Seperti apa rasanya berada dalam hubungan jarang jauh?

Dilihat 3,44 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Aku berada dalam masalah semi-akademik bi-coastal dua-tubuh. Satu tahun terlewati, dua tahun lagi. Selama aku tidak giat membagi kehidupan pribadi ku di forum publik, kalau aku pernah berada dalam posisi untuk menyelesaikan masalah dengan akademia, ini akan menjadi tipe masalah yang kucoba untuk selesaikan.

Ketika aku masih mahasiswa pascasarjana muda, tujuanku bukanlah mendapatkan persekutuan pasca doktoral mewat, tapi, tidak berakhir dalam hubungan jarak jauh. Aku pernah melihat pasca dok (dan bahkan mahasiswa pascasarjana) yang tinggal di negara-negara berbeda atau kota-kota berbeda dari pasangan mereka dan tidak dapat membayangkan bagaimana pekerjaam akademik bisa senilai dengan itu. Selama aku masih memandang rendah akademik yang meletakkan jalur karir teta[ diatas keluarg mereka, keangkuhan muda ku menampar ku ketika tiba saatnya untuk memilih karir pasca-kelulusan sekolah.

Seperti yang suamiku katakan, kesempatan kami itu ortogonal. Aku punya penawaran pascadoktoral menawarkan pantai timur dan berakhir mengambil nama persekutuan MIT. Selama masih tidak ada jaminan apapun dari guru besar setelah pascadoktoral, tipe persekutuan ini tidak terlalu jauh (asalkan kamu memiliki kefleksibelitasan geografis, yang tidak aku punya). Sementara itu, ia memiliki tawaran pekerjaan yang siapapun di tekno Bay Area mengerti akan nilai kehidupan 6 jam jauh dari istrimu. Hal itu masuk akal dalam kertas, tapi permulaan pascadoktoral ku menjulang seperti kiamat yang akan datang. Aku berterian selama perjalanan melewati keamanan bandara sehari setelah aku meninggalkan California.

Secara keseluruhan, beberapa aspek pengalaman ini baik, lainnya ada yang buruk, dan yang lainnya lagi ada yang lebih baik daripada mereka untuk banyak orang dalam keadaan ini.

Baiknya: Aku tidak pernah tinggal di pantai timur sebelunya, dan aku senang untuk memiliki pengalaman ini. Ditambah lagi, menjadi MIT adalah hal paling menggetarkan ketika kamu terlalu tua untuk peringkat. Ada juga sesuatu yang anehnya glamor tentang memiliki apartemen di dua pantai dan berada di pesawat terbang hampir disetiap waktu.

Buruknya: Bagiku, bagian buruknya adalah hal bodoh dan tidak pantas yang akademik katakan dan ketidak pastian karirnya. Selama masalh dua-tubuh dan hubungan jarak jauh itu umum damam akademisi, asumsinya adalah kalau semua pekerjaan non-akademik itu sangat jauh portabel, dan kurang penting secara implisit daripada pekerjaan akademik. Karna itu, orang-orang obertanya tentang pertanyan yang tidak pantas tentang pernikaan seperti 'kenapa tidak mendapatkan pekerjaan di Boston?' Juga, mereka tidak bisa membayangkan kenapa ia tidak ingin meninggalkan Bay Area di masa depan untuk mengejar penawaarn kerja fakultas ku. Ketidak pastian akan apa yang akan kulakukan dalam dua tahun, dan terutama baik pengorbanan pascadoktoralku aaknbersangkutan pada posisi tersebut bisa melemahkan dan mendemotivasi seiring waktu.

Bisa menjadi yang terburuk: Menjadi profesi dimana hubungan jarak jauh itu umum, aku agak ditenangkan dengan cerita profesor yang telah mengalami ini selama beberapa tahun ketika Skype belom ada dan telepon jarak jauh sebenarnya butuh biaya yang lebih juga. Bagian terbangnya itu tidak seburuk yang terlihat bagi banyak orang karena Logan/ SFO itu merupakan rute yang sangat populer dengan lusinan penerbangan langsung per hari, aku pendek dan tahan terhadap kursi belakang didepan ku, dan kedua bandara itu sekitar 20 menit berkendara dari apartemen kami. Dan yang paling terbaik, pengaturan ini sementara secara eksplisit.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang