Sejak kapan dan kenapa musik pop menjadi sangat buruk?

Dilihat 860 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Sejak teknologi mampu melucuti segala hasrat, nurani dan jiwa dari musik dan membuat para pecundang tak bertalenta yang berwajah cantik/ganteng dapat menjadi selebriti demi meraih popularitas semata. Saya katakan kualitasnya mulai menurun sejak akhir tahun 1980an yang kemudian menurun tajam setelah lunturnya grup band rock era awal 90an. Sebagai satu barometernya, coba bandingkan dengan dua ikon musik pop yang paling mendunia, Michael Jackson dan Madonna, yang memproduksi karya-karya terbaiknya setidaknya 15 tahun yang lalu.


Jangan salah, industri rekaman itu adalah selalu tentang uang dulu, dan yang kedua baru keartisan, namun perubahan teknologi -- terutama Digital Audio Workstations (DAWs) seperti Pro Tools -- menjadikan sistem klasifikasi lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah dan contohnya, membuat suara seseorang yang tidak terlalu pandai bernyanyi terdengar bagus di sebuah album. Peralatan ini juga membuatnya begitu mudah bagi para produser dan engineer yang kurang bertalenta untuk mengemulasikan suara dari artis-artis yang sukses dan memiliki rekaman paling hit, memperburuk homogenitas; efek-efek tertentu seperti Auto-Tune telah menjadi kurang orisinil sejak artis-artis mereka sendiri sudah mulai mengejeknya.


Orang-orang mulai mencari-cari kesalahan dari mesin drum dan sequencer seperti di awal tahun 80an, namun pada masa itu lebih banyak keragaman pada synthpop dan band-band New Wave baru saja merajai. Lagi-lagi, dengan menggunakan Michael Jackson sebagai contohnya, lagu yang brilian, yang diproduksi oleh Quincy Jones, yang berjudul "Thriller", dikemas dengan performa yang dilakukan oleh musisi luar biasa yang memainkan instrumen sungguhan, meski kemudian dicampur dengan teknologi mutakhir yang menyebarluaskan keberadaan sonic palette.


Reaksi cepat kemudian muncul dan aksi rock seperti Nirvana sangat tidak menyukai penggunaan mesin drum. Satu dekade setelahnya, tiap aksi - bahkan band rock alternatif yang paling gila - pun memproses semuanya dalam wilayah digital, dan menunjukkan hasilnya. Bahkan multitrack analog recording adalah sebuah langkah menuju ke arah digital dimulai dari tahun 60an, tapi overdubbing menciptakan ketidaknyamanan dan tape editing yang dilakukan pun sebenarnya adalah memotong bagian dari tape dengan pisau silet dan menyambungnya menjadi satu, satu edit dalam satu waktu. Itu adalah motivasi terbesar untuk membuat semuanya bekerja dengan baik saat pertunjukan live dan menjaga agar edit dilakukan seminim mungkin.


Sekarang tidak hanya mustahil, tetapi sangat-sangat mudah melakukan edit pada performa seorang penyanyi not demi not dengan menggunakan non-linear digital recording (DAWs), semua ketidaksempuranaan dihapus - dan begitu juga semua rasa kemanusiaannya.


Saya bisa melanjutkan sepanjang hari membahas korporatisasi radio dan penyedia lokasi pertunjukan seperti Clear Channel/Live Nation, tapi saya rasa masalah-masalah itu adalah sekunder di era Internet ini. Sekarang orang-orang yang menciptakan musik bagus memiliki lebih banyak cara untuk mendistribusikan musiknya daripada sebelumnya.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang