Mengapa vaksin meningitis sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita?

Dilihat 1,36 rb • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1



Meningitis. Mungkin sebagian besar dari Anda banyak yang belum mengetahui penyakit yang satu ini. Memang jarang terdengar, namun jika tidak ditangani secara serius, dampak penyakit meningitis bisa berakibat fatal, karena sering mengakibatkan kematian yang terkesan mendadak. 


Sebenarnya penyakit apakah Meningitis itu? Well, perlu diketahui nih Meningitis adalah penyakit radang yang terjadi pada selaput atau membran otak dan sumsum tulang belakang yang secara umum disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, fungi dan mikroorganisme. Bakteri atau virus yang menyebabkan meningitis bisa tersebar melalui batuk, bersin, berciuman, atau berbagi peralatan. Ketika pertahanan tubuh kita lemah, bakteri penyebab meningitis akan menyerang dan masuk ke selaput otak, akibatnya timbulah reaksi peradangan dari tubuh kita. Gejala yang ditimbulkan dapat berupa sakit kepala hebat disertai kekakuan leher, merasakan demam, perubahan kesadaran, muntah serta sangat peka terhadap cahaya dan suara.


Pada dasarnya kasus meningitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri dapat dicegah dengan pemberian vaksin meningitis. Vaksin akan diberikan sesuai dengan usia dan jenis kumannya. Pemberian vaksin biasanya juga ditujukan bagi mereka yang akan berkunjung ke negara-negara yang rawan terjadi kasus meningitis. Selain itu para jamaah haji dan umrah juga diwajibkan melakukan suntik meningitis sekitar dua minggu sebelum tiba di Tanah Suci. Selain mereka yang akan melakukan ibadah haji atau umrah, sebenarnya yang juga rentan terserang penyakit ini adalah bayi. Karena periode ini merupakan periode dimana jaringan otak masih berkembang, maka jika otak terinfeksi dapat menyebabkan kerusakan yang fatal. Nah, berikut ini akan dibahas mengenai pentingnya pemberian vaksin sebagai upaya awal pencegahan penyakit Meningitis. Tentunya Anda penasaran bukan? Mari simak ulasan berikut hingga tuntas ya..



Gejala meningitis


Umumnya, kuman yang menyebabkan bakteri meningitis menyebar dari satu orang ke orang lain. Penyebaran tersebut dapat melalui makanan, batuk atau bersin, berdekatan atau melakukan kontak langsung dengan orang yang telah terinfeksi bakteri, memakan makanan yang disiapkan oleh orang yang tidak mencuci tangan dengan baik setelah menggunakan toilet atau dapat juga seorang ibu menularkan bakteri kepada bayi mereka selama masa persalinan dan kelahiran.

Penyakit meningitis dapat terjadi pada segala usia, tidak hanya orang dewasa namun juga anak-anak, bahkan bayi. 




Tidak terdapat tanda-tanda khusus atau tanda secara spesifik yang dapat dikenali sebagai gejala penyakit meningitis, namun biasanya gejala yang terjadi pada bayi atau anak-anak, seperti:


  • Demam tinggi
  • Gelisah 
  • Muntah, diare 
  • Menangis secara terus menerus/rewel 
  • Kurang responsif 
  • Beberapa anak akan mudah mengantuk, lemas dan sulit dibangunkan
  • Ubun-ubun di kepala sedikit cembung 
  • Terdapat ruam merah pada beberapa anak 

Adapun gejala meningitis yang biasanya terjadi pada orang dewasa, meliputi:


  • Panas, pusing dan mual 
  • Muntah-muntah 
  • Sakit kepala parah 
  • Leher kaku 
  • Demam dengan tinggi suhu 38°C atau lebih 
  • Kejang 
  • Penurunan kesadaran 
  • Napas cepat 
  • Sangat sensitive terhadap cahaya 
  • Ruam kulit berupa bintik-bintik merah yang tersebar (tidak terjadi pada semua orang) 

Penyakit meningitis memang sangat berbahaya dan dapat mematikan jika penanganannya terlambat. Sedangkan gejala meningitis bakteri dan virus hampir tak dapat dibedakan. Penanganan meningitis akan sangat tergantung dari penyebabnya. Untuk bakteri, biasanya dokter akan memberikan antibiotik. Sedangkan untuk virus, pada banyak kasus, tidak ada obat khusus yang dapat menghilangkan virus penyebabnya. Sehingga penanganannya hanya bersifat meredakan, seperti istirahat cukup, pemberian cairan yang cukup, atau pemberian obat-obatan yang sesuai dengan gejala. 


Namun, biasanya antibiotik akan langsung diberikan oleh dokter ketika seseorang telah positif menderita meningitis, sambil menunggu pemeriksaan lengkap di laboratorium. Perlu diketahui, banyak perusahaan farmasi sekarang terus mengembangkan vaksin sesuai dengan kemampuan kuman bermutasi



Vaksin Meningitis


Seperti yang telah disebutkan di atas, secara umum meningitis disebabkan oleh infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, fungi dan mikroorganisme. Cara penularannya pun dapat menyebar dengan mudah, oleh karenanya ada beberapa langkah awal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjangkitnya penyakit ini, di antaranya: rajin mencuci tangan dengan cara yang benar, berlatih hidup higienis, menjalani pola hidup sehat dengan tidak merokok, tidak minum minuman keras, berolahraga, menutup mulut saat bersin atau batuk serta berhati-hati dalam memilih makanan.


Selain dengan melakukan langkah pencegahan awal diatas, meningitis dapat dicegah melalui pemberian vaksinasi.. Banyak kasus meningitis virus dan bakteri dapat dicegah dengan pemberian berbagai macam vaksin dan melakukan suntik meningitis. Jauh lebih bijak jika Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu apabila Anda ingin mengetahui tentang jenis vaksinasi yang harus Anda ambil.


Bagaimana dengan pemberian vaksin meningitis pada anak? Apabila jenis vaksinasi ini tidak termasuk di dalam jadwal imunisasi anak, maka sebaiknya Anda harus bertanya dan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan jenis vaksin tersebut. 




Ada beberapa vaksin yang dapat menurunkan risiko terjadinya meningitis bakteria pada anak, seperti:


  • Hemophillus influenza b (HiB) - perlindungan terhadap meningitis karena Haemophilus Influenza tipe B, diberikan pada usia 2, 4, 6 bulan dan antara 15-18 bulan 
  • Pneumococcal conjugate vaccine (PCV) - perlindungan terhadap meningitis karena Pneumokokus. Diberikan pada usia 2,4,6 bulan dan antara 12-15 bulan, apabila baru mulai diberikan pada usia 7-12 bulan maka cukup diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan 
  • Ada juga vaksin yang dapat mencegah infeksi virus tertentu yang dapat menyebabkan meningitis atau infeksi sistem syaraf pusat lain seperti MMR, polio dan varicella. Demikian pula dengan vaksin BCG yang dapat menurunkan risiko infeksi TBC yang menyebabkan meningitis TBC. 

Angka meningitis pada bayi dan balita memang terbilang cukup tinggi. Banyak bayi dan balita meninggal setiap tahun akibat meningitis. Tidak hanya dalam angka kematian, tapi juga risiko cacat yang ditimbulkan setelah kesembuhan juga tinggi. Penderita yang telah sembuh pun dapat menderita gangguan pada pendengaran, kerusakan otak, atau terjadi gangguan mental. 

Oleh karenanya, sebagai orang tua sebaiknya mengenali gejala meningitis yang dapat dialami oleh anak dan sangat dianjurkan untuk memberikan vaksinasi sesuai dengan petunjuk dan saran dari dokter.


Pentingkah pemberian vaksin meningitis pada anak? Saya yakin Anda cukup cerdas untuk menjawab pertanyaan ini. Memang bayi yang baru lahir tidak dianjurkan langung mendapatkan vaksinasi ini, akan tetapi tetap dianjurkan mengikuti jadwal imunisasi yang telah ditetapkan dari IDAI (ikatan dokter anak indonesia).

Dan tentunya sebagai orang tua Anda berkewajiban untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati Anda bukan? Oleh karenanya, carilah informasi sebanyak mungkin mengenai vaksinasi lengkap yang harus didapatkan, lalu berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan kejelasan. 

Jika dilihat dari sisi biaya, Anda memang harus berkorban secara ekonomis untuk mendapatkan vaksinasi yang lengkap, termasuk meningitis. Namun, biaya yang dikeluarkan untuk vaksinasi akan terasa jauh lebih murah apabila dibandingkan dengan biaya pengobatan setelah didiagnosis menderita sakit. 

Jadi, tunggu apa lagi? Segera berikan vaksinasi yang lengkap ya untuk anak-anak Anda.


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang