Seberapa ekstimkah Islam di Indonesia?

Dilihat 216 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Kamu bisa menilainya sendiri. Ini beberapa hal yang aku perhatikan dari muslim Indonesia: memelihara anjing diluar daerah mayoritas Hindu atau Nasrani sangat berbahaya dan beresiko anjingmu diracun. Tanyalah pemilik dan pecinta anjing di Indonesia bagian barat pasti mereka pernah anjing miliknya atau tahu kalau ada anjing orang lain diracun.

Ini berasal dari paham kalau anjing itu haram dalam Islam. Ironisnya, muslim Indonesia memandang tafsiran Quran ini berbeda-beda, karena aku kenal orang muslim yang memelihara anjing. Mayoritas muslim yang aku kenal tidak anti Ahmadiyya seperti yang dikabarkan media. Tapi mereka memilih Ahmadiyya tetap bebas beribadah tanpa menyatakan mereka adalah sunnah Islam. Ini mirip seperi Kristen Evangelis di AS yang menghendaki praktik Mormon secara bebas tapi ingin orang Mormon tidak menyebut mereka Kristen.

Sedangkan dipelosok Indonesia ada yang berkawan meskipun agama berbeda. Ada ketidaksukaan secara umum terhadap Israel, tapi kebanyakan dilandasi prinsip perjuangan bersama antara dunia Islam melawan zionis bukannya murni anti Semit yang masih ada di Eropa sampai saat ini.

Muslim Indonesia di kota-kota masih risih melihat wanita mengenakan burqa/niqab. Mereka jika kau tanya tak akan langsung mengaku, tapi mereka suka meledek yang mengenakan burqa. Ada kecenderungan sejak jatuhnya Soeharto, kebebasan bicara kelewat batas. FPI yang merupakan KKK versi Indonesia, menjadi semakin vokal terhadap media lokal karena tak ada pemerintah yang menekan pers.

Tapi jangan salah sangka kalau itu adalah tanda FPI berkembang. Mayoritas muslim Indonesia tak mau dikaitkan dengan agenda FPI (sama seperti orang Amerika dikaitkan dengan KKK/gereja baptis Westboro). Orang Indonesia apapun agamanya akan bingung jika bertemu seorang ateis. Inilah hal tabu dari Pancasila, yang menyatakan setiap orang harus memiliki kepercayaan. Didukung oleh sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Ketika para bapak proklamator mencoba menentukan nasib Indonesia pada 1940an, mereka sempat akan mengunakan sila dengan bunyi Ketuhanan Yang Maha Esa dengan menjalankan syariat islam bagi para pemeluknya.Namun kata syariat Islam ditolak karena sadar kalau ada pribumi yang memeluk Hindu, Kristen dan mereka tak mau dimana warga non muslim dipandang sebagai WN kelas dua.

itulah mengapa mayoritas muslim Indonesia tidak bangga dan identik dengan hukum syariat. Menurutku muslim Indonesia masuk dalam muslim paling toleran sedunia.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang