Saya menderita diare berat, disentri, dan pendarahan di tinja saya. Dokter memberitahu saya untuk melakukan endoskopi dari anus saya yang akan menyakitkan. Apakah mungkin untuk melakukan endoskopi dari mulut saya dalam kasus saya?

Dilihat 970 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Diare merupakan salah satu gejala dari suatu penyakit, bukan penyakit itu sendiri. 


Diare bisa merupakan gejala dari masuk angin, badan kurang fit, sakit maag, salah mengkonsumsi makanan, disentri ataupun yang lainnya. Diare merupakan kondisi yang mana buang air besar (BAB) terjadi lebih dari 3x dalam sehari dengan feses dalam kondisi lunak atau encer (lebih banyak kandungan airnya). 


Semakin sering diare dialami dalam sehari maka risiko dehidrasi akan semakin tinggi bagi si penderita. Namun yang harus diobati adalah penyakit yang tengah dialami si penderita. Dan biasanya endoskopi adalah salah satu cara yang digunakan oleh dokter untuk mengetahui kondisi organ pencernaan (lambung dan usus halus) pasien yang mengalami sakit tersebut. 


Selain melakukan endoskopi lambung, dokter juga dapat melakukan kolonoskopi untuk mengetahui kondisi kesehatan dari usus besar atau kolon dari pasiennya. 


endoskopi kolonoskopi


Ketika orang mengalami diare berat dan disertai pendarahan pada tinja kemungkinan dia mengalami infeksi pada usus karena disentri. Untuk mengetahui hal ini bisa dilakukan dengan cara endoskopi melalui mulut atau kolonoskopi melalui anus. 


Yang termasuk ciri dari diare sebagai gejala penyakit antara lain: 


  • Penderita mengalami diare lebih dari 5x sehari. 
  • Kondisi feses lembek atau cair, berbau busuk, berlendir, dan kadangkala mengalami pendarahan. 
  • Perut penderita terasa sakit (sangat mulas melilit-lilit) namun saat proses BAB feses yang keluar hanya sedikit. 
  • Selain mengalami diare, penderita juga mengalami demam dan sakit atau nyeri kepala. 

infeksi usus


Disentri, Gejala dan Penyembuhannya 



Salah satu gejala dari penyakit disentri adalah diare parah yang mana feses atau tinja yang dikeluarkan bersifat lembek hingga cair bahkan kadangkala berdarah. Untuk menunjang diagnosanya, dokter biasanya melakukan kolonoskopi melalui anus. 


Selain kolonoskopi, dokter juga mungkin akan melakukan endoskopi lambung untuk mengetahui kondisi lambung Anda. Endoskopi adalah sebuah tindakan non pembedahan yang digunakan oleh dokter untuk memeriksa saluran pencernaan pasien dan juga diikuti dengan pengobatan jika keadaan memungkinkan.


Disentri merupakan infeksi yang terjadi pada usus yang menyebabkan terjadinya diare yang seringkali disertai darah atau lendir pada feses yang dikeluarkan oleh penderita saat BAB. Gejala lain yang dialami oleh penderita disentri adalah kram perut, mual atau muntah, dan demam. 


Gejala yang paling mudah diketahui ketika seseorang mengalami disentri adalah terjadinya diare dengan feses bercampur darah dan lendir. Keadaan pada feses ini disebabkan oleh infeksi bakteri pada usus dan organ pencernaan. 


Dan endoskopi adalah langkah yang dilakukan untuk mengetahui tingkat keparahan luka pada usus dan organ pencernaan akibat penyakit ini. 



kolonoskopi


Saat mengalami diare, seringkali si penderita juga akan mengalami rasa nyeri pada perut atau kram perut. Gejala penyakit disentri ini biasanya terjadi sekitar satu hingga tiga hari, setelah itu perlahan keadaan penderita akan membaik dalam waktu sekitar satu minggu. 


Secara umum disentri dibagi menjadi dua berdasarkan penyebabnya, yaitu disentri basiler atau sigelosis (disebabkan oleh bakteri shigella) dan disentri amoeba atau amoebiasis (disebabkan oleh amoeba entamoeba histolytica). Perbedaan dari kedua jenis disentri ini adalah pada gejalanya, untuk disentri sigelosis biasanya penderita mengalami demam dan mual. 


Sedangkan untuk disentri amoebiasis penderita akan mengalami feses berlendir dan bercampur darah. 


Terdapat beberapa cara penyembuhan yang bisa dilakukan untuk mengatasi disentri ini, yaitu: 

  • Banyak minum cairan
  • Berikan oralit sebagai cairan pengganti
  • Konsumsi makanan padat yang tidak berlemak, pedas, dan berat 
  • Pemberian antibiotik biasanya diberikan pada pasien dengan kondisi yang agak parah hingga parah sesuai diagnosa dokter. 


kolonoskopi endoskopi 

 

Penyebaran Disentri


Disentri memiliki beberapa gejala yang bisa langsung diketahui, salah satunya yaitu diare berat yang disertai dengan pendarahan pada tinja. Kolonoskopi via anus atau endoskopi lambung bisa dilakukan oleh dokter untuk lebih memperjelas kondisi penyakit ini. 


Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa ada dua jenis disentri berdasarkan penyebabnya yaitu disentri sigelosis dan disentri amoebiasis. 


Kedua jenis penyakit ini biasanya menyebar dan menular melalui lingkungan yang kotor. Kurangnya air bersih serta sanitasi yang buruk di suatu lingkungan, terutama di wilayah padat penduduk yang kumuh. Keadaan ini akan meningkatkan risiko terjadinya penyebaran penyakit disentri apabila ada salah satu anggota masyarakat di lingkungan tersebut yang menderita penyakit ini. 


Selain kondisi di atas, penyebab penyebaran penyakit disentri lainnya adalah kontaminasi pada makanan serta minuman. Kontaminasi ini bisa terjadi akibat kurangnya kebersihan diri, terutama cuci tangan yang bersih setelah melakukan BAB. Bahkan meskipun Anda mengalami sembelit sekalipun.

Dan endoskopi adalah salah satu diagnosa yang dilakukan oleh dokter untuk mengetahui tingkat keparahan dari si pasien. 


Oleh karena itu penderita disentri harus waspada karena penyakit ini dapat memicu komplikasi yang bahkan bisa menyebabkan kematian penderitanya. 


Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain dehidrasi karena banyaknya cairan yang keluar karena diare dan muntah, juga abses pada hati karena amoeba penyebab penyakit ini telah menyebar sampai ke hati pasien. 


Apabila Anda, terlebih lagi anak-anak Anda, mengalami diare sebanyak 6x atau lebih dalam waktu 24 jam atau diare yang berkelanjutan maka segeralah memeriksakannya ke dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat. 


endoskopi 2


Pencegahan Disentri


Berikut ini beberapa langkah yang dapat Anda lakukan sebagai upaya pencegahan terhadap penularan penyakit disentri ini. 


Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:


  • Selalu cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan menggunakan sabun ketika telah selesai BAB atau BAK, terlebih lagi apabila melakukannya di toilet umum. 
  • Jangan pernah lupa untuk cuci tangan sebelum makan, masak, dan mempersiapkan hidangan makanan. 
  • Gunakan disinfektan untuk membersihkan toilet setelah BAB, terlebih lagi apabila ada anggota keluarga yang menderita penyakit disentri. 
  • Pisahkan pakaian anggota keluarga yang mengidap disentri saat mencuci. 
  • Pisahkan handuk serta peralatan makan penderita disentri untuk menghindari penularan penyakit. 
  • Penderita disentri diharapkan untuk tidak keluar rumah setidaknya selama 48 jam setelah periode disentri yang dialaminya berakhir. 

Semoga penjelasan singkat ini membantu Anda dalam memahami tentang disentri dan segala hal yang terkait dengannya, termasuk endoskopi lambung dan lain sebagainya.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang