Seberapa perlu adanya undang-undang hak sipil LGBT?

Dilihat 1,61 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Anda mengajukan dua pertanyaan yang terpisah disini. Mari kita lihat pertanyaan yang kedua dulu :


Apakah itu merupakan hal yang buruk atau ofensif (menyerang) untuk membicarakan dampak negatif yang mungkin terjadi ?


Tidak, itu bukan merupakan hal yang buruk sama sekali – tetapi , anda tidak dapat mengarang skenario yang tidak masuk akal (tidak dapat dimengerti) dan menghadirkan mereka sebagai sesuatu efek negative kehidupan nyata. Skenario anda tidak masuk akal, karena hampir semua perusahaan dapat memecat setiap orang dengan alasan apapun, kecuali dengan alasan SARA. Jadi tidak ada perusahaan yang cukup bodoh mengatakan hal seperti ini , “Kami harus memecat Bil karena di berkulit hitam.” Atau “Sarah harus keluar dari sini karena dia wanita.”


Sebaliknya ada banyak sekali ketegasan peraturan di dalam buku-buku, yang mengatakan , “baiklah, ya tentu saja, menjadi wanita yang memamerkan keseksiannya adalah hal buruk, karena semua tahu pria tidak dapat menahan nafsunya, sehingga wanita tersebut dipecat karena dia bukan merupakan wanita yang baik-baik.”


Ada berita bahwa Mahkamah Agung Iowa memutuskan : memecat wanita yang berpakaian terlalu seksi saat sedang bekerja itu adalah sesuatu yang sah.


Tidak ada situasi --- benar-benar tidak ada--- dimana skenario yang anda sampaikan sebagai konsekuensi negatif bahkan kemungkinan nya sedikit sekali akan terjadi. Tidak seorang pun yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan layak “hanya” karena mereka adalah kelompok minoritas. Sebaliknya, perusahan menerobos/melanggar hukum jika mencoba menyingkirkan satu-satunya pria gay dalam perusahaan. 


Semua ini menjawab pertanyaan pertama anda – sangatlah penting untuk memiliki buku undang-undang yang melindungi kelompok tertentu (dalam hal ini gay), karena sesuatu yang penting bisa terjadi ketika kita tidak menulisnya dia atas kertas, bahwa bisa saja perusahaan memecat karena mereka /adalah kelompok minoritas/karena manajer perusahaan tidak suka kepadanya , dan bisa saja setelah mereka dipecat , mereka tidak mendapatkan pekerjaan yang bagus lagi dan terus diperlakukan tidak adil . Jadi ya, kebutuhan untuk hak-hak sipil tidak terbatas selama manusia dengan kekuatannya masih memperlakukan orang lain tanpa rasa adil dan pantas.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang