Seperti apa mekanisme dari penyakit lemak hati?

Dilihat 998 • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya akan berusaha memberikan ulasan yang cukup rinci. Maaf kalau ini melebihi dari yang kamu inginkan! Kalau kamu tidak mengerti dengan istilah - istilah medis yang ada, jangan segan untuk bertanya!


===Pengenalan===


Penyakit lemak hati mengacu pada spektrum kondisi yang luar yang ditandai dengan akumulasi lemak di dalam hepatosit. Lemak hati terjadi pada 70% individu yang obesitas dan 30% dari populasi secara umum, dimana 1/2 di antaranya adalah Hispanik Amerika, 1/3 di antaranya kulit putih dan 1/4 merupakan Afrika Amerika. Lemak  hati merupakan penyebab paling umum dari penyakit hati kronis dan sirosis kriptogenik, juga berkontribusi terhadap perkembangan dari penyakit hati lainnya seperti Hepatitis C dan kanker hati.

Spektrum dari lemak hati:


  • Steatosis (dengan atau tanpa peradangan) merupakan stadium awal yang jinak.
  • Steatohepatitis adalah stadium menengah
  • Sirosis hati merupakan stadium akhir

Deskripsi non-alkoholik digunakan ketika kondisi - kondisi tersebut didiagnosa pada pasien yang tidak mengkonsumsi etanol atau mengkonsumsi etanol kurang dari 20gram/minggu


===Patogenesis===


Lemak hati mengikut dua model hipotesa two-hit dengan pengubah genetik dan lingkungan yang tidak jelas:

  • Akumulasi lemak hati karena kegagalan mekanisme yang mendorong penyingkiran lipis atau peningkatan pada mekanisme yang mendorong impor lipid/biosintesis stres oksidatif hati
  • Bereaksi terhadap akumulasi lipid yang berakibat terjadinya peroksidasi yang dapat memproduksi spesien oksigen reaktif.
Penumpukan asam lemak di dalam hepatosit mengaktifkan zat penghambat κ kinase-β (IKK-β), yang mengaktifkan faktor transkripsi nuklir NFκB, yang mendorong hepatosit untuk membuat TNF-α dan interleukin-6 (IL-6).

Penelitian pada manusia dengan NASH menunjukkan bahwa resiko perkembangan steatohepatitis berkorelasi dengan peningkatan TNF-α atau penurunan adiponectin. Pada pasien yang tidak obesitas, bakteri usus mereka mungkin mendorong akumulasi yang berlebihan dari asam lemak serta papapran terhadap faktor bakteri lain yang memicu produksi TNF hati. Faktor - faktor yang lain diperiksa termasuk leptin, angiotensin, dan norepinephrine, karena semua itu mendorong perkembangbiakan dari sel - sel hati, mengatur profibrogenic TGF-β dan menyebabkan ekspresi gen kolagen.  


===Tanda - Tanda Klinis===

Lemak hati dapat terjadi dengan diagnosa - diagnosa yang berbeda pada populasi pasien berikut :

  • Sindrom metabolisme (pasien yang menderita obesitas truncal, diabetes melitus tipe 2, tingkat trigliserida yang tingg, dan HDL yang rendah)
  • Pasien kurus yang memiliki akumulasi lemak lipodistrofi yang dapat dilihat pada penelitian pencitraan hipertensi portal hepatomegali dan gejala - gejala yang berhubungan (splenomegali, telangiectasia laba-laba, palmar eritema, ginekomastia, ascites, edema ekstremitas bawah, perdarahan, ensefalopati hepatik)
  • Sakit kuning
  • Koagulopati

===Diagnosa===


Pertama - tama, kesampingkan hepatitis. Keduanya bisa saja terjadi secara bersamaa, tapi secara umum hepatitis B/C tidak terkait dengan penyakit lemak hati. Yang kedua riwayat panggunaan alkohol: konsumsi alkohol >60g/hari pada pria dan >20g/hari pada wanita meningkatkan resiko etiologi beralkohol. Selain itu juga harus dipertimbangan ciri - ciri dari  hepatitis autoimun, hemochromatosis, defisiensi alfa-1-antitrypsin, penyakit Wilson, primary biliary cirrhosis, dan primary sclerosing cholangitis.



===Pengobatan===


Tujuan dari pengobatan adalah untuk menyembuhkan steatosis dan mencegah sirosis hati. Strategi pengelolaan saat ini berusahaan untuk mengkoreksi faktor resiko yang sebenarnya, seperti obesitas, dan hiperlipidemia, dan untuk mengobati resistensi insulin:

  • Vitamin E
  • Jika pasien diabetes : +metformin or thiazolidinedione 
  • Jika BMI >27 : + diet dan olahraga

Penyakit lemak hati merupakan kondisi yang dapat menyebabkan sirosis hari dalam 10 - 20% kasus sehingga kondisi ini harus segera ditangani. Data yang ada menunjukkan bahwa sirosis hati terjadi pada 10 - 50% pasien steatohepatitis, dimana beberapa faktor resiko mancakup usia (di atas 40 atau 50 tahun), peningkatan BMI dan diabates. Sirosis hati juga dapat terjadi pada pasien - pasien yang tidak menunjukkan gejala NASH dimana fibrosis hati berevolusi secara perlahan. 13% dari kasus kanker hati di Amerika berhubungan dengan lemak hati, dan angka tersebut diperkirakan akan meningkat seiring dengan peningkatan obesitas/lemak hati.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang