Saya jarang datang bulan dan kelihatannya tidak bisa hamil. Apakah ini artinya saya tidak begitu punya masa subur?

Dilihat 517 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Masalahnya bisa jadi terletak pada anda ATAU pada pasangan anda. Tidak ada yang bisa kalian lakukan untuk menentukan apakah kekasih anda punya masalah kesuburan - itu harus dilakukan oleh spesialis kesuburan. Namun, anda bisa:

1) Menentukan kemungkinan anda berovulasi dengan siklus anda yang tidak biasa, dan

2) Memaksimalkan kemungkinan untuk hamil karena metode ini akan memberitahu anda "saat terbaik" untuk berhubungan seks.


Untuk mencari tahu kapan anda berovulasi, atau kemungkinannnya, ada dua tahapan:

1) Periksa suhu tubuh dasar anda (langsung setelah anda bangun tidur di pagi hari), dan

2) Periksa level LH urine anda. 

Untuk melakukan ini, anda cukup membeli termometer suhu tubuh dasar (berbeda dari termometer biasa) dan alat prediksi ovulasi (OPK), bisa di apotik terdekat atau online. Pastikan anda mengikuti instruksi penggunaan keduanya dengan sangat berhati-hati. Penting bagi kekasih anda untuk tidak berejakulasi terlalu sering. Idealnya, jangan sampai dia berejakulasi selama 2-3 hari sebelum kalian berhubungan seks. Catat juga bahwa jangan sampai dia terlalu lama tidak berejakulasi. Gunakan metode ini dengan rutin selama 4-6 bulan (saya tahu, ini berat). Jika anda gagal, anda harus menemui spesialis kesuburan. Bawalah semua data anda saat kunjungan pertama, dan pastikan kalian berdua bisa datang menemui spesialisnya. 


Bacalah tentang "Fertility Awareness" di Wikipedia. Ini sedikit dari bacaannya: "Masa subur (waktu degan kemungkinan terbesar untuk hamil karena berhubungan seks) ada di sekitar 5 hari sebelum hingga 1-2 hari sesudah ovulasi. Dalam siklus 28 hari dengan 14 hari fase luteal, masa ini ada di minggu kedua dan awal minggu ketiga siklus. Beragam metode telah dikembangkan untuk membantu wanita memperkirakan masa relatif subur dan tidak subur di siklus mereka; sistem ini disebut sebagai fertility awareness." "Metode fertility awareness yang hanya mengandalkan catatan durasi siklus disebut dengan metode calendar-based. Metode yang membutuhkan observasi dari satu atau lebih dari 3 pertanda kesuburan (suhu tubuh dasar, cairan serviks, dan posisi rahim) disebut sebagai metode symptom-based. Ada alat penguji urine yang bisa mendeteksi peningkatan LH yang terjadi 24-36 jam sebelum ovulasi yang bernama ovulation predictor kits (OPKs). Alat-alat terkomputerisasi, seperti Lady-Comp, yang menerjemahkan suhu tubuh dasar, hasil tes urine, atau perubahan kimiawi di air liur, disebut sebagai monitor kesuburan."

Semoga beruntung. Menjadi orang tua adalah jalan yang panjang dan terjal, jadi pastikan anda yakin sebelum melaluinya!

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang