Seberapa sukses prinsip Pancasila dalam menjamin derajat pluralisme di Indonesia?

Dilihat 280 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Pancasila adalah landasan idiil yang dimiliki Indonesia. Pancasila telah bertahun bertahun menjadi sandaran moral dan nilai yang dianut oleh segenap warga Indonesia. Tentu Indonesia juga terkenal dengan budaya nya yang multikultural dan plural dan sejauh ini Pancasila walaupun tidak berubah masih mampu beradaptasi dengan perkembangan budaya.


Jika anda adalah patriot Indonesia, anda harus membaca artikel ini. Dan bagi anda yang mau mengenal lebih banyak tentang Pancasila dan sejarah yang terkandung dalam nilai nilai Pancasila, anda wajib membaca!


Latar belakang tentang Pancasila




Soekarno merumuskan pikiran ideologisnya selama dua puluh tahun terakhir ke dalam lima prinsip. Pada 1 Juni 1945, dia memperkenalkan lima prinsip ini, yang dikenal sebagai pancasila, dalam sidang bersama BPUPKI yang dilaksanakan dalam bekas Gedung Volksraad (sekarang disebut Gedung Pancasila). Pancasila yang disajikan oleh Soekarno pada saat pidato BPUPKI, yang terdiri dari lima prinsip dasar yang Soekarno lihat sebagai suatu kesamaan bagi seluruh orang Indonesia: 

  1. Nasionalisme, dimana negara kesautan Indonesia akan membentang dari Sabang sampai Merauke, mencakup semua bekas Hindu Belanda

  2. Internasionalisme yang artinya Indonesia harus menghargai hak manusia untuk membuat dunia yang damai, dan tidak boleh jatuh dalam fasisme sovinistis seperti yang diperlihatkan oleh Naziswith dengan kepercayaan mereka dalam superioritas ras Aryans

  3. Demokrasi, yang dipercayai Soekarno selalu dalam darah orang Indonesia dengan praktik musyawarah mufakat, gaya demokrasi orang Indonesia itu berbeda dari gaya liberalisme Barat

  4. Keadilan sosial, bentuk populasi sosialisme dalam ekonomi dengan oposisi gaya Marxist untuk kebebasan kapitalisme. Keadilan sosial juga dimaksudkan untuk memberikan pembagian ekonomi yang adil pada semua orang Indonesia, yang bertentangan dengan dominasi ekonomi oleh Belanda dan Chinese dalam periode kolonial.

  5. Percaya pada Allah, dimana semua wilayah diperlakukan sama dan memiliki kebebasan beragama. Soekarno melihat orang Indonesia sebagai orang-orang beragama dan spiritual, tapi memiliki ketoleransian terhadap kepercayaan-kepercayaan agama yang berbeda.

Pada tanggal 22 Juni, elemen Islamik dan nasionalis BPUPKI membentuk panitia sembilan, yang merumuskan ide Soekarno ke dalam lima poin Pancasila, dalam dokumen yang dikenal sebagai Piagam Jakarta:

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia



Arti dan Nilai-Nilai Pancasila

Walaupun Pancasila bisa bisa diartikan dalam banyak arti (Soekarno dan Soeharto melihat perbedaan pengartian pada Pancasila) dan terkadang kurang jelas, Pancasila itu dijaga baik-baik oleh orang Indonesia. Pancasila menyatukan dan di saat yang bersamaan membagi-bagi Indonesia. Kurasa Pancasila memainkan 2 bagian dalam menjaga pluralisme :

  1. Melindungi perbedaan agama dan di saat yang bersamaan menyerang atheisme dan komunisme
    Contohnya, mengenai aktivitas agama, aku melihat orang Indonesia lumayan sukses dalam menjaga perbedaan agama mereka, agama minor masih memiliki ruangan untuk bernafas dan melakukan aktivitas agama mereka. Sebagian hal ini dikarenakan poin utama Pancasila, Percaya kepada Ketuhanan yang Maha Esa. Namun, untuk atheis yang tinggal di Indonesia, akan sulit bagi mereka untuk mendapatkan haknya di Indonesia, itu juga dikarenakan poin pertama Pancasila, yang mengindikasi kalau semua orang di Indonesia harus percaya pada Allah. Pembantaian Komunis di Indonesia tahun 1960an merupakan bukti seberapa buruk Pancasila itu jadinya. Di saat yang bersamaan, komunis terlihat tidak percaya pada Allah, dan ingin mengubah Pancasila sebagai fondasi Indonesia, pemberontakan itu gagal, dan menghasilkan, sekitar 300,000 sampai 3 juta orang, yang merupakan komunis di bantai, dibunuh. Coba tonton The Act of Killing (2012) oleh Joshua Oppenheimer untuk hal ini.

  2. Melindungi orang Indonesia sebagai Negara Kesatuan
    Sebaik yang didengar, tapi juga seburuk yang didengar. Indonesia sukses sebagai Negara Kesatuan, pencapaian yang besar ketika kamu mempertimbangkan ukuran negara kami dan perbedaannya, bayangkan apa yang harus dilakukan seseorang untuk menyatukan lebih dari 6,000 pulau berpenghuni. Beberapa provinsi di Indonesia, yang tidak diunggulkan sama seperti Jawa, seperti Aceh, Timor - Timur, Papua harus mencoba memisahkan diri mereka dari Indonesia. Pancasila membenarkan kemiliteran kami untuk melawan mereka, menganggap mereka sebagai tindakan pemberontakan dan pengkhianatan. Aku yakin ada banyak kisah menyedihkan yang terjadi dalam penindasan militer, tapi gerakan militer yang ini pula yang membuat Indonesia masih menjadi Negara Kesatuan.


    Sejarah Pancasila
    Kurasa kami sudah sukses dalam menanamkan sila pertama dan ketiga.
    1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
    3. Persatuan Indonesia
    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
    5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


    Untuk sila kedua, keempat dan kelima, kami masih mempunyai pekerjaan yang perlu dilakukan. Poin yang menarik adalah sila keempat, yang menjadi fondasi dari sistem Politik Indonesia. Menariknya, Indonesia telah mencoba banyak sistem, dari parlementer sampai ke sistem presidensial. Poin penting lainnya, Kebijaksanaan Batin, yang juga mengindikasi bukan demokrasi murni, kalau demokrasi artinya satu dengan banyak suara (mayoritas) menang, kebijaksanaan batin bisa diartikan sebagai mencari "jalan tengah" yang terkadang orang Indonesia akan berdebat selama berjam-jam atau berhari-hari atau berminggu-minggu, untuk menyelesaikan masalah, hal ini memberikan budaya Indonesia untuk banyak diskusi tapi sedikit bekerja, sering disebut sebagai NATO (No Actions Talks Only).

    Petikan Sistem Politik Indonesia :

    1. 1945 - 1949 : Soekarno & Hatta terpilih sebagai Presiden, karena kekacauan yang terjadi, aku tidak paham tentang legislatif di era ini.

    2. 1949 - 1950 : Indonesia Serikat (Indonesia sebagai Negara Federal) dengan sistem parlementer

    3. 1950 - 1955 : Republik Indonesia (Negara Kesatuan) dengan sistem parlementer dan Menteri, namun Soekarno sebagai presiden masih memiliki kekuasaannya di momen ini

    4. 1956 - 1959 : Demokrasi Terpimpin, (Mengambil gaya demokrasi Barat yang tidak cocok untuk Indonesia, dia menyebutnya sistem "demokrasi terpimpin."). Masih parlementer, namun pada saat ini Soekarno mempunyai seluruh kekuasaannya

    5. 1959 - 1966 : Kembali ke konstitusi 1945 (sistem Presidensial) yang artinya kekuasaan Soekarno bertambah. (Pada Maret 1960, Soekarno membubarkan parlemen dan menggantinya dengan parlemen baru dimana setengah dari anggotanya ditunjukkan oleh presiden (Depan Perwakilan Rakyat - Gotong Royong / DPR-GR). Pada September 1960, ia membuat Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara/MPRS) sebagai legislatif tertinggi menurut konstitusi 1945. Anggota MPRS terdiri dari anggota DPR-GR dan anggota "kelompok fungsional" yang ditunjukkan oleh presiden) Jadi, Soekarno memiliki kekuasaan sebagai eksekutif dan legislatif di saat yang bersamaan, dia juga ditunjuk sebagai Presiden seumur hidup.

    6. 1966 - 1998 : Demokrasi Pancasila, masyarakat memilih salah satu dari tiga partai (Golkar - pemerintahan ; PPP - Islamis ; PDI - nasionalis & oposisi) partai kemudian akan memilih perwakilannya dalam legislatif (MPR) dan kemudian MPR akan memilih presiden alias Soeharto

    7. 1998-2004 : Sekarang kita melihat banyak partai politik di Indonesia, presiden dipilih oleh parlemen (Abdurrahman Wahid). Dan juga, kita dapat melihat perubahan kekuasaan di wilayah Indonesia. Kalau dalam orde baru, kepala daerah dipilih oleh pemerintahan pusat, sekarang kepala daerah dapat dipilih melalui pemilihan langsung. Hal ini melahirkan anak terbaik Indonesia seperti : Basuki Tjahaja Purnama ; Tri Rismaharini. Tapi, di saat yang bersamaan juga memberi kekuatan kepada orang paling korup seperti Ratu Atut Chosiyah

    8. 2004 - 2014 : Presiden yang dipilih melalui pemilihan umum, hal ini menghasilkan Susilo Bambang Yudhoyono terpilih sebagai Presiden

    9. 2014 - sekarang : beberapa perubahan baru membuat kepala daerah akan dipilih oleh DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) bukan dipilih langsung oleh rakyat



    Untuk sila kedua dan kelima :

    • Kemanusiaan yang adil dan beradab
    • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

    Bisa dilihat bagaimana Indonesia memodifikasi Pancasila sesuai dengan keadaan nasional dan juga Internasional namun masih tetap menjaga persatuannya dengan baik. Sungguh negara yang unik dan beragam. Semoga artikel ini membuat anda belajar banyak tentang Indonesia dan Pancasila. Merdeka!

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang