Saya dengar bahwa vitamin B dan probiotik dapat membantu pencernaan makanan serta penyerapan gizi. Apakah ini berarti saya bisa menjadi lebih gemuk dengan mengkonsumsi lebih banyak vitamin B dan probiotik?

Dilihat 696 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tubuh kita memerlukan berbagai macam vitamin agar stamina dan kesehatan tetap terjaga. Fungsi vitamin tentunya beragam, mengingat jenisnya pun berbeda-beda. Seperti vitamin B kompleks yang terdiri dari berbagai jenis vitamin B, fungsi vitamin B yang beragam tersebut pun berbeda-beda. Vitamin B Kompleks adalah satu kelompok vitamin B, yang semuanya memiliki keistimewaan manfaat masing-masin. Vitamin B kompleks ini terdiri dari : Vitamin B1(thiamine), Vitamin B2(riboflavin), Vitamin B3 (niacin), Vitamin B5(pantothenic acid/asam pantotenat) , Vitamin B6(pyridoxamine) , Vitamin B9(folic acid/asam folat) , vitamin B12(cyanocob), vitamin B7(biotin) biotin, Kolin dan inositol. Manfaat vitamin B complex dibutuhkan untuk semua proses di dalam tubuh. Vitamin B bekerja sama dan saling bersinergi antara jenis yang satu dengan jenis yang lain. Jadi kekurangan dari salah satunya dapat menyebabkan ketidakseimbangan, jadi pastikan Anda sudah mendapatkan semuanya dengan cukup.


Di bawah ini saya akan menjelaskan mengenai manfaat vitamin B complex.


Manfaat Vitamin B Complex


Salah satu ciri khas dari vitamin B kompleks adalah sifatnya yang larut dalam air. Oleh karena itu, Anda tak perlu khawatir jika Anda  mengkonsumsi vitamin B kompleks secara berlebih sebab sisanya akan keluar dari tubuh melalui urin. Vitamin ini sangat esensial dan unik karena tubuh tidak mampu menghasilkannya sendiri dan juga tak dapat menyimpannya sebagai cadangan di dalam tubuh. Karena itulah, vitamin B kompleks harus didapatkan oleh tubuh setiap hari dalam jumlah yang cukup. Berbagai makanan yang kita makan mengandung vitamin B, misalnya nasi atau gandum mengandung vitamin B1, kedelai mengandung vitamin B2, jagung atau biji-bijian mengandung vitamin B6, Ikan, keju, susu, ayam atau produk hewani mengandung vitamin B12, ikan mengandung vitamin B7, jamur shitake mengandung B5, dan lain-lain. Fungsi vitamin B jika dikelompokkan dalam jenisnya adalah sebagai berikut :




1. Vitamin B1 (thiamine)

Selain sangat dibutuhkan dalam proses pencernaan karena mampu mengubah makanan yang Anda makan menjadi sumber energi, vitamin berjenis thiamine ini amat bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem syaraf pada tubuh Anda. Supaya asupan vitamin B1 dalam tubuh selalu terpenuhi, Anda perlu mengonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin B1 di dalamnya seperti telur, susu, roti dari biji-bijian utuh, daging sapi, buah-buahan segar dan kering, serta sayuran berjenis kacang-kacangan seperti kacang polong. Untuk setiap harinya tubuh Anda membutuhkan asupan vitamin B1. Jumlah yang dibutuhkan adalah 0,8 mg untuk wanita dan 1 mg untuk pria. Kalau Anda mengkonsumsi makanan-makanan yang sudah saya sebutkan di atas tadi, akan sangat mudah bagi Anda untuk memenuhi jumlah tersebut meski tanpa mengkonsumsi suplemen-suplemen yang banyak dijual di pasaran.


2. Vitamin B2 (riboflavin)

Memiliki mata yang tetap sehat dan kulit yang indah tentunya merupakan impian semua orang, terlebih wanita. Untuk mendapatkannya, sesungguhnya caranya cukup mudah. Yang Anda perlukan adalah asupan vitamin B2 yang cukup setiap harinya. Jumlah konsumsi vitamin B2 yang dianjurkan untuk setiap harinya adalah sebanya 1,1 mg bagi perempuan dan 1,3 mg bagi laki-laki. Tak hanya memiliki manfaat untuk menjaga keindahan kulit dan kesehatan mata, vitamin berjenis riboflavin ini juga berfungsi untuk menjaga kesehatan sistem saraf, juga membantu tubuh menderna karbohidrat, protein, dan juga lemak dalam makanan yang dikonsumsi. Anda bisa memenuhi asupan vitamin B2 Anda dengan mengonsumsi ikan, telur, susu, sayur-sayuran, dan atau nasi. Tapi, yang perlu sekali Anda perhatikan adalah untuk menjaga makanan-makanan tersebut dari paparan sinar matahari karena panasnya dapat merusak komposisi vitamin B2 yang terkandung di dalamnya.


3. Vitamin B3 (niacin)

Bersama dengan vitamin B2, vitamin B3 memiliki kelebihan untuk menjaga kinerja sistem saraf agar tetap bekerja dengan prima, juga menjaga kesehatan kulit, dan membantu tubuh mengubah vitamin, protein, dan mineral menjadi energi. Normalnya wanita membutuhkan asupan vitamin B3 sebanyak 13 mg setiap harinya, sementara untuk pria adalah 17 mg. Untuk mendapatkannya, Anda bisa mengonsumsi susu,kacang-kacangan, telur, ikan, daging sapi, dan ayam yang merupakan sumber vitamin B3 terbaik.


4. Vitamin B5 (pantothenic acid)

Pantothenic acide adalah vitamin yang amat membantu pertumbuhan tubuh dan juga memegang peran penting dalam proses produksi hormon di dalam tubuh. Lalu, seperti jenis-jenis vitamin lainnya, berkat adanya vitamin B5, makanan yang Anda konsumsi dapat dicerna dan diubah menjadi energi oleh tubuh. Anda dapat mencukupi asupan vitamin B5 dengan mengonsumsi makanan seperti kentang, daging sapi, tomat, telur, brokoli, daging ayam, dan nasi merah. 


5. Vitamin B6 (pyridoxine)

Vitamin ini berfungsi membantu pembentukan hemoglobin yang mengedarkan oksigen dalam darah ke seluruh tubuh. Selain itu, vitamin B6 juga bermanfaat untuk mengubah protein dan karbohidrat dari makanan agar menjadi energi. Sistem saraf, kardiovaskular, pencernaan, otot, dan beberapa bagian dari sistem imun pun terjaga dengan adanya vitamin ini di dalam tubuh Anda.  Vitamin B6 bisa didapatkan dari telur, sayur-sayuran, kacang, susu, kentang, ikan, daging ayam, kacang panjang atau pisang. Jumlah vitamin B6 yang harus dikonsumsi setiap hari adalah 1,2 mg untuk wanita dan 1,4 mg untuk pria. 


6. Vitamin B7 (biotin)

Vitamin B jenis ini mempunya fungsi yang penting dalam tubuh yakni untuk memproses lemak dan karbohidrat menjadi asam lemak dan glukosa yang merupakan sumber tenaga bagi tubuh. Vitamin B7 dapat ditemukan dalam pisang, salmon, wortel, sereal, hati dan kembang kol.


7. Vitamin B9 (folic acid)

Alasan mengapa vitamin B9 amat penting bagi tubuh adalah karena vitamin ini dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah merah agar sel darah merah yang dihasilkan sehat. Tak hanya itu, vitamin berjenis folic acid ini juga membantu pembetukan sel-sel dalam tubuh juga menjaga kualitas DNA. Terlebih lagi, konsumsi vitamin B9 pada masa kehamilan dapat menurunkan resiko cacat pada sistem saraf seperti spina bifida, pada bayi dalam kandungan Anda. Normalnya, jumlah vitamin B9 yang dibutuhkan adalah 0,2 mg per harinya. Namun pada ibu hamil atau wanita yang sedang merencanakan kehamilannya, Anda dianjurkan untuk menjaga asupan vitamin B9 Anda dengan mengonsumsi suplemen sejumlah 0,4 mg setiap harinya. Dan apabila dalam keluarga Anda ada seseorang yang pernah terserang spina bifida, Anda harus memiliki asupan vitamin B9 yang lebih banyak yakni 5 mg setiap harinya. Disarankan bagi ibu hamil atau ibu-ibu yang merencanakan kehamilannya untuk mengonsumsi suplemen vitamin B9 semenjak menghentikan penggunaan alat kontrasepsi hingga usia kandungan setidaknya memasuki usia tiga bulan. Makanan yang merupakan sumber vitamin B9 adalah brokoli, kacang, kacang polong, bayam, dan buah-buahan sitrus (jeruk mandarin, lemon, dan jeruk nipis). 


8. Vitamin B12 (cobalamin)

Guna memproduksi sel darah merah, memproses vitamin B9, juga mengubah makanan menjadi energi dan menjaga sistem saraf dalam tubuh akan senantiasa sehat serta berfungsi dengan baik amat dibutuhkan vitamin B12. Vitamin yang juga disebut cobalamin ini bisa Anda dapatkan dengan konsumsi salmon, daging, susu, keju, dan telur. Jumlah asupan vitamin B12 yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah sebanyak 0,0015 mg setiap harinya.




Ini adalah pertanyaan yang rumit karena hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Pertama-tama, "bertambah gemuk" mungkin terkesan negatif bagi beberapa orang, tergantung dari budayanya. Untuk seseorang yang kekurangan berat badan dan kurang gizi, pertambahan berat badan akan menjadi suatu berkah. Di samping itu, pertambahan berat badan bukan berarti hanya bertambahnya porsi lemak pada tubuh, tapi juga bertambahnya otot. Seseorang yang berhasil menurunkan berat badan juga kehilangan jaringan otot seiring dengan proses ini. Saat tubuh mulai menyerap gizi pada makanan, berat badan akan bertambah. Namun ini tidak bisa diartikan sebagai obesitas atau "bertambah gemuk". Di beberapa budaya, 'gemuk' adalah istilah yang kurang enak untuk didengar, jadi kebanyakan orang tidak menganggap pertambahan berat badan yang sehat sebagai 'bertambah gemuk'. Jika seseorang yang kelebihan berat badan menjadi agak ragu untuk mengkonsumsi suplemen vitamin B dan probiotik karena takut bertambah berat, Anda bisa tenang sekarang. Hal ini jarang sekali terjadi. Malabsorpsi pada umumnya menyebabkan penurunan berat badan.




Seseorang dapat mengalami kelebihan berat badan karena berbagai macam alasan, tapi alasan yang paling banyak ialah makan terlalu berlebihan atau kurangnya aktivitas (atau kombinasi keduanya). Kebanyakan orang yang ingin menurunkan berat badan selalu fokus pada konsumsi kalori dan gizi. Jadi saya sendiri juga maklum mengapa mereka khawatir bahwa peningkatan penyerapan gizi bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Probiotik dapat membantu kesehatan usus, salah satunya dengan meningkatkan ketersediaan dari nutrien. Hal ini berarti seseorang bisa mendapatkan lebih banyak nutrisi dari makanan selama mereka mempertahankan diet yang sehat. Dengan demikian, jika seseorang telah melakukan perubahan pada dietnya dan lebih banyak mengkonsumsi makanan sehat dengan kalori yang lebih sedikit, menambah lagi probiotik tidak akan mempengaruhi tujuan utamanya untuk menurunkan berat badan. Bahkan sebenarnya penyerapan yang lebih baik membantu meningkatkan tingkat kepuasan seseorang, sehingga berdampak pada konsumsi makanan yang lebih sedikit. Semoga bermanfaat!

Terjawab 12 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang