Seperti apa rasanya berkeliling dengan penyakit celiac?

Dilihat 1,29 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Sangat sulit. Untuk setiap minggunya ketika saya bepergian tanpa akses ke dapur, berat saya berkurang sekitar 2 kg. Penyakit celian telah menimbulkan masalah pencernaan yang permanen pada diri saya, selain gandum. Sekarang saya tidak bisa mencerna produk - produk olahan susu. Saya tidak bisa mencerna produk - produk yang terbuat dari protein kedelai. Saya menderita hipoglikemia, jadi tubuh saya membutuhkan protein dalam jumlah tinggi ketika saya mengkonsumsi makanan - makan tinggi gula agar gula darah saya tetap stabil. Pada dasarnya saya tidak mengendalikan berat badan saya tanpa mengkonsumsi daging dan lemak hewani sebagai sumber kalori.


Ketika saya bepergian, sangat sulit untuk menemukan restoran yang menjual daging yang bebas gluten. Biasanya makanan  yang mereka sajikan dilengkapi dengan saus yang dapat menimbulkan alergi (seperti mentega, kecap, dan saus BBQ) atau langsung mencampur makanan dengan berbagai bumbu. Saya juga memiliki masalah dengan saus pada salad. Saya tidak bisa mengkonsumsi saus mayonaise atau sejenisnya. Pilihan yang saya punya hanya minyak zaitun, saus tomat dan mungkin mustar. 


Seluruh sup yang ada di restoran mengandung tepung atau krim untuk membuatnya lebih kental. Seringkali tepung merupakan bagian dari konsentrasi kalsu. Sebenarnya saya bisa makan kentang goreng, sayangnya minyak yang digunakan untuk memasaknya juga diguanakan untuk memasak ayam yang dilapisi dengan tepung roti.

Jangan makan - makanan cepat saji. Tapi makanan - makan lainnya juga tidak bisa dikonsumsi dengan bebas, karena bisa saja terkontaminasi dari makanan lain. Beberapa potongan roti dapat memberikan dampak yang buruk bagi penyakit celiac. Usus halus membutuhkan waktu 2 minggu untuk pulih dari reaksi alergi. Hal ini berarti bahwa jika ada gluten yang tidak sengaja saya konsumsi dikarenakan tertinggal pada piring, penggorengan atau pembakaran yang juga diguanakan untuk makanan dengan gluten, maka saya akan merasakan sakit yang sangat hebat, dan kemampuan tubuh saya dalam menyerap kalori pun menjadi jauh berkurang selama 2 minggu.


Resiko ini sangat konyol. Kalau karyawan restoran tidak tahun bagaimana cara menyajikan makanan untuk orang yang memiliki penyakit celiac, lebih baik saya tidak makan di restoran itu. Ketika saya bepergian, saya kan berbelanja secara rutin di supermarket terdekat. Biasanya saya akan mengkonsumsi buah - buahan, kacang - kacangan, nasi, telur tebus, dan kadang ikan salmon bakar.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang