Seberapa nyata praktek dan prodesur medis yang dilakukan pada drama di TV?

Dilihat 390 • Ditanyakan 12 bulan lalu
1 Jawaban 1

Pertolongan pertama yang melibatkan CPR dan defibrilasi di TV seringkali tidak realistis. Berikut adalah 6 alasan mengapa mereka melakukannya dengan kurang tepat:

Pertama:

Mereka sering kurang tepat dalam menggambarkan defibrilasi

Mereka menciptakan mitos dimana Anda harus mengejutkan seseorang saat mereka berhenti bernapas (flatline). Istilah flatline (yang secara teknis dikenal dengan Aystole) disini dimaksud dengan ritme tanpa kejutan. Untuk suatu kejutan agar bisa bekerja, harus ada aktivitas elektrik yang sedang berlangsung. Mengejutkan jantung ini seperti menampar seseorang yang sedang histeris dan berteriak ‘sudahlah!’ – ini hanya untuk mengalihkan mereka dari sifat histerisnya, mengembalikan dan bukan justru membangunkan mereka dari tidurnya. Ini adalah cara untuk menenangkan jantung, memulai kembali agar bisa melakukan tugasnya dengan benar. Cara yang salah bisa mengacaukan semuanya. Mengejutkan seseorang dalam posisi asystole seperti mengejutkan suatu manekin yang bahkan tidak pernah hidup sebelumnya (Mungkin lebih jika ritmenya salah dibaca dan bukan asystole sebenarnya)

Intinya: Defibrilasi tidak akan membantu jika tidak ada aktivitas elektrik, seperti pada asystole/flatline, jadi penggambaran TV pada dasarnya sedikit mengecoh.

Ada info lain yang bisa menjelaskan istilah ini: ‘Cardiac Arrest and the Role of AEDs: What are Shockable Rhythms?’ dan ‘Do defibrillators work on people in asystole?’


Terjawab 6 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang