Seberapa efektifkah penggunaan suplemen dan vitamin?

Dilihat 1 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Untuk sebagian besar orang yang hidup di negara industri, vitamin dan suplemen sangat tidak membantu dan malah cenderung membahayakan. Namun pengecualian berlaku untuk vitamin D, karena banyak orang kekurangan atau tidak mendapatkan paparan sinar matahari yang sehat dan akhirnya menderita penyakit seperti degenerasi makula. Sudah ada cukup data dari klinik yang mengindikasikan bahwa mengonsumsi vitamin dan suplemen selain vitamin D akan meningkatkan resiko terjangkit penyakit kanker. Sangat mengejutkan! Hasil negatif dari penggunaan vitamin dan suplemen telah direview secara mengesankan dalam sebuah artikel yang berjudul "Don't Take Your Vitamins". Telah dilakukan berbagai percobaan di klinik dan ditemukan bahwa 10 dari 1000 orang yang mengonsumsi multivitamin dan suplemen memiliki insidensi lebih tinggi untuk terjangkit penyakit kanker daripada yang lainnya. 

Penggunaan suplemen makanan secara berlebihan juga beresiko pada penyakit kanker. Permasalahan ini telah diangkat sebagai penelitian di sebuah universitas dan dibicarakan dalam Asosiasi Penelitian Kanker pada tahun 2015. Seorang peneliti dan sekaligus merangkap sebagai direktur pencegahan dan pengontrolan kanker di Pusat Kanker menjelaskan, "Kami tidak mengerti mengapa ini terjadi pada level molekul, namun bukti menunjukkan bahwa orang-orang yang mengonsumsi suplemen makanan lebih dari yang dibutuhkan tubuh cenderung memiliki resiko untuk terjangkit penyakit kanker jauh lebih tinggi". Penelitian ini telah dimulai dari 20 tahun yang lalu, dengan mengobservasi bahwa orang-orang yang mengonsumsi banyak buah dan sayur memiliki potensi terjangkit kanker yang sangat rendah. Para peneliti, termasuk Byers ingin melihat apakah dengan mengonsumsi lebih banyak vitamin dan mineral dapat mengurangi resiko penyakit kanker lebih banyak lagi. 

"Ketika pertama kali kami mencoba suplemen makanan ini kepada hewan, hasilnya sangat menjanjikan. Seiring berjalannya waktu, akhirnya kami dapat mengaplikasikannya kepada populasi manusia. Kami telah mempelajari ribuan pasien yang mengonsumis suplemen makanan dan plasebo." Dan hasilnya tidak seperti yang mereka harapkan sebelumnya. "Kami menemukan bahwa suplemen sebenarnya tidak berpengaruh baik terhadap kesehatan manusia. Faktanya, kebanyakan orang malah terjangkit kanker ketika mereka mnegonsumsi vitamin dan suplemen," jelas seorang peneliti. Ini sangat bertentangan dengan kepercayaan masyarakat umum. Seperti apakah penjelasannya? Kemungkinan, vitamin yang kita konsumsi mengganggu proses oksidasi yang digunakan oleh sistem imun dalam melawan kanker. Lalu, vitamin tersebut akan digunakan oleh sel kanker untuk tumbuh dan berkembang. Sebaiknya orang-orang mulai mengganti vitamin yang mereka konsumsi dengan olah raga, mengurangi berat badan, dan banyak mengonsumsi buah dan sayur. 

Pengecualian untuk vitamin D. Vitamin ini diproduksi oleh matahari, dan para penduduk di negara industri sangat kekurangan sinar matahari ini. Kekurangan vitamin D telah lama dikaitkan dengan penyakit jantung dan kanker. Banyak penelitian mengenai vitamin D terhambat dikarenakan penggunaan dengan dosis yang terlalu sedikit (mis 400 iu) dan dilakukan tanpa memeriksa tekanan darah terlebih dahulu. Jumlah vitamin D yang harus dikonsumsi untuk mencapai level normal adalah 1000-4000 iu, tergantung dari setiap individu.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang