Seperti apa rasanya belajar di Amerika sebagai orang Indonesia?

Dilihat 225 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Kurasa ada hubungannya dengan dimana kamu pergi ke sekolahya dan latar belakang asal sekolah mu berasal. Sebagai konteks, aku bersekolah di SMA privat lokal di Jakarta yang menggunakan program Sarjana Muda Internasional yang pengajarannya menggunakan bahasa Inggris, jadi pengalamanku akan berbeda dari yang lain. Aku bersekolah di Pittsburght di Carnegie Mellon, dimana ada beberapa orang Indonesia, jadi hasilnya aku berakhir berasimilasi kedalam budaya Amerika. Awalnya, transisinya itu sedikit lebih sulit sebagai pelajar di AS yang cenderung lebih banyak berterus terang daripada di Indonsia, semua orang terasa penuh dengan kepercayaan diri dan setengah waktu kamu tidak mengerti banyak referensi budaya yang orang-orang tujukan. Dan lagi, setelah beberapa bulan bekerja keras, membangun keberanian untuk berbicara dalam kelas dan pertemuan kelompok, dan bergabung kedalam beberapa organisasi yang berbeda, aku bisa dapat membentuk kelompok teman yang baik dan kemampuan akademik. 

Kurasa salah satu hal baik tentang pergi ke sekolah di Amerika Serikat adalah tidak terlalu bermasalah tentang daripada kamu datang atau siapa kamu, tapi lebih ke pikiran apa yang bisa kamu bawa ke meja dan bagaimana kamu akan bekerja keras untuk membuktikan dan memperlihatkan dirimu. Kalau aku melihat latar belakang sahabatku dari sekolah, mereka yang tergolong dari Pennsylvani Farm, Yunani-Inggris, Pulau Staten Korea, imigran Amerika Polandia, Hitam dan Gay, Miskin dan Putih, Tamil-Amerika dan Mexiko-Amerika. Dan juga kreativitas, rasa humor, empati dan keinginan untuk 'berbuat baik' pribadi kami yang meningkatkan pertemanan kami. Aku tidak bisa bilang kalau pengalamanku itu mengikuti pengalaman orang Indonesia lain yang belajar di AS. Aku sudah melihat banyak orang Indonesia yang atang ke Amerika Serikat (terutama di Boston dan Los Angeles) dan hanya berteman dengan orang Indonesia, pergi ke kelas dengan orang Indonesia, berbicara bahasa Indonesia, dan tidak pernah benar-benar membangun hubungan dengan orang Amerika dan budaya Amerika.

Selagi tidak ada yang salah dengan menetap dalam zona nyamanmu (Aku melihat banyak orang Chinese, Korea dan India melakukan hal yang sama), porsi besar dari pembangunan pribadiku dan pendidikanku dari tinggal diluar negeri datang dari kemampuan untuk membangun ikatan dan pengertian pada budaya lain. Kurasa, akhirnya, belajar di AS adalah apa yang ingin kamu lakukan dan abgaimana kamu melakukannya, karena ada banyak jalan dan pilihan yang bisa diambil seseorang.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang