Seberapa sering orang mengabaikan gejala kanker?

Dilihat 504 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Hal itu memang terjadi. Aku tidak tahu seberapa sering atau bagaimana statistiknya, tapi aku banyak melihatnya dalam latihanku sebagai dokter. Di negara dunia ketiga ku, biasanya ada 3 alasan untuk hal ini:

  1. Kurangnya pendidikan
  2. Kurangnya keuangan
  3. Takut
Walaupun terkadang hal ini merupakan kombini 2 dari 3 atau semua 3. Terkadang orang-orang hanya tidak tahu apa tanda bahayanya (#1) kemudian daripada berdiam di sisi aman, karena mengkonsultasi dokter memerlukan biaya (#2) mereka kemudia mengabaikan tanda-tandanya. Mereka menunggu sampai tanda-tanda seperti rasa sakit atau ukuran tumor yang sangat besar dan tidak bisa diabaikan lagi. Terkadang, malu (berhubungan dengan (#1 dan #3) itu adalah faktornya. Terutama penyakit payudara dan genital pria/wanita adalah faktor untuk menghindari konsultasi dokter sampai terlambat. Terkadang mereka menghindar untuk pergi ke dokter karena alasan takhyul (#1 dan #3). Teman dari temannya pergi ke dokter kemudian melakukan operasi kanker dan meninggal. Karena itu, menjalankan operasi kanker itu menstimulasikan kanker untuk berjalan. Karena itu aku hanya mengabaikannya.

Terkadang, terutama untuk pasien yang lebih tua, mereka tahu itu mungkin kanker tapi mereka merasa semua pasien kanker meninggal dan kanker itu tidak bisa disembuhkan (#1) dan pengobatannya itu mahal (#3) dan mereka juga sudah tua, jadi untuk menghindari keluarga mereka bebas keuangan dan emosional, mereka hanya mendiaminya, hanya ingin cepat meninggal. Situasi yang sangat umum adalah mereka tahu sesuatu ada yang salah tapi mereka mengambil jalan ke ramuan tradisional terkadang karena masalah kemiskinan (#2) atau mereka pikir obat modern itu tidak efektif (#1). . Dan tentu saja ada sewaktu ketika tidak ada gejala sampai penyakitnya muncul.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang