Seberapa kuat militer indonesia?

Dilihat 1,48 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

teknologi militer indonesia terbaru


Sebagai warga negara, tentu kita ingin mengetahui bagaimana kekuatan militer negara kita sendiri, bukan? Karena bagaimana pun juga, kita ingin merasa aman di bawah perlindungan tentara dengan militer yang mumpuni. 

Selain itu, kekuatan militer juga merupakan salah sartu aspek yang dilihat oleh negara lain untuk menilai kualitas suatu negara. Sangat wajar bagi warga negara untuk mengetahui seperti apa kondisi negara terkasihnya.


Banyak orang awam yang masih belum mengetahui bagaimana teknologi militer Indonesia terbaru serta seperti apa keadaan militer Indonesia di mata dunia internasional. Tentu semua sudah berbeda apabila dibandingkan dengan keadaan militer kita di era 1970-1990.


Militer Indonesia sudah banyak berkembang sejak pemerintah Indonesia memperhatikan industri militer, beberapa kali juga kita dengar bahwa tentara Indonesia memenangkan berbagai perlombaan di negara tetangga, misalnya di Australia.


Nah, apakah kekuatan militer Indonesia memang sangat hebat? Mari simak penjelasan berikut!




Kekuatan Militer Indonesia



Apabila ditanya seperti apa kekuatan militer negara kita, maka bisa dijawab bahwa kita adalah "Singa Asia Yang Sedang Tertidur" Kita kuat, namun bukan yang paling hebat. Seperti kata pepatah, di atas langit masih ada langit.


Namun, kita juga tidak lemah. Jika membicarakan soal kelengkapan militer, belakangan ini kita baru saja membeli sebuah Leopard 2RI dari Jerman. Tank ini mirip dengan MBT Revolution Leopard dan Leopard 2SG yang digunakan oleh Singapura. Selain itu, perusahaan senjata Indonesia, PT. Pindad, juga telah berhasil membuat persediaan SMG, pistol, mortar, dan bahkan mobil berpelindung canggih seperti Pindad Anoa yang digunakan oleh Kopassus.


teknologi militer Indonesia terbaru


Teknologi militer Indonesia terbaru cukup kuat, tentunya tidak sekuat seperti pendahulunya (karena kurangnya anggaran akibat krisis ekonomi dan embargo barat bertahun-tahun) tapi tetaplah cukup kuat. 


Kekuatannya terletak pada jumlah yang sangat besar dari tentara bersenjata (semuanya relawan) sekitar 800+ ribu personil aktif dan cadangan. Mereka memiliki ribuan kendaraan bersenjata (beberapa di antaranya sudah tua tetapi akan diganti dengan yang baru seiring berjalannya program modernisasi/MEF (Minimum Essential Force)) dengan ratusan tank leopard (2A4 dan 2A6) dan Anoa APC serta Badak IFV/Mobile Gun yang diproduksi lokal, ini adalah hal yang cukup baik.


Kekuatan udara atau TNI-AU yang paling menderita akibat embargo dengan armada yang tertahan paling banyak karena kurangnya perawatan dan suku cadang dari barat dan hanya baru-baru ini mulai kembali mengumpulkan kekuatannya berkat MEF dan tambahan 16 armada baru campuran Su-27 dan Su-30, F-16 52ID, lebih banyak C-130 hercules dan lain sebagainya. Dan rencana akan membeli 12 Su-35 dan beberapa AWACS.


Akan tetapi, TNI-AU hanya memiliki 23 unit F-16 dan hal ini dirasa sangat kurang mengingat Indonesia adalah negara kepulauan. 


Baru-baru ini, terdengar berita bahwa Indonesia bekerja sama dengan Korea dalam pengembangan sebuah pesawat tempur yang bernama KAI KF-X/IF-X. Pesawat ini memiliki tampilan yang serupa dengan F-22 dan akan digunakan oleh TNI-AU dan Rokaf. Hal ini tentu akan membuat militer Indonesia di mata dunia semakin baik. 


militer indonesia di mata dunia


Angkatan laut masih harus menggunakan kapal selam dan kapal pengawal era perang dingin tetapi dengan tambahan beberapa rudal modern dan ASW corvette dan kapal rudal cepat. 


Meskipun sekarang kita memiliki banyak pasukan militer khusus yang kuat dan hebat, dulu mereka juga kekurangan personil. Sebuah kejadian besar terakhir yang melibatkan angkatan laut adalah ketika Yos Sudarso berperang melawan tentara Belanda di perairan Papua, sekitar tahun 1960. Kala itu, angkatan laut berkembang pesat. Indonesia sempat membeli dan bekerja sama mengembangkan kapal perang dengan Uni Soviet. Setelah Soeharto menjadi presiden, konon angkatan laut mengalami penurunan dan bahkan tidak sanggup menanggulangi masalah kapal ikan ilegal.


Angkatan laut memiliki jeda berhenti hingga dikirimkannya kapal pengawal (dari Belanda) dan kapal selam (dari Korea Selatan). Keduanya memiliki satu kapal yang dibuat di Indonesia. Namun krisis ekonomi dan embargo masih cukup membebani militer seiring stagnasi dan adanya kerusakan peralatan perang yang diakibatkan kurangnya suku cadang dan perawatan bertahun-tahun dan membuat mereka cukup tertinggal jauh.


Mereka juga menggunakan kapal yang cukup baik dari Jerman, Inggris, dan Belanda. Namun sekali lagi, kapal-kapal ini sudah dari era perang dingin. Bagus, namun bukan yang terbaik.


teknologi militer Indonesia terbaru


Singapura (yang memiliki anggaran terbesar) telah melakukan modernisasi dan mengembangkan tentaranya dengan cepat dan saat ini memiliki armada perang yang sangat modern. Dan Singapura memiliki Angkatan Laut dan Udara yang terkuat serta C&C yang layak. Akan tetapi populasi dan ukurannya yang kecil membuatnya tidak mampu mengumpulkan tentara dalam jumlah besar. 


Vietnam, di satu sisi memiliki pengeluaran militer yang besar beberapa dekade yang lalu dan ini membuatnya memiliki tentara dalam jumlah yang sangat besar dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya dengan ribuan tank dan ribuan lagi kendaraan bersenjata serta sekitar 3 juta tentara (aktif + cadangan).



Kekuatan Militer Indonesia Terkuat di Asia Tenggara



Pada tahun 2015, disebutkan bahwa kekuatan militer Indonesia berada pada posisi 12. Peringkat 3 besar masih diduduki oleh Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok. 


Peringkat ke 12 ini meletakkan Indonesia persis di bawah Israel, namun di atas Australia. Kita juga berada jauh di atas Belanda dan Spanyol yang menempati posisi 30-an. Karena posisi ini, militer Indonesia menjadi yang terkuat di Asia Tenggara, karena jauh melampaui Vietnam, Malaysia, dan Singapura. 


Meskipun demikian, saya percaya bahwa setiap negara memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal ini tentu juga dipengaruhi oleh faktor penduduk, demografis, geografis, dan faktor ekonomi negara. Teknologi militer Indonesia terbaru yang terus dikembangkan oleh Pindad dan pemerintah juga turut memberi andil pada tingginya peringkat kekuatan militer kita.


Dari uraian di atas, sepertinya Indonesia masih membutuhkan banyak peralatan modern, mengingat banyak peralatan sudah berusia cukup tua dan lumayan ketinggalan zaman. Kita memang masih bisa memanfaatkan peralatan tersebut, namun militer kita pasti akan jadi lebih kuat apabila dipersenjatai dengan perlengkapan yang juga mumpuni dan modern.


Namun tetap saja, semuanya adalah alat pertahanan diri. Kita tetap berharap, jangan sampai kita melihat semua kekuatan militer tersebut dalam sebuah perang sungguhan.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang