Seberapa terpecayanya klain kalau asam lemak DHA Omega-3 mendorong kesehatan otak?

Dilihat 1,56 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Docosahexaenoic Acid atau DHA adalah lemak tak jenuh ganda ke kelas lemak yang disebut PUFA atau Poluunsaturated Fatty Acid. Sekitar 35–60% jaringan saraf itu tersusun dari lemak dan sekitar 35% lemak otak, yaitu lemak yang ada dalam membran sel pada sel (sebagian besar neuron dan sel glial) dalam otak adala PUFA. Sekitar 40–50% dari 35% adalah DHA. Angka-angka ini relevan untuk dua alasa utama:

  • Lemak secara umum memainkan peran yang sangat penting dalam mengatur struktur sel, yang secara bergantian mempengaruhi fungsi dalam berlipat cara dari mempengaruhi struktur dan fungsi protein tertanam, enzim, mempengaruhi molekular transpor, difusi molekul kecil, pensinyalan, biogenesis membran dll. DHA itu tidak jenuh, mereka tidak mengepak dengan baik dalam bilayer, in membuat membran yang sangat cair atau kristal cair. Jadi, membran dengan DHA atau PUFA memiliki kandungan biofisik berbeda yang memainkan peran dalam mengatur fungsi.

  • Tubuh kita bisa dengan sangat mudah mensitesis asam lemak jenuh dan tak jenuh tunggal dalam otak, dan walaupun kita memang memiliki enzim untuk mensintesis DHA, studi pada hewan pengerat menyatakan kalau tingkat sintesis DHA dalam otak itu lebih lambat daripada serapan dari plasma, yaitu DHA dari makanan dan/atau sumber hati. Ada berlipat studi yang melibatkan DHA dalam Neurognesis, Sinaptogenesis dan neuroproteksi. Kandungan membran lipin yang terpecah juga telah diamati dalam usia otak. Lebih spesifiknya, pengurangan dalam DHA telah diamati dalam sampel mayat dari pasien dengan tahap awal penyakit Alzheimer dan Parkinson. Karena itu, aman untuk mengatakan kalau DHA adalah salah satu lipid paling penting dalam otak dan memiliki fungsi yang berbeda dan sangat diperlukan.

Sekarang ke pertanyaan nutrisi: apakah mengonsumsi DHA membantu meningkatkan kesehatan otak?
Satu studi pertama adalah untuk memberi makan tikus yang kurang akan DHA dan memeriksa kebiasaan dan komposisi lipid otak mereka. Pemberian makan ini dalam kurun waktu tertentu (~15 minggu) mengarah ke kedua (a) pengurangan dalam DHA dalam otak dan (b) perubahan dramatis dalam fungsi otak termasuk perubahan ingatan, pendengaran adn respon penciuman, pembelajaran dll. Nyatanya, ada ratusan studi ini pada hewan pengerat, dibawah kondisi yang berbeda-beda, hampir semua memiliki kesimpulan yang sama.

Ada beberapa bukti kalau komposisi lipid membran otak bisa diubah dengan tipe dan jumlah asam lemak dalam makanan. Ini mempengaruhi kebanyakan pada usia yang lebih mudah adn terakhir, ketika tua. Ada juga studi epidemiologis yang menyatakan kalau konsumsi DHA dan PUFA bisa meningkatkan fungsi otak dan kesehatan otak. Kita juga tahu alau dalam kurangnya DHA, alpha-Linolenic acid (ALA) bisa diubah ke DHA. Sumber  makanan utama ALA adalah kacang kedelai, minyak canola, minyak biji rami, kacang-kacangan tertentu dll.

Waalupun begitu, selagi kita tahu kalau DHA itu penting untuk beberapa angka fungsi otak dan kritikal untuk perkembangan otak, kami masih belum sepenuhnya memahami peran makanan DHA, dimana merupakan hal penting untuk membuat rekomendasi makanan yang tepat. Ini penting karena kelebihan DHA bisa menyebabkan efek samping yang serius. Hampir setiap artikel yang mendiskusikan peran DHA dalam manusia, menybutkan perlunya konfirmasi dan studi lebih lanjut.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang