Seperti apa rasanya menyandang penyakit kegelisahaan?

Dilihat 583 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya menyandang penyakit kegelisahan untuk beberapa tahun dan juga saya adalah suster Psikriatik yang terlatih . Semua orang mengalami kegelisahan , tapi kegelisahan ini terjadi dengan intensitivitas yang berbeda beda. Beberapa orang walaupun menyandang penyakit ini masih bisa penuh dengan motivasi . Saya dulu pernah menjadi orang yang seperti ini , menyukai pekerjaan yang menantang .tapi semuanya itu berubah , saat saya merasa pekerjaan yang saya ambil tidak lagi bisa saya ambil kendali dan rasa kegelisahan yang timbul itu berbeda dan semakin kuat . Semakin lama , pekerjaan saya terbengkalai dan saya mulai mendapatkan serangan kepanikan dan bahkan saya tidak bisa mengendalikan tubuh saya karena sangkin takutnya diri saya waktu itu . Saya sampai mereasa tidak bisa bernapas dan merasa sangat mual dan sakit .


Setelah saya berkonsultasi ke dokter dan dokter memfonis saya dengan kegelisahan dan stress . Maka Dokter memberikan saya dosis SSRI dan SNRI yang kuat kepada saya . obat obat ini membuat perasaan saya memudar dan tidak memengaruhi kehidupan saya . Setelah itu , saya tidak bisa merasakan kesenangan dan hidup saya benar benar tidak termotivasi . Karena itu , saya mulai berhenti makan dan saya rasa karena itu , obat obatan saya menjadi tidak efektif karena kekebalan insulin . Lalu pikiran sehat saya juga akhirnya terkena dampak nya . Saya rasa ini adalah halangan terbesar sebagai menyandang kegelisahan . Tidak bisa merakasan kenyamanan dan kenikmatan atau ide ide yang penuh dengan semangat . Jadi sangat sulit untuk pulih dari kegelisahan dan malah masuk ke dalam dunia depresi .


Saya tidak termotivasi untuk melakukan apa apa . Saya tidak peduli dengan aktivitas sosial , atau apapun , saya bahkan sudah merasa tercukpi jika saya hanya tiduran di ranjang . Lalu setelah 3 tahun saya memakan pill yang di berikan dokter saya , saya pergi ke dokter saya lagi dan berkonsultasi , saya berkata kepada dokter saya , saya rasa saya mengalami depresi . Saya meminta dokter saya untuk mengurangi dosis obat saya dan melihat kelanjutan nya .


Tidak lama setelah pertemuan itu , saya merasa sangat buruk , Tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah saya. Dokter mengatakan bahwa , saya membuat diri saya sendiri depresi , bukan karena efek obat nya . Obat nya yang di berikan itu bukan nya menyembuhkan tapi malah mengembalikan kegelisahan saya . Tapi yang saya ketahui adalah . Pada 3 hari pertama saya tidak mengambil obat itu , saya merasa buruk . Tapi 3 hari kemudian saya merasa enakan . Lalu tiga hari berikutnya dengan dosis yang lebih kecil , hal yang sama terjadi . Selama 1 bulan saya lakukan itu , saya merasa hidup kembali .


Sejak tahun lalu , saya sudah tidak menggunakan obat obatan dan hidup saya tidak pernah se nikmat ini . Jadi menurut saya , jika anda memiliki penyakit kegelisahan , maka anda harus coba hidup dengan itu , jangan coba melawan. Saya rasa itu adalah cara tubuh anda berkata kepada anda jangan terburu buru . Coba hilangkan rasa stress . Coba anda melakukan mediasi yang rutin lalu coba mematikan pikiran anda . Lalu ini akan membantu anda melawan kegelisahan

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang