Saya menderita ejakulasi dini dan itu merusak kehidupan seks saya. Apa yang harus saya lakukan?

Dilihat 1,11 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Intravaginal seks yang dilakukan dengan durasi rata-rata 2 menit sebenarnya bukanlah termasuk ejakulasi dini. Mungkin memang waktunya lebih cepat dari yang Anda inginkan, dimana sebenarnya Anda menginginkan untuk dapat memberikan kepuasan bagi pasangan - membuat pasangan orgasme - ingin mendahului, ingin menemani/mengiringi dan bahkan mungkin ingin mengikuti rangsangan seksual yang dapat membuat Anda ejakulasi. 

Ada beberapa teknik yang dapat membuat Anda melakukan hubungan seks dengan durasi " lebih lama" , namun tidak semua teknik tersebut dapat berhasil pada semua orang, bahkan beberapa diantaranya merupakan teknik yang buruk yang dapat membuat kehidupan seksual Anda menjadi tidak baik. 


Terdapat dua hal yang harus digarisbawahi :

  • Nafsu/gairah merupakan satu hal yang terkait dengan pikiran Anda

Membangun suatu perasaan senang, puas dan merasakan orgasme merupakan suatu aktivitas,permainan mental, bukan fisik. Meskipun melakukan aktivitas fisik untuk merangsang dan mendapatkan kepuasan adalah hal yang diperlukan dan wajar.


  • Anda harus melakukan banyak hal lain, dibanding hanya sekadar memikirkan tentang penis.

Banyak sekali hal yang dapat Anda lakukan. Anda memiliki bagian tubuh lain (yang dapat Anda maksimalkan),  Anda memiliki banyak pilihan "mainan", Anda memiliki skenario, Anda punya fantasi/khayalan, Anda memiliki banyak hal yang dapat Anda utarakan melalui kata-kata. Di sisi lain, Anda harus berkomunikasi dengan pasangan Anda tentang bagaimana membuat dia agar merasakan kenikmatan, kepuasan ketika berhubungan seks. Anda harus bekerjasama dengan pasangan Anda untuk mewujudkan kepuasan tersebut dalam durasi relatif pendek yaitu ketika penetrasi dimulai sampai terjadi ejakulasi ( jika waktunya adalah memang 2 menit, seperti yang digambarkan di awal).


Semakin Anda stress dan terus memikirkan tentang hal ini, maka akan semakin berdampak negatif terhadap diri Anda sendiri. Anda semakin tidak menikmati hubungan seksual Anda, tidak dapat memberikan kepuasan bagi pasangan, dan rencana yang  Anda susun berdua agar dapat merasakan orgasme bersama juga akan gagal. Hal-hal yang dirasakan seperti 'kecemasan' sebenarnya melibatkan CNS (Sistem Saraf Pusat), sehingga berdampak pada reaksi seksual Anda, membuat Anda merasa cemas, takut, tidak nyaman dan justru dapat membuat Anda gagal untuk merasakan orgasme.

Menjadi seorang pasangan yang baik, bukanlah diukur dari seberapa cepat Anda mengalami ejakulasi, ini adalah tentang seberapa baik Anda mengolah berbagai macam "alat bantuan" seks, mengolah ketrampilan, dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya untuk membangun keintiman dan kenikmatan dengan pasangan Anda. Belajar bagaimana merespon kebutuhan dan mengekspresikan keinginan, terus belajar bagaimana menjadi seorang pasangan yang baik adalah hal-hal yang tidak dapat terpisahkan. 

Berlaku keras terhadap diri Anda sendiri dengan memiliki batasan waktu/kecepatan tertentu dalam mencapai orgasme adalah suatu hal yang tidak beralasan, counterproductive (menurunkan tingkat produktifitas Anda), dan dalam kasus ini, tidak mencerminkan adanya suatu penyakit medis. Kecuali, jika Anda memang memiliki semacam gangguan  psikis maupun psikologis yang mengganggu aktivitas seksual Anda secara normal, maka mungkin dibutuhkan pertolongan secara medis.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang