Seberapa bahayakah mengendarai motor trail?

Dilihat 610 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Mengendarai motor trail itu seperti mendaki, jadi bahayanya bergantung pada anda. Jika anda tergelincir dan jatuh dari tebing, ya anda jatuh. Motornya tidak terlalu mempengaruhi kecelakaan tersebut. Kecil kemungkinan bagi anda untuk berbenturan dengan kendaraan lain, jadi apapun yang terjadi sebenarnya adalah kesalahan anda. Saya tidak ingat pernah benar-benar melukai diri sendiri (atau menerobos hutan saat di jalanan). Saya mendapat luka bakar di kaki saya sekali saat saya terlalu overbalanced dan menjatuhkan motor di atas badan saya sendiri, dan butuh beberapa detik untuk dapat membebaskan kaki saya dari bawah knalpot. Saya sudah mendapat luka-luka gores karena mengendarai motor melewati semak-semak berduri. Tuas kopling motor saya rusak, begitu juga lampu kedip dan persneling yang bengkok. Saya naik motor dengan hati-hati - saya sendirian, jadi jika motor saya rusak ketika berada 30km dari jalan raya, saya harus mendorongnya sejauh itu. Saya berkendara melalui jalur yang beresiko. Bagi saya, berkendara adalah untuk menikmati pemandangan dan jalur tanah, bukan untuk melihat seberapa cepat saya bisa mendaki atau seberapa jauh saya bisa meloncat. Tidak sehat-hati itu juga, sih; saya juga masih sering menjatuhkan motor, terkadang karena melaju terlalu pelan dan kehilangan keseimbangan ketika sebenarnya saya bisa melaju lebih cepat atau melakukan sapu bersih. Saya rasa jari yang terkilir adalah sesuatu yang biasa, yang muncul dari usaha anda untuk bangkit dengan meraih sesuatu, atau mencegah motor terguling. Tapi saya belum pernah mengalaminya. Jari kaki juga bisa terluka jika tidak menggunakan sepatu bot yang bagus.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang