Saya jatuh cinta pada seorang pria yang tinggal lebih dari 3000 km jauhnya selama lebih dari 3 tahun dan saya tidak pernah mengatakan perasaan saya langsung kepadanya karena jarak yang ada di antara kamu. Apakah sebaiknya saya mengatakan kepadanya sebelum saya melanjutkan hidup?

Dilihat 3,24 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Sejujurnya, ikutilah kata hatimu, tidak peduli apa kata orang - orang di sini. Cerita saya agak mirip denganmu dengan sedikit variasi. Saya adalah seorang laki - laki yang pindah sejauh 10,000 km dan memiliki hubungan yang bertahan selama 7 tahun. Hampir semua masa itu adalah LDR. Kami adalah teman di SMA, melanjutkan kuliah di kota yang berbeda - lalu hilang kontak (waktu itu belum banyak hp) setelah lulus kami bertemu dan akhirnya mulai menjalin hubungan.

Sekarang, saya pindahke kota lain dan memiliki pekerjaan penuh waktu tapi berusaha memastikan bahwa semuanya baik - baik saja. Saya berusaha beras untuk pergi dan menemuinya. Kadang dia juga datang untuk menemuiku (dia datang ke kotaku merupakan hal yang besar mengingat keluarganya sangat konservatif).

Kamu mulai menghadapi masalah yang biasa dihadapi oleh pasangan yang melakukan LDR, tapi tidak ada yang serius. Saya bekerja dengan keras dan memiliki kesempatan untuk pindah ke Amerika. Setelah itu segalanya mulai memburuk. Kamu mulai jarang berkomunikasi karena perbedaan zona waktu. Segalanya semakin memburuk dan pada suatu hari saya merasa kesal karena perubahan suasana hatinya dan berhenti bicara dengannya. Sayangnya saat itu saya mengikuti ego saya begitu juga dengan dia (kami tidak bicara selama hampir 1,5 tahun tapi masih peka terhadap satu sama lain dengan cara yang berbeda)

Semuanya baik - baik saja karena kami berusaha keras, tapi suatu pagi saya mendapatkan email yang berisi undangan pernikahannya. Boom!! Segalanya berakhir! Saya menemuinya dan kemudian ini yang dia katakan kepada saya sambil menangis, "Aku tidak bisa melihat kemana arah hubungan kita dan aku sudah memutuskan untuk melanjutkan hidup. Lagipula, karena sekarang kamu ada di Amerika, kamu mungkin sudah menemukan banyak wanita cantik di sana". Dia menutup pintu di depan muka saya,

Saya menghabiskan masa muda saya bersikap jujur ke seorang gadis. Hal yang ironis adalah dia pindah ke London dan sekarang saya menderita depresi yang parah. Lupakan tentang cinta. Saya masih tinggal di Amerika dan saya punya segala hal yang diinginkan oleh rata - rata para pria tapi tidak ada gunanya.

Pelajaran dari cerita saya: Jangan biarkan dirimu terseret - seret. Jangan menunggu terlalu lama dengan harapan bahwa dia akan kembali padamu. Saya menunggu perubahan suasana hatinya mereda dengan harapan bahwa dia akan kembali kepada saya. Saya tidak berinteraksi secara langsung karena ego saya (dalam kasusmu kebingungan/penolakan) dan ketinggalan kereta dalam hidup saya.

Kalau menurutmu dia pantas diperjuangkan, temui dia dan katakan langsung ke mukanya. Orang - orang yang memiliki masalah dengan ego/penolakan pada akhirnya akan menyesal. Jangan kecewakan dirimu sendiri. Kalau kamu benar - benar suka padanya, katakan saja, kalau tidak maka berhenti untuk memikirkannya. Semoga beruntung!


Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang