseorang yang sedang tidak baik, virus HPV ini cenderung dapat bertahan dan menginfeksi bagian tubuh lainnya. 


Gejala viru HPV

Infeksi virus HPV pada jenis tertentu bisa berpotensi menjadi penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim yang merupakan kanker yang paling mematikan kedua di dunia setelah kanker payudara yang menyerang wanita. Bahkan ada pernyataan ilmiah dari dunia medis mengatakan bahwa seseorang tidak mungkin terkena kanker serviks sebelum dirinya terjangkit virus HPV. Untuk itu, salah satu cara untuk mendeteksi kanker serviks adalah mendeteksi perkembangan virus HPV yang menyerang tubuh dengan melakukan serangkaian tes oleh dokter. Jika anda memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seorang pria yang istri sebelumnya telah meninggal karena kanker serviks. Lalu, apakah dia bisa menularkan virus HPV? Jawabannya adalah bisa, namun seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa kondisi tubuh seseorang untuk melawan virus ini berbeda-beda bisa saja kekebalan tubuhnya mampu memberantas virus HPV atau mungkin sebaliknya. Untuk itu, dianjurkan untuk memeriksakan diri anda dan pasangan anda secara rutin ke dokter karena jika memang virus HPV terdeteksi sejak awal, penyembuhannya akan lebih mudah. Sebenarnya tidak semua jenis HPV dapat menyebabkan kanker. Beberapa jenis virus HPV yang berbahaya diantaranya adalah HPV 16 dan HPV 18 yang merupakan jenis HPV penyebab kanker serviks


Virus HPV bisa menyebabkan kanker serviks


Siapapun mudah sekali terserang penyakit ini, selain karena kondisi tubuh yang lemah sehingga mudah dimasuki oleh virus HPV. Ada juga beberapa faktor lain yang berpotensi besar menjadi resiko seseorang terkena virus ini, diantaranya:


  • Pemakaian barang pribadi secara bergantian seperti handuk, sapu tangan, atau pakaian.
  • Sering berganti-ganti pasangan. Berhubungan seks lebih dari satu orang bisa mempertinggi resiko terkena virus HPV.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah. Kondisi ini membuat virus mudah sekali memasuki tubuh sehingga bisa menyebar dan menginfeksi tubuh.
  • Adanya luka terbuka juga memberikan kesempatan virus mudah memasuki tubuh.
  • Tidak menjaga kebersihan tubuh.

Beberapa hal lainnya seperti seseorang yang terjangkit HIV terbilang sulit untuk terhindar dari penularan virus HPV ini karena kondisi imun penderita HIV yang sangat rentang dari serangan virus. Selain itu, penggunaan toilet duduk pada toilet umum juga sangat berpotensi menyebarkan virus HPV ini. Disarankan juga untuk memakai alas kaki dan lebih berhati-hati saat menggunakan toilet umum. Ingatlah dengan melakukan upaya pencegahan terhadap virus HPV adalah salah satu cara untuk mencegah kanker serviks menyarang tubuh anda.


Diagnosa virus HPV

Diagnosa virus HPV dilakukan pertama kali dengan pemeriksaan kutil yang muncul pada anggota tubuh pasien. Jika memang tidak ada kutil yang muncul, dokter kemudian melakukan beberapa tes untuk memastikan diagnosis. Terdapat dua pemeriksaan yang biasanya dilakukan pada pasien untuk mendiagnosis HPV, diantaranya menggunakan tes larutan asam asetat dan tes pap smear. Tes larutan asam asetat akan diaplikasikan pada area genital pasien jika warna kulit berubah menjadi putih berarti virus HPV positif diderita oleh pasien. Sedangkan tes pap smear dilakukan dengan pengambilan sel-sel serviks dan vagina untuk diperiksa di laboratorim. Tes pap smear juga bisa digunakan untuk mendeteksi sel serviks yang berpotensi berubah menjadi kanker serviks. Setelah melakukan pemeriksaan tersebut dokter kemudian akan memberikan diagnosa pada pasien berdasarkan hasil tes yang dijalankan. 


Pengobtan virus HPV


Pengobatan Terhadap Virus HPV


Setelah pasien positif terdiagnosis virus HPV ada dua metode pengobatan yang bisa pasien pilih yaitu penanganan dengan obat atau dengan prosedur operasi. Penanganan melalui obat biasanya menggunakan bantuan obat oles yang membutuhkan waktu lama untuk menghilangkan kutil dan virus HPV. Beberapa obat oles yang biasanya diresepkan oleh dokter diantaranya asam salisilat yang berfungsi untuk mengikis lapisan kulit secara bertahap, Imiquimod berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh pasien, Asam trikloroasetat yang berkhasiat untuk membakar protein dan sel-sel kutil, dan obat oles podofilox yang berfungsi menghancurkan jaringan pada kutil kelamin. Sedangkan pengobatan dengan prosedur operasi diantaranya adalah bedah listrik, bedah laser, operasi pengangkatan, dan cryotherapy. Mungkin beberapa pasien merasa ketakutan untuk memilih metode penyembuhan melalui operasi namun metode tersebut dinilai sebagai tindakan pengobatan yang lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan obat oles yang akan memakan waktu yang lama untuk sembuh.


Menjalani hidup sehat salah satu pencegahan virus HPV

Langkah pencegahan yang bisa anda lakukan agar terhindar dari virus HPV yang bisa mengakibatkan komplikasi penyakit lainnya adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Ada beberapa jenis vaksin HPV yang bisa anda pilih seperti Gardasil, Cervarix, dan Gardasil 9. Beberapa vaksin HPV tersebut bisa membantu untuk mencegah perkembangan kutil kelamin dan juga mencegah perkembangan virus menjadi kanker serviks. Vaksin HPV bisa dianjurkan bagi remaja perempuan yang berumur mulai dari 10 tahun hingga 25 tahun untuk mencegah tubuh terserang virus HPV yang tidak terduga berada disekitar lingkungan kita. Tidak banyak orang yang tahu tentang virus HPV karena memang tidak sepopuler virus HIV yang lebih dikenal di masyarakat. Semoga kedepannya masyarakat lebih memahami pencegahan virus ini terutama bagi perempuan agar terhindar dari kanker serviks yang kini mulai marak diderita masyarakat Indonesia dan mengakibatkan banyak kematian pada wanita. Beberapa hal juga bisa dilakukan oleh kita agar terhindar dari virus HPV seperti menjaga kebersihan, jangan berbagi penggunaan barang pribadi, jangan berganti-ganti pasangan, menggunakan pengaman saat berhubungan seks, dan jangan menyentuh kutil secara langsung.


Itulah beberapa penjelasan mengenai virus HPV yang beberapa diantaranya bisa menjadi virus pemicu kanker serviks pada wanita. Kanker serviks adalah penyakit mematikan kedua setelah kanker payudara di dunia. Di Indonesia setiap 1 jam kurang 1 wanita meninggal akibat kanker serviks. Data ini menunjukkan bahwa kita harus mulai berhati-hati dengan penyebaran virus HPV yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks pada wanita. Namun jika anda merupakan salah satu wanita yang terserang kanker seviks, anda bisa melakukan beberapa cara dalam link ini: cara penanganan terhadap kanker serviks. Selain itu, virus HPV juga bisa menimbulkan perubahan abnormal pada sel-sel penis serta anus yang bisa menyebabkan potensi kanker pada pria meskipun hal ini jarang ditemukan. Salah satu cara untuk mencegah penularan virus HPV adalah dengan memeriksakan anda dan pasangan anda ke dokter secara rutin. Mulai dari sekarang juga biasakanlah untuk menjalani hidup sehat dengan menjaga pola makan dan seimbangkan dengan kegiatan olahraga yang teratur sehingga sistem imun dalam tubuh kita kuat dan terhindar dari segala macam jenis virus dari luar tubuh. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dalam memberikan informasi tentang virus HPV. 

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang