Saya telah berlatih tinju dengan beban di pergelangan tangan dan ketika saya melepasnya, saya merasa pukulan saya menjadi pelan dan lemah, apakah itu normal?

Dilihat 492 • Ditanyakan 12 bulan lalu
1 Jawaban 1

Ya, itu 'normal' dan bukanlah hasil yang diinginkan untuk meningkatkan kemampuan meninju. Penambahan beban pada pergelangan tangan (atau engkel) mengembangkan suatu ketahanan-balik dari otot-otot yang menciptakan sebuah realita palsu. Beban bekerja dengan gravitasi untuk menarik lengan anda ke bawah, oleh karenanya otot-otot anda harus secara konstan mengkerut untuk menarik ke arah atas melawan gravitasi. Ketika beban dilepas, otot-otot anda akan tetap menerima sinyal otak untuk mengangkat lengan melawan bebannya - - yang mana sudah tak ada lagi. Tanpa beban itu, lengan anda sementara akan 'merasa' lebih ringan, tapi itu karena ototnya berada dalam mode mengangkat ke arah atas. Hal ini menjadi sulit untuk memperbaiki ototnya agar berkontraksi dan rileks sebagaimana dibutuhkan untuk sebuah tinjuan yang cepat dan kuat - - yang tipikalnya mengarah horizontal terhadap daya tarik gravitasi, ketimbang ke arah atas melawannya.


Saya memiliki sebuah pengalaman yang serupa, bertahun-tahun yang lalu, saat saya mengalami patah tulang pada lengan bagian atas saya (humerus), yang membutuhkan sebuah cetakan yang ekstra berat untuk membebani lengannya ke bawah. Saat cetakan dilepas, saya tak bisa menjaga lengan saya tetap ke bawah. Lengan saya terasa ringan dan lemah dan melayang ke atas, hampir seperti sebuah balon helium. Otot-ototnya telah menjadi terbiasa menarik kearah atas sebagai resistansi terhadap cetakannya. Saya harus meraihnya dengan lengan saya satunya, dan menarik lengan saya ke bawah untuk menahannya sejajar pinggang. Suatu saat hal ini reda, tapi bukan menjadi sebuah keuntungan bagi kemampuan bertarung yang baik.


Alih-alih, apa yang sebenarnya membuat lengan saya lebih kuat untuk menjaga pertahanan anda, atau membuat pukulan lebih kuat adalah mengangkat beban dalam suatu rezim latihan pendek untuk membuat otot-otot menjadi lebih kuat agar mampu menggerakkan beban aktual lengan lebih mudah - - tidak secara konstan membebani otot-otot dalam waktu yang lama untuk membuat lengan 'tampak' lebih ringan dari yang sebenarnya. Terlalu banyak latihan semacam itu bisa memperdayai ingatan di pikiran tentang otot mana yang digunakan dengan cara itu. Saat bebannya ada, otot-otot membutuhkan satu set sinyal untuk membuatnya berfungsi dengan benar. Saat bebannya hilang, otak harus berubah, dan mengirim sinyal yang sedikit berbeda, yang menyia-nyiakan tekniknya. Bandingkan ini dengan berjalan pada garis lurus dengan langkah natural. Otot kaki anda telah dilatih untuk bergerak sesuai yang dibutuhkan, dan otak anda terbiasa secara cepat memberikan sinyal yang benar untuk bergerak mulus dan lancar.


Sekarang, jika anda membayangkan sebuah tali melingkar di pinggang anda, menarik anda secara konstan ke sisi kanan selagi anda berjalan. Anda akan mulai mengencangkan otot-otot anda, dan mengubah sinyal-sinyal untuk berkompensasi, supaya menjaga langkah anda tetap lurus dan lancar. Setelah beberapa saat melakukan hal ini, anda akan mengembangkan suatu "ingatan" tentang bagaimana berjalan dengan tambahan tarikan ini ke arah kanan. Jika tali itu dilepas, dan daya tarik ke kanan tidak ada, anda akan kesulitan berjalan secara alami dengan langkah yang nyaman dan lancar, dan berjalan normal akan menjadi aneh.


Beban di pergelangan hanya bekerja ke arah bawah menuju lantai, yang merupakan arah yang salah jika diperlukan untuk pukulan yang tenang. Meski terlihat akan bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan dalam mengangkat lengan, ini bukanlah hasilnya. Beberapa otot akan terbentuk, namun mereka akan cocok dengan mengangkat sebuah lengan yang lebih berat dengan daya tarik ke bawah 'yang tidak alami' itu. Saat daya tarik itu hilang, lengannya tak akan berfungsi dengan lancar.

Terjawab 6 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang