Selain manusia, hewan apa yang mengalami menstruasi?

Dilihat 2,21 rb • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
2 Jawaban 2



Menstruasi adalah bagian dari siklus (selalu berulang) yang terjadi setiap bulan pada manusia yaitu pada kaum wanita, hal ini biasanya terjadi antara usia remaja sampai menopause. Pada manusia, menstruasi adalah bagian dari siklus reproduksi wanita, dimana terjadi peluruhan dinding rahim disertai robeknya pembuluh darah. Sehingga selain darah yang keluar juga disertai runtuhan sel-sel dinding rahim (endometrium). Pada wanita akan mengalami perubahan fisiologis dalam tubuh yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH (Follicle Stimulating Hormone) -Estrogen atau LH (Luteinizing Hormone) -Progesteron yang disebut gonadotropin karena merangsang gonad - pada laki-laki, testis, dan pada wanita, ovarium. Mereka tidak diperlukan untuk hidup, tapi sangat penting untuk reproduksi. Hal ini akibat tidak adanya proses pembuahan dalam rahim yang biasanya berlangsung selama 3-7 hari. Rata-rata selama menstruasi manusia kehilangan 10-80- mL darah. Siklus menstruasi rata-rata berselang sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari.

Siklus menstruasi memang tidak hanya terjadi pada manusia, ternyata hewan pun juga mengalami siklus menstruasi tersebut. Hewan yang benar-benar menunjukkan siklus menstruasi ialah pada hewan-hewan primata besar seperti gorilla, orang utan, simpanse dan bonobo dan terjadi secara teratur. Panjang siklusnya bervariasi, rata-rata 29 hari pada orang utan dan 37 hari pada simpanse. Pada hewan mamalia lain seperti anjing dan kucing mengalami gejala yang mirip tanda-tanda menstruasi, adalah keluarnya leleran yang mirip darah melalui saluran kelamin betina, sebetulnya bukan seperti menstruasi pada manusia. Tanda-tanda menstruasi pada hewan adalah kondisi hewan tersebut berada pada masa kawin atau estrus atau heat. Pada masa kawin ini, sel telur dilepaskan agar bisa bertemu dengan sperma bilamana terjadi perkawinan. Masa kawin ini analog atau sama dengan masa subur pada manusia. Leleran yang mirip darah yang keluar dari saluran kelamin hewan betina adalah sekresi atau cairan dari dinding rahim yang dilepaskan dan cukup banyak hingga sampai keluar saluran kelamin betina, yang akhirnya oleh awam diidentikkan dengan menstruasi pada manusia, padahal sejatinya tidak sama.


Apakah Semua Hewan Mengalami Menstruasi?
Apakah semua mamalia mengalami menstruasi? Jawabannya adalah TIDAK! Hanya mahluk primata saja yang mengalami menstruasi. Kalau pada mamalia mengalami 2 macam siklus, yaitu : 

  1. Siklus dari ovarium : Siklus ini terjadi pada semua Mamalia
  2. Siklus dari endometrium (Menstruasi) : Hanya terjadi pada makhluk primata, seperti manusia, kera, monyet. Tapi sebagai pengganti siklus dari endometrium, untuk mamalia non primata adalah siklus estrus.

Siklus Estrus pada hewan dikenal dengan istilah birahi, yang merupakan suatu periode secara psikologis atau fisiologis pada hewan betina yang bersedia menerima pejantan untuk kopulasi (perkawinan). Adapun Siklus estrus ini dibagi menjadi beberapa fase proestrus, estrus, metestrus dan diestrus. Dan Siklus Estrus antara hewan yang satu dengan yang lain akan berbeda, tergantung bangsa, umur, dan spesies. Dapat dilihat pada gambar di bawah ini :


siklus estrus

Beberapa spesies mamalia betina yang mengalami estrus yaitu monyet, lemur, kuda, kerbau, jerapah, zebra, badak, anjing, tikus pohon, landak, serigala, dan kucing. Tidak seperti manusia dan kera besar, pada mamalia lain proses tanda-tanda menstruasi bisa dikatakan secara “diam-diam”, karena proses peluruhan dinding rahim (endometrium) yang ditandai dengan pendarahan. Pendarahan tersebut tergolong ringan dan dan berlangsung singkat, sehingga banyak manusia yang tidak mengetahuinya dan bahkan hanya terjadi beberapa kali dalam kurun waktu setahun.


Saya akan mengambil contoh terjadinya siklus estrus pada kucing. Estrus pada kucing betina dimulai pada umur sekitar 5 sampai 9 bulan ketika kucing mempunyai berat badan lebih dari 2,5 kg. Masa Estrus pada kucing disebut juga masa birahi dimana kucing sudah ingin melakukan kawin dengan kucing jantan. 


         kucing

Beberapa ciri-ciri ketika kucing birahi :  

  • Tingkahnya lebih manja ingin diperhatikan
  • Suka bergulung gulung dilantai
  • Suka berjalan kesana kemari mencari perhatian, terutama jika ada kucing jantan
  • Suka mengeong dengan nyaring. 

Masa Estrus pada kucing sendiri tidak seperti manusia ataupun binatang lain seperti mamalia kebanyakan yang rutin dan spontan ketika mengalami masa reproduksi ini.  Pada kucing tidak demikian. Kucing mengalami Estrus bisa beberapa kali dalam setahun dan tidak menentu. Hal itu terjadi bisa dikarenakan suhu tempat dimana ia tinggal. Kucing akan mengalami masa estrus dengan rutin apabila kucing tinggal di daerah tropis yang mataharinya bersinar lebih lama. Sebaliknya bila tinggal di empat musim atau dingin, masa estrus tidak stabil dan mengalami estrus hanya beberapa kali saja dalam setahun. Masa Estrus pada kucing juga tidak ditandai dengan keluarnya darah secara spontan atau disebut juga dengan external fleeding/external bleeding. Hal ini terjadi pada kucing karena sel sel darah putih di tubuhnya akan memakan sel sel yang yang tidak dibutuhkan dan terjadi perombakan endometrium (batas dinding rahim) pada kucing. External fleeding atau pendarahan pada kucing bisa saja terjadi karena keguguran, bisa juga karena bakteri ataupun yang lain.

 

Perbedaan Siklus Estrus dan Siklus Menstruasi

Siklus reproduksi pada makhluk hidup ada dua macam, siklus estrus dan siklus menstruasi. Siklus estrus terjadi pada mamalia non primata sedangkan siklus menstruasi terjadi pada hewan primata dan pada manusia. Perbedaan antara siklus estreus dan siklus menstruasi adalah :


  • Perubahan perilaku

Pada siklus estrus terlihat adanya perubahan perilaku pada setiap tahapannya. Pada umumnya memperlihatkan tanda-tanda gelisah, nafsu makan turun atau hilang sama sekali, menghampiri pejantan dan tidak lari bila pejantan menungganginya. Namun pada siklus menstruasi perubahan perilaku tidak terlalu terlihat.


  • External Bleeding

Atau yang disebut juga dengan pendarahan keluar. Pada siklus menstruasi pendarahan keluar terjadi akibat adanya arteri spiral yang mengalami konstriksi bersamaan dengan luruhnya endometrium bagian (pars) fungsionalis. Pars basalis tidak meluruh dan permukaannya yang berbatasan pars fungsionalis akan diperbaiki pada fase reparasi, sehingga pars fungsionalis beserta arteri spiral akan utuh kembali. 

Pada fase estrus tidak terjadi pendarahan keluar karena tidak adanya arteri spiral jadi yang terjadi adalah adanya perombakan endometrium dan sel-sel yang sudah tidak dibutuhkan akan dimakan oleh sel-sel darah putih pada tubuhnya sendiri. Peluruhan sel endometrium ini disebabkan karena adanya pengurangan jumlah hormon progesteron yang dihasilkan oleh korpus leteum. Pendarahan keluar atau dapat pula disebut dengan external bleeding dapat terjadi pada hewan non primata, namun volume darah yang dikeluarkan hanya sedikit tidak sebanyak pada primata dan manusia. Namun darah yang keluar ini seringkali disalah artikan sebagai menstruasi padahal faktor-faktor yang mempengaruhi menstruasi adalah berbeda dengan yang terjadi pada mamalia oleh karena itu pendarahan pada hewan mamalia ini disebut pula pseudomenstruasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah titer estrogen yang bersifat anabolik bukan dikarenakan adanya penurunan jumlah progesteron. Sejalan dengan pertumbuhan folikel yang sangat cepat, terjadi pengeluaran sel-sel darah yang menembus dinding pembuluh darah atau disebut juga diapedesis, sedangkan pada siklus menstruasi pendarahan keluar dikarenakan adanya peluruhan dari dinding endometrium. Contoh hewan yang mengalami pseudomenstruasi antara lain : anjing, kucing, kuda, dan sapi.


  • Waktu kawin

Pada hewan yang mengalami siklus estrus, perkawinan hanya terjadi pada fase estrus saja sedangkan pada primata dan manusia yang mengalami siklus menstruasi perkawinan dapat terjadi kapan saja.



Demikianlah penjelasan mengenai menstruasi yang terjadi pada manusia dan mamalia lain merupakan salah satu tanda kesehatan dan sebagai tanda bahwa mereka tidak mengalami pembuahan dalam rahimnya.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu

Menstruasi merupakan pengeluaran darah melalui vagina dan runtuhnya jaringan yang berasal dari lapisan rahim di akhir siklus reproduksi. Terdapat suatu bukti yang tercatat bahwa primata (manusia, kera, dan monyet di Asia, Eropa dan Afrika) menstruasi dan bahwa strepsirrhines (misalnya lemur, galagos) tidak mengalami siklus menstruasi. Data mengenai monyet di Amerika Utara dan Selatan diragukan


Terdapat bukti nyata bahwa paling tidak satu spesies dalam setiap genera Cebus, Ateles, Alouatta dan Leagothrixexhibits mengalami siklus menstruasi. Untuk data spesies lainnya tidak dapat dijadikan acuan. Beberapa spesies kelelawar juga mengalami menstruasi: Molossus ater, kelelawar molossid, dan Glossophaga soricina, Carollia perspicillata, dan Desmondus rotundus, seluruh kelelawar phyllostomid, dan Rousettus leschenaulti. 
Siklus menstruasi belum terdeteksi atau dipelajari dalam sebagian besar spesies kelelawar, oleh karena itu, tidak jelas apakah siklus menstruasi berkembang dua kali dalam Chiroptera atau lebih luas lagi pada clade.


Akhirnya, ada bukti yang jelas terkait siklus menstruasi pada celurut gajah
(Elephantulus myurus), sepsien yang termasuk dalam clade Afrotheria. Pegamatan terhadap pendarahan melalui vagina pada kelelawar buah. Berat badan 92,5 gr, panjang 10,15 cm, dan panjang lengan 8,3 cm. Lubang vagina diperbesar selama menstruasi di kuartal kiri bawah. Lebih lengkapnya cek di sini.

Sejauh ini, daftar hewan yang menunjukkan siklus menstruasi seperti yang disebutkan oleh penulis. Selain itu saya ingin mengomentari bahwa definisi dan istilah terkait siklus reproduksi dan siklus mentruasi sangat ambigu dan kacau. Sangat sulit menemukan perbedaan antara siklus menstruasi dan siklus strous, beberapa ahli menganggap penyerapan endometrium yang terjadi di sebagian besar spesies Eutherian sebagai menstruasi "yang tersembunyi". Kerancuan dari sumber kepustakaan di sini sangat kacau dan disayangkan. 


Di bawah ini adalah pemikiran mengenai fenomena siklus menstruasi pada simpanse dan kelelawar. :


Simpanse : Selain dari manusia, laporan mengenai siklus menstruasi juga datang dari simpanse yang dikurung. Ini merupakan fakta yang sangat menarik, karena terlepas dari pengamatan secara rinci dan hati - hati selama bertahun - tahun pada simpanse liar  terkait dengan siklus menstruasi, siklus menstruasi pertama kali ditemukan pada simpanse yang terkurung.

Argumen umum yang mencoba menjelaskan hal ini (betina secara berkala hamil dan menyusui) gagal karena terdapat period yang panjang dari ketidaksuburan remaja pada betina muda. Pada betina, estrus pertama kali terlihat pada betina berusia 10 tahun da ditandai dengan membengkaknya anogenital. Menstruasi pertama terjadi dalam beberapa bulan sejak pembengkakan yang pertama dan berlanjut menjadi siklus selama 36 hari (Goodall 1986). Periode ketidaksuburan remaja terjadi bertepatan dengan imigrasi permanen dari kelompok lahir mereka  (Goodall 1986; Nishida et al. 2003). 


Selama masa transisi, betina masih menunjukkan pembengkakan organ seksual dapat dijadikan sebagai cara untuk meraih toleransi dari para jantan dalam komunitas mereka (Boesch & Boesch-Achermann 2000). Setelah menetap dengan komunitas barunya, siklus menstruasi betina muda berhenti selama dua sampai empat tahun tapi kemudian berlanjut untuk menarik perhatian jantan dewasa.

 
Proses kelahiran pertama terjadi ketika usia 13 - 14 tahun dan jarak antara kelahiran adalah sekitar tiga sampai lima tahun. Hal yang menarik adalah bahwa simpanse liar tidak mengalami menopause, walaupun mereka menunjukkan penurunan kesuburan seiring dengan bertambahnya usia. Tapi pada betina yang dikurung, beberap peneliti mengatakan bahwa menopause terjadi di usia 35 tahun, tapi ada beberapa yang menyangkalnya. 

Menurut saya, tidak adanya menopause pada simpanse liar bukan dikarenakan usia mereka yang lebih pendek, karena mereka juga mengalami menstruasi lebih awal, dan masa subur pada simpanse betina dewasa lebih lama dibanding rata - rata betina. Selain itu, menopause yang dilaporkan pada betina yang dikurung terjadi antara 25 - 27 tahun setelah siklus mentruasi dimulai, sedangkan simpanse betina liar masih subur pada usia tersebut.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang